Gempa Besar Guncang Bitung, Tsunami Sempat Terjadi Gedung KONI Rusak Parah

AKURAT BANTEN - Guncangan gempa bumi berkekuatan besar yang terjadi di wilayah Bitung memicu kepanikan warga dan menimbulkan dampak kerusakan di sejumlah daerah.
Peristiwa ini juga sempat memicu peringatan tsunami yang membuat masyarakat bergegas mencari tempat yang lebih aman.
Gempa yang berpusat di laut tersebut dirasakan cukup kuat hingga ke berbagai wilayah di Sulawesi Utara.
Getaran yang terjadi membuat warga berhamburan keluar rumah karena khawatir bangunan tempat mereka berada tidak mampu menahan guncangan.
Baca Juga: Gempa 7,6 Magnitudo Guncang Sulut, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami
Tak lama setelah gempa terjadi, peringatan dini tsunami sempat dikeluarkan oleh otoritas terkait.
Meski gelombang yang terdeteksi tidak terlalu besar, situasi tersebut tetap menimbulkan kepanikan, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan pesisir.
Banyak di antara mereka memilih mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi sebagai langkah antisipasi.
Dampak gempa terlihat jelas dari kerusakan sejumlah bangunan.
Baca Juga: Waspada Tsunami Indonesia Bagian Timur, BMKG Sebut karena Efek Gempa di Laut Filipina
Salah satu yang menjadi perhatian adalah rusaknya Gedung KONI Manado.
Bangunan tersebut mengalami kerusakan cukup parah, dengan beberapa bagian dilaporkan runtuh akibat kuatnya guncangan.
Kerusakan tidak hanya terjadi pada gedung tersebut.
Sejumlah fasilitas umum, rumah warga, serta bangunan lainnya juga mengalami dampak, mulai dari retakan hingga kerusakan yang lebih serius.
Baca Juga: Gempa Rusia Berpotensi Tsunami Sampai Indonesia, Kok Bisa?
Kondisi ini menambah kekhawatiran masyarakat yang masih trauma dengan kejadian tersebut.
Selain kerusakan material, gempa ini juga menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.
Beberapa orang dilaporkan mengalami cedera akibat tertimpa reruntuhan atau saat berusaha menyelamatkan diri.
Situasi darurat ini membuat tim penyelamat bergerak cepat untuk melakukan evakuasi dan memberikan bantuan kepada korban.
Baca Juga: Gempa Hari Ini Mengguncang Banten Subuh-subuh! Titiknya di Wilayah Bayah, Potensi Tsunami?
Aparat gabungan dari berbagai instansi langsung dikerahkan ke lokasi terdampak.
Mereka bekerja untuk memastikan keselamatan warga, mengevakuasi korban, serta mengamankan area yang berpotensi berbahaya.
Proses penanganan dilakukan secara intensif mengingat kemungkinan adanya gempa susulan.
Memang, setelah gempa utama terjadi, sejumlah gempa susulan masih dirasakan oleh masyarakat.
Baca Juga: Gempa Hari Ini Mengguncang Banten Subuh-subuh! Titiknya di Wilayah Bayah, Potensi Tsunami?
Hal ini membuat warga tetap waspada dan memilih berada di luar bangunan untuk sementara waktu.
Kekhawatiran akan guncangan lanjutan menjadi alasan utama mereka belum berani kembali ke dalam rumah.
Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa Indonesia merupakan wilayah rawan gempa karena berada di jalur cincin api.
Oleh karena itu, kesiapsiagaan menjadi hal yang sangat penting, baik dari sisi masyarakat maupun pemerintah.
Baca Juga: Gempa Hari Ini Mengguncang Banten Subuh-subuh! Titiknya di Wilayah Bayah, Potensi Tsunami?
Sistem peringatan dini yang cepat menjadi salah satu faktor penting dalam mengurangi risiko yang lebih besar.
Dalam kejadian ini, meski tsunami yang terjadi tergolong kecil, informasi yang cepat membuat warga memiliki waktu untuk melakukan evakuasi.
Ke depan, evaluasi terhadap ketahanan bangunan dan sistem mitigasi bencana menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.
Infrastruktur yang lebih kuat diharapkan mampu mengurangi dampak kerusakan jika gempa serupa kembali terjadi.
Baca Juga: Tidak Timbulkan Tsunami, Gempa Susulan 4,5 SR Yang Terjadi di Tuban
Bencana ini menjadi pengingat bahwa kesiapan menghadapi situasi darurat sangat penting.
Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan dampak dari bencana dapat diminimalkan dan keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026







