20 Nama Korban Tragedi di Tanjakan Cae Sumedang, Niatnya Ziarah ke Tasikmalaya

AKURAT BANTEN - Kecelakaan tragis terjadi di jalur rawan Tanjakan Cae, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Sabtu malam, 1 November 2025 sekitar pukul 20.10 WIB, sebuah kendaraan Elf Long bernomor polisi E 7566 KC yang mengangkut rombongan peziarah dari Majalengka setelah ziarah ke Tasikmalaya, terguling di turunan tajam tersebut.
Kecelakaan tunggal ini melibatkan rombongan peziarah sebanyak 20 orang, yang terdiri dari satu sopir dan 19 penumpang.
Dari jumlah tersebut dilaporkan tiga orang meninggal dunia di tempat kejadian, dan satu lagi meninggal usai mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Baca Juga: Satu Nelayan Asal Tangerang Tewas dalam Kecelakaan Kapal di Kepulauan Seribu
Sisanya mengalami luka berat hingga ringan.
Identitas korban tewas telah dikonfirmasi:
Esih (penumpang), Tasa (penumpang), dan Mulya (penumpang).
Sementara sejumlah korban luka-luka antara lain: Nursiti, Eti, Nurhayati, Dede Hadijah, Ikhsan, Samsudin, Nana Sutisna, Sarti, Sanari, Dedeng (sopir), Wasroni, Nawi, Wawan Gunawan, Ade, Rokib, Durahman.
Baca Juga: Rawan Kecelakaan di Jalan Sukadiri Tangerang, Kondisi Gelap dan Rusak Bergelombang
Menurut keterangan Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Sumedang, AKP Dini Kulsum Mardiani, kecelakaan ini diduga kuat terjadi karena sang sopir melakukan manuver mendahului kendaraan lain di rombongan saat menurun melalui ruas jalan Malangbong-Wado yang menanjak dan menikung curam.
“Pengemudi kurang mengenal medan dan gagal mengendalikan kendaraan,” ungkapnya.
Kondisi jalan di Tanjakan Cae memang dikenal berbahaya: turunan tajam, tikungan, lebar jalan yang terbatas, dan potensi kecepatan tinggi.
Jalur tersebut kerap menjadi titik rawan kecelakaan, terutama bagi kendaraan pengangkut penumpang atau rombongan besar.
Baca Juga: Modus Baru Begal di Jakarta Barat, Pura-Pura Menolong Korban Kecelakaan
Dampak kecelakaan ini juga menyoroti hal-hal penting yang sebaiknya menjadi perhatian, termasuk untuk wilayah Banten yang banyak warganya melakukan perjalanan ziarah atau wisata menggunakan bus atau elf ke daerah Jawa Barat.
Antara lain:
Pentingnya pengecekan kondisi kendaraan sebelum perjalanan: rem, ban, suspensi, dan kemampuan pengemudi mengenali medan.
Penggunaan jalur yang diketahui rawan disertai kewaspadaan ekstra.
Baca Juga: Kecelakaan Maut Libatkan 4 Kendaraan di BSD Raya Utama, Satu Korban Tewas di Tempat
Manajemen rombongan: meminimalkan manuver berisiko seperti menyalip di jalur menurun atau menikung tajam.
Kesadaran bahwa ziarah atau perjalanan ke luar provinsi membawa risiko tinggi jika tidak dipersiapkan dengan cermat.
Bagi pemerintah daerah dan instansi transportasi, peristiwa ini menjadi panggilan untuk memperkuat pengawasan dan penandaan zona rawan kecelakaan, seperti Tanjakan Cae.
Termasuk melakukan pemasangan rambu bahaya, papan informasi kecepatan, serta patroli rutin di jalur turunan panjang.
Meskipun lokasi kecelakaan di luar Provinsi Banten, banyak warga Banten melakukan perjalanan cukup jauh menggunakan kendaraan pengangkut rombongan ke Jawa Barat dan sekitarnya.
Maka kasus ini sangat relevan bagi komunitas travel, rombongan ziarah, maupun operator transportasi di Banten untuk meningkatkan standar keselamatan.
Saat ini proses penyelidikan sedang berlangsung di Polres Sumedang. Kepolisian telah mengolah TKP dan melakukan pemeriksaan awal terhadap kendaraan, kondisi sopir, serta saksi rombongan.
Hasil lengkap belum diumumkan publik.
Baca Juga: Usai Serangkaian Kecelakaan, Jalur Pendakian Rinjani Resmi Ditutup untuk Perbaikan Keamanan
Semoga korban yang luka-luka cepat pulih dan keluarga korban mendapatkan bantuan yang diperlukan.
Untuk warga Banten yang akan melakukan perjalanan rombongan, semoga kejadian ini menjadi pengingat bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap perjalanan.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Tiga Kartu Merah dan Dua Gol, Meksiko Buka Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan
- 10Prediksi Australia vs Turki: Adu Generasi Baru di Laga Pembuka Grup D








