Banten

Mengejutkan Campak Ternyata Jauh Lebih Menular dari COVID-19, Kasusnya Kembali Meningkat di Indonesia

Aullia Rachma Puteri | 7 Maret 2026, 07:54 WIB
Mengejutkan Campak Ternyata Jauh Lebih Menular dari COVID-19, Kasusnya Kembali Meningkat di Indonesia
virus campak membahayakan

AKURAT BANTEN – Masyarakat diminta kembali meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit campak setelah kasusnya dilaporkan meningkat di sejumlah wilayah Indonesia.

Meski sempat meredup dalam beberapa tahun terakhir, penyakit ini ternyata masih menjadi ancaman kesehatan serius karena tingkat penularannya yang sangat tinggi.

Pakar kesehatan menyebut penyakit campak termasuk salah satu infeksi paling mudah menyebar di antara penyakit menular lainnya.

Bahkan, tingkat penularannya disebut jauh lebih tinggi dibandingkan COVID-19 yang pernah melanda dunia dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Dinkes Tangerang Catat 35 Kasus Campak, Terbanyak di Kosambi dan Teluknaga

Menurut penjelasan dari Budi Gunadi Sadikin selaku Menteri Kesehatan RI, satu orang yang terinfeksi campak dapat menularkan virus tersebut kepada banyak orang di sekitarnya.

Jika COVID-19 pada awal kemunculannya memiliki tingkat penularan sekitar dua hingga tiga orang dari satu pasien, maka campak bisa menyebar jauh lebih cepat.

“Pada campak, satu orang yang sakit bisa menularkan hingga sekitar 18 orang lainnya,” jelas Budi dalam keterangannya.

Angka tersebut menunjukkan betapa cepatnya virus campak menyebar di lingkungan masyarakat, terutama pada kelompok yang belum memiliki kekebalan tubuh terhadap penyakit tersebut.

Baca Juga: Lonjakan Campak di Pamekasan: Balita Meninggal, Dinkes Tegaskan Pentingnya Imunisasi

Kondisi ini biasanya terjadi pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi atau orang dewasa yang tidak memiliki perlindungan vaksin.

Campak sendiri merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan menyerang sistem pernapasan.

Penyebarannya terjadi melalui droplet atau percikan air liur ketika penderita batuk, bersin, atau berbicara.

Virus tersebut bahkan dapat bertahan di udara dalam waktu tertentu, sehingga orang yang berada di ruangan yang sama tetap berisiko tertular.

Baca Juga: Virus Nipah Mengintai Tanpa Disadari, Dari Kelelawar hingga Kontak Manusia, Begini Cara Penyakit Mematikan Ini Menyebar

Gejala awal campak umumnya ditandai dengan demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah.

Setelah beberapa hari, akan muncul ruam merah pada kulit yang biasanya dimulai dari wajah lalu menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Pada sebagian kasus, penyakit ini dapat memicu komplikasi serius seperti infeksi paru-paru, diare berat, hingga radang otak.

Kementerian Kesehatan mencatat bahwa peningkatan kasus campak masih berkaitan dengan rendahnya cakupan imunisasi di beberapa daerah.

Baca Juga: Ancaman Diam-diam dari Meja Makan, Virus Nipah Bisa Menyebar Lewat Buah dan Minuman Sehari-hari

Pandemi COVID-19 sebelumnya juga sempat mengganggu program imunisasi rutin sehingga banyak anak yang tidak menerima vaksin sesuai jadwal.

Akibatnya, kelompok rentan terhadap campak menjadi lebih besar dan memudahkan virus tersebut kembali menyebar.

Kondisi ini mendorong pemerintah untuk memperkuat kembali program imunisasi nasional serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat.

Vaksinasi dinilai sebagai langkah paling efektif untuk mencegah penularan campak.

Baca Juga: Pemkot Tangerang Pastikan Belum Ada Virus HMPV DI Wilayahnya, Warga Dihimbau Tetap Jaga Kesehatan

Imunisasi biasanya diberikan dalam bentuk vaksin kombinasi yang melindungi dari beberapa penyakit sekaligus, seperti campak, gondongan, dan rubella.

Selain imunisasi, masyarakat juga disarankan untuk menerapkan langkah pencegahan sederhana seperti menjaga kebersihan tangan, menghindari kontak dengan penderita, serta menggunakan masker ketika sedang sakit.

Orang tua juga diimbau segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala yang menyerupai campak.

Penanganan sejak dini dinilai penting untuk mencegah komplikasi sekaligus mengurangi risiko penularan ke orang lain.

Baca Juga: Pemkot Tangerang Pastikan Belum Ada Virus HMPV DI Wilayahnya, Warga Dihimbau Tetap Jaga Kesehatan

Dengan meningkatnya kasus penyakit ini, pemerintah berharap masyarakat tidak lengah dan tetap memperhatikan pentingnya imunisasi serta pola hidup sehat.

Kesadaran bersama dianggap menjadi kunci utama untuk menekan penyebaran campak agar tidak berkembang menjadi wabah yang lebih luas di Indonesia.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.