Banten

Terungkap Kondisi Andrie Yunus di RSCM Masih Kritis, Komnas HAM Beberkan Fakta Mengejutkan

Aullia Rachma Puteri | 28 Maret 2026, 10:55 WIB
Terungkap Kondisi Andrie Yunus di RSCM Masih Kritis, Komnas HAM Beberkan Fakta Mengejutkan
KONDISI ANDRIE YUNUS

AKURAT BANTEN - Perkembangan kondisi Andrie Yunus hingga kini masih menjadi perhatian serius berbagai pihak.

Aktivis yang menjadi korban penyiraman zat kimia tersebut diketahui masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

Berdasarkan hasil pemantauan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, kondisi Andrie belum sepenuhnya stabil.

Tim medis masih terus melakukan berbagai tindakan untuk mengatasi luka yang ditimbulkan akibat paparan zat kimia berbahaya tersebut.

Baca Juga: Kondisi Terbaru Andrie Yunus Terungkap, Proses Pemulihan Butuh Waktu Tahunan, Parah?

Penanganan dilakukan secara menyeluruh, mengingat dampak yang ditimbulkan tidak hanya terjadi pada permukaan kulit, tetapi juga pada jaringan yang lebih dalam.

Salah satu bagian yang mengalami dampak cukup serius adalah mata korban.

Paparan zat kimia menyebabkan gangguan signifikan yang membutuhkan penanganan khusus oleh dokter spesialis.

Upaya medis difokuskan untuk mempertahankan fungsi penglihatan sekaligus mencegah terjadinya kerusakan permanen.

Baca Juga: Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM: 20 Persen Tubuh Meleleh Akibat Kimia Asam Kuat, Akankah Kembali Normal?

Selain penanganan pada mata, perawatan juga dilakukan pada area tubuh lain yang mengalami luka bakar.

Prosedur medis seperti pembersihan jaringan yang rusak hingga tindakan rekonstruksi menjadi bagian dari langkah yang diambil oleh tim dokter.

Semua proses ini dilakukan secara bertahap, menyesuaikan dengan kondisi pasien yang terus dipantau dari waktu ke waktu.

Komnas HAM menyebutkan bahwa pemulihan Andrie Yunus tidak dapat dilakukan secara cepat.

Baca Juga: Yang Benar Mana? Polisi dan TNI Beda Data Pelaku Kasus Air Keras Andrie Yunus, Ini Faktanya

Luka akibat zat kimia memiliki karakteristik yang kompleks, sehingga membutuhkan waktu penyembuhan yang lebih panjang dibandingkan luka pada umumnya.

Oleh karena itu, proses perawatan yang dijalani saat ini difokuskan pada stabilisasi kondisi serta pencegahan komplikasi lanjutan.

Tak hanya aspek fisik, kondisi psikologis korban juga menjadi perhatian penting.

Insiden yang dialami dinilai berpotensi menimbulkan dampak trauma, sehingga diperlukan pendampingan untuk membantu proses pemulihan mental.

Baca Juga: Siskaeee Sentil Polisi Soal Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus: 'Video Dewasaku Saja Cepat Ketangkep'

Pendekatan ini diharapkan dapat mendukung kesembuhan korban secara menyeluruh.

Dalam keterangannya, Komnas HAM menegaskan bahwa fase awal perawatan merupakan tahap yang paling krusial.

Pada periode ini, tim medis berupaya memastikan luka tidak berkembang menjadi lebih parah serta merespons pengobatan dengan baik.

Jika kondisi menunjukkan perkembangan positif, maka langkah perawatan lanjutan dapat dilakukan.

Baca Juga: Felix Siauw Kecam Teror Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Bandingkan dengan Kasus Novel Baswedan

Dukungan dari berbagai pihak juga terus mengalir untuk membantu proses pemulihan korban.

Hal ini mencakup dukungan moral hingga bantuan dalam penanganan medis yang membutuhkan biaya tidak sedikit.

Keberlanjutan perawatan menjadi faktor penting agar kondisi Andrie dapat terus membaik.

Hingga saat ini, Andrie Yunus masih berada dalam pengawasan ketat tim medis di RSCM.

Baca Juga: Siapa Andrie Yunus? Aktivis HAM KontraS yang Jadi Korban Penyiraman Air Keras di Jakarta

Meski berbagai tindakan telah dilakukan, proses penyembuhan dipastikan masih membutuhkan waktu.

Perawatan jangka panjang menjadi kunci utama dalam upaya mengembalikan kondisi korban agar dapat pulih secara optimal di masa mendatang.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.