Banten

Tradisi Rebo Legen dan Kebon Seni Ki Anom Suroto Turun Tahta ke Dalang Ini Usai Sang Maestro Meninggal Dunia Hari Ini

Andi Syafriadi | 23 Oktober 2025, 10:37 WIB
Tradisi Rebo Legen dan Kebon Seni Ki Anom Suroto Turun Tahta ke Dalang Ini Usai Sang Maestro Meninggal Dunia Hari Ini

AKURAT BANTEN - Seniman pedalangan Indonesia kembali kehilangan satu figur penting Ki Anom Suroto, dalang wayang kulit purwa ternama, dikabarkan meninggal dunia pada hari Kamis, 23 Oktober 2025.

Dari tanah Jawa Tengah, kepergiannya meninggalkan duka mendalam sekaligus sebuah warisan budaya yang terus hidup melalui generasi baru.

Lahir di Klaten pada 11 Agustus 1948, Ki Anom menekuni dunia pedalangan sejak usia muda.

Dia dikenal sebagai dalang yang bukan sekadar tampil namun juga membina dan melahirkan banyak dalang muda.

Baca Juga: Ki Anom Suroto Meninggal Dunia, Sang Dalang Kondang Ternyata Punya Nama Lengkap yang Indah

Bahkan, aktivitas rutin yang digelarnya setiap Rabu Legi di rumahnya di Solo dikenal sebagai forum pembinaan yang dinamakan “Rebo Legen”.

Lebih lanjut, Ki Anom mendirikan sebuah ruang kreasi bernama “Kebon Seni” di Pendopo Timasan, Solo, yang menjadi pusat tumbuh-kembangnya seniman tari, karawitan, dan pedalangan.

Dua inisiatif inilah yang menjadi warisan paling nyata dari Ki Anom:

Rebo Legen: pertemuan rutin setiap Rabu Legi yang menjadi ajang pembinaan calon dalang latihan teknik mendalang, sabet, pakeliran, hingga etika seniman.

Baca Juga: Dedi Handoko Meninggal Siapa Dia? Ternyata Bukan Orang Sembarangan yang Meninggalnya Usai Makan Durian

Kebon Seni: sebuah konsep ‘kebun’ atau ladang seni, di mana benih-benih seniman ditanam dan dibina.

Melalui Kebon Seni, Ki Anom membuka sanggar kreatif yang menggabungkan seni pertunjukan tradisional dan pendidikan budaya.

Sejak keberadaannya, aktivitas ini mengalir ke tangan penerus: putranya, Ki Bayu Aji, telah mengambil tongkat estafet pendalaman dan pelatihan pedalangan melalui Rebo Legen dan Kebon Seni.

Meskipun Ki Anom aktif di Jawa Tengah, spirit pelestarian budaya yang dirintisnya mempunyai arti penting bagi seluruh Indonesia termasuk Banten. Beberapa relevansinya:

Baca Juga: Eks Danpaspampres TNI AU Marsda Wahyu Hidayat Meninggal Dunia, Ternyata Ada Kisah Pengabdian yang Mengejutkan

Pelestarian budaya lokal Banten mempunyai tradisi wayang sendiri; warisan Ki Anom mengingatkan bahwa regenerasi seniman tradisi perlu dukungan aktif.

Pendidikan seni dan komunitas Konsep Kebon Seni bisa dijadikan model di daerah untuk menghidupkan sanggar dan komunitas seni lokal agar tidak punah.

Keterbukaan generasi muda Rebo Legen menunjukkan bahwa pembinaan budaya tidak sekadar kelas formal; forum informal bisa jadi wadah penting bagi seniman baru.

Kepergian Ki Anom Suroto menandai berakhirnya satu era bagi dunia pedalangan Indonesia.

Baca Juga: KEJI! Hasil Autopsi VI Bocah 12 Tahun Keluar: Meninggal karena 'Lemas Kehabisan Napas', Ada Luka di Alat Vital

Namun melalui Rebo Legen dan Kebon Seni, warisannya akan terus hidup bukan hanya sebagai kenangan, tetapi sebagai jalur regenerasi dan pembaruan budaya.

Bagi masyarakat Banten, kehadiran seniman seperti Ki Anom dan penerusnya Ki Bayu Aji menjadi inspirasi bahwa tradisi tetap hidup melalui generasi yang mau belajar dan membina.

Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik dan semoga warisan yang beliau tinggalkan terus bersemi di tanah air kita.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.