Akhirnya Lebaran Bisa Bareng? Peluang NU dan Muhammadiyah Lebaran Bareng dan Rayakan Idul Fitri di Hari yang Sama

AKURAT BANTEN - Menjelang akhir bulan Ramadan 1447 Hijriah, perbincangan mengenai kemungkinan perbedaan atau kesamaan hari raya Idul Fitri kembali mencuat di tengah masyarakat.
Tahun ini, ada peluang menarik karena dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, diperkirakan bisa merayakan Lebaran pada hari yang sama.
Kemungkinan tersebut berkaitan dengan posisi hilal atau bulan sabit yang menjadi penanda awal bulan Syawal dalam kalender Hijriah.
Data perhitungan astronomi menunjukkan bahwa kondisi hilal pada akhir Ramadan berpotensi membuat penentuan tanggal Idul Fitri tidak berbeda jauh.
Baca Juga: Lebaran 2026 Versi NU Bisa Beda? Ini Prediksi Tanggal 1 Syawal 1447 H yang Bikin Publik Penasaran
Dalam praktiknya, NU dan pemerintah menggunakan metode rukyatul hilal atau pengamatan langsung terhadap bulan sabit setelah matahari terbenam pada hari ke-29 Ramadan.
Jika hilal terlihat dan memenuhi syarat tertentu, maka keesokan harinya ditetapkan sebagai awal bulan Syawal.
Sebaliknya, jika hilal tidak terlihat karena posisinya terlalu rendah atau kondisi cuaca tidak memungkinkan, maka bulan Ramadan akan disempurnakan menjadi 30 hari.
Metode ini sudah lama digunakan sebagai dasar penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia.
Sementara itu, Muhammadiyah menggunakan pendekatan yang berbeda, yaitu metode hisab atau perhitungan astronomi.
Melalui metode ini, posisi bulan dihitung secara matematis sehingga tanggal awal bulan dapat ditentukan jauh hari sebelumnya.
Perbedaan pendekatan tersebut selama ini sering membuat tanggal Idul Fitri tidak selalu sama antara kedua organisasi.
Namun dalam kondisi tertentu, hasil perhitungan astronomi dan hasil pengamatan hilal bisa mengarah pada tanggal yang sama.
Baca Juga: Ini Dia Asal Usul Ketupat Saat Lebaran dan Makna Filosofinya
Berdasarkan kajian yang beredar, posisi hilal pada akhir Ramadan tahun ini diperkirakan belum cukup tinggi untuk terlihat dengan mudah.
Jika kondisi tersebut terjadi, maka Ramadan kemungkinan akan disempurnakan menjadi 30 hari.
Dalam skenario tersebut, Idul Fitri berpotensi jatuh pada tanggal yang sama bagi berbagai kelompok umat Islam di Indonesia.
Hal inilah yang membuka peluang Lebaran dirayakan secara bersamaan oleh NU dan Muhammadiyah.
Baca Juga: Cara Tetap Bugar Saat Membersihkan Rumah Menjelang Lebaran agar Tidak Mudah Lelah
Meski demikian, kepastian tanggal hari raya tetap menunggu keputusan resmi dari pemerintah.
Biasanya, penetapan awal bulan Syawal diumumkan setelah sidang isbat yang digelar menjelang akhir Ramadan.
Sidang tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari ulama, ahli astronomi, hingga perwakilan organisasi Islam.
Dalam forum tersebut, pemerintah akan mempertimbangkan hasil perhitungan astronomi sekaligus laporan pengamatan hilal dari berbagai wilayah di Indonesia.
Baca Juga: Menjaga Daya Tahan Tubuh Saat Persiapan Lebaran di Tengah Aktivitas yang Padat
Jika hasil pengamatan dan perhitungan menunjukkan kesesuaian, maka Lebaran berpotensi dirayakan secara serentak oleh seluruh umat Islam di Tanah Air.
Bagi masyarakat, kemungkinan Lebaran yang jatuh pada hari yang sama tentu menjadi kabar menggembirakan.
Perayaan yang berlangsung bersamaan dapat memudahkan berbagai kegiatan, mulai dari pelaksanaan salat Idul Fitri hingga tradisi berkumpul bersama keluarga.
Selain itu, kesamaan tanggal Lebaran juga membantu dalam pengaturan jadwal libur nasional dan arus mudik yang biasanya meningkat tajam menjelang hari raya.
Baca Juga: Sejak Pagi Jam 7 Tol Rangkasbitung–Cikulur Dibuka Gratis Jelang Mudik Lebaran 2026
Walau peluang tersebut cukup besar, masyarakat tetap diminta menunggu pengumuman resmi dari pemerintah.
Keputusan tersebut nantinya menjadi acuan nasional dalam menentukan kapan umat Islam di Indonesia merayakan Hari Raya Idul Fitri.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







