Banten

Erupsi GUNUNG Semeru Mencekam, 178 Pendaki Terjebak di Ranu Kumbolo, Evakuasi Besar-Besaran Digelar Pagi Ini

Andi Syafriadi | 21 November 2025, 09:56 WIB
Erupsi GUNUNG Semeru Mencekam, 178 Pendaki Terjebak di Ranu Kumbolo, Evakuasi Besar-Besaran Digelar Pagi Ini

AKURAT BANTEN - Gunung Semeru kembali menunjukkan taringnya.

Pada Rabu, 19 November 2025, Semeru meletus, memicu kenaikan status menjadi Level IV (Awas).

Akibatnya, jalur pendakian ditutup total oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Di tengah kepanikan, terdapat 178 orang yang masih berada di Pos Ranu Kumbolo, salah satu titik pendakian populer sebelum puncak.

Baca Juga: TERKINI! Gawat Darurat Semeru, Kerugian Ekonomi Hingga Ratusan Ternak Mati: Status Awas Level IV, Sebanyak 1.156 Jiwa Mengungsi

Data resmi dari TNBTS menyebut komposisinya meliputi 137 pendaki, 1 petugas, 2 saver, 7 anggota PPGST (Pendamping Pendakian Gunung Semeru Terdaftar), 15 porter, serta 6 orang dari tim Kementerian Pariwisata.

Kepala Bagian Tata Usaha TNBTS, Septi Eka Wardhani, menyampaikan bahwa sejak erupsi, pihaknya meminta para pendaki untuk bermalam di Ranu Kumbolo untuk menghindari risiko turun malam.

Jalur kembali ke Ranupani dianggap sangat berbahaya karena kondisi hujan, kegelapan, dan potensi longsor.

Menurut Septi, evakuasi pada malam hari juga tidak direkomendasikan oleh pendamping pendakian karena pertimbangan keamanan.

Baca Juga: BREAKING! Gunung Semeru Meletus Dahsyat, Awan Panas 7 Km, Warga Diminta Siaga Total

Meski terjebak, para pendaki dilaporkan dalam kondisi aman saat malam.

TNBTS memastikan tidak ada korban jiwa dan telah berkoordinasi dengan tim penyelamat untuk evakuasi keesokan paginya.

Rencana evakuasi telah ditetapkan: besok pagi pukul 08.00 WIB, para pendaki akan turun menuju Pos Ranupani bersama pendamping dan petugas. 

Langkah evakuasi tersebut memang dipersiapkan serius oleh pemerintah.

Baca Juga: Gunung Semeru Terus Erupsi hingga 4 Kali dalam Sehari, Warga Diminta Menjauh

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengerahkan tim khusus, dipimpin oleh Deputi 1, untuk menangani evakuasi dan mengawasi tanggap darurat.

Sementara itu, Humas TNBTS, Endrip Wahyutama, menjelaskan bahwa posisi Ranu Kumbolo relatif aman dari risiko awan panas karena berada di sisi utara gunung.

Menurut dia, aliran awan panas terpantau bergerak ke arah tenggara selatan, sehingga risiko langsung ke Kumbolo dapat dikontrol untuk sementara.

Penutupan jalur pendakian juga dilakukan sebagai langkah pencegahan serius.

Baca Juga: Gunung Semeru Kembali Menggelegar: Letusan Setinggi 700 Meter Guncang Pagi di Jawa Timur

TNBTS menetapkan radius bahaya enam hingga delapan kilometer dari puncak, mengikuti rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Seluruh pendaki yang terjebak diminta tetap tenang, dan tim penyelamat dipersiapkan untuk mengevakuasi mereka pada pagi hari selanjutnya.

Bagi masyarakat Banten dan penggemar pendakian gunung, kejadian Semeru ini menjadi pengingat betapa pentingnya kesiapsiagaan dan disiplin terhadap peraturan pendakian.

Meski gunung menawarkan panorama luar biasa, risiko bencana alam tidak boleh diremehkan. Semoga seluruh pendaki selamat dan evakuasi berjalan lancar.

Baca Juga: BREAKING! Gunung Semeru Meletus Dahsyat, Awan Panas 7 Km, Warga Diminta Siaga Total

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.