Menlu Sebut Indonesia Tak Bayar Iuran ke Board of Peace, Kontribusi Melalui Pasukan Perdamaian

AKURAT BANTEN — Terkait bergabungnya Indonesia sebagai anggota Dewan Perdamaian (Board of Peace), ditegaskan Menteri Luar Negeri Sugiono bahwa Indonesia belum memberikan dana.
Menurutnya, Indonesia bisa menjadi anggota dewan tersebut tanpa harus memberikan kontribusi dalam bentuk finansial.
Dikabarkan, Board of Peace memang menawarkan calon anggotanya untuk membayar biaya kontribusi sebesar USD 1 miliar. Namun, biaya tersebut bukan merupakan wajib maupun syarat utama untuk menjadi anggota Board of Peace.
"Dari awal saya bilang ini namanya bukan iuran keanggotaan. Bukan syarat keanggotaan. Kita sekarang sudah anggota (Board of Peace) jadi tidak perlu bayar juga tidak apa-apa," ujar Sugiono, Jumat (20/2) waktu setempat.
Dikonfirmasi juga bahwa Indonesia belum menyumbang iuran bagi rekonstruksi Gaza, yang nilainya diumumkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada pertemuan perdana Board of Peace sehari sebelumnya.
Sugiono mengatakan bahwa iuran tersebut adalah sumbangan lain di luar kontribusi keanggotaan sebesar USD 1 miliar. Sembilan negara, yakni Kazakhstan, Azerbaijan, Uni Emirat Arab, Maroko, Bahrain, Qatar, Arab Saudi, Uzbekistan, dan Kuwait, telah menyatakan komitmen kontribusi dengan total mencapai USD 7 miliar.
Baca Juga: Kontroversi Kembalinya Sahroni Wakil Komisi III DPR, ICW Sentil Etika Partai Politik
"Jadi kemarin yang dibicarakan ini on top of USD 1 miliar itu. Ada negara-negara lain yang ingin kontribusi di situ, dan sudah ada pledge USD 7 miliar," jelasnya.
Menurut Sugiono, masing-masing anggota Board of Peace memiliki cara berbeda dalam berkontribusi bagi Gaza.
Indonesia akan berkontribusi melalui pengerahan pasukan sebagai bagian dari International Stabilization Force (ISF), yakni operasi militer gabungan lintas negara yang bertujuan menstabilkan lingkungan sipil di Gaza.
Baca Juga: Viral Balap Liar Ramadan di Palopo, Polisi Disorot Bungkam, Warga Tuntut Tindakan Tegas
Dalam misi tersebut, Sugiono menegaskan Indonesia tidak akan terlibat dalam pelucutan senjata maupun aksi militer, melainkan fokus menjaga stabilitas sipil dan mendukung upaya kemanusiaan.
"Jadi kontribusinya ada yang dalam bentuk uang, ada yang pasukan," pungkas dia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 5Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 6Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 7Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 8Man City Dihantam Kasus Finansial, Steven Gerrard Angkat Suara: Bukan Degradasi, Hukuman Ini yang Harus Diterima!
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!










