Banten

Sesar Lembang Berulah Sebabkan Gempa 1,7 Magnitudo di Bandung Barat, BMKG Umumkan Bahaya di Tanah Sunda?

Andi Syafriadi | 20 Agustus 2025, 14:46 WIB
Sesar Lembang Berulah Sebabkan Gempa 1,7 Magnitudo di Bandung Barat, BMKG Umumkan Bahaya di Tanah Sunda?

AKURAT BANTEN – Wilayah Kabupaten Bandung Barat dan sekitarnya diguncang gempa bumi tektonik pada Rabu (20/8/2025) sekitar pukul 12.28 WIB.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, kekuatan gempa tersebut mencapai magnitudo 1,7 dengan episenter di koordinat 6,81 LS dan 107,51 BT.

Baca Juga: Banjir Bantuan Sosial untuk Korban Gempa Poso, Kemensos Turun Tangan Cepat

Lokasi gempa berada di darat, tepatnya sekitar tiga kilometer barat laut Kabupaten Bandung Barat.

Kepala Stasiun BMKG Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa gempa yang terjadi berada pada kedalaman sepuluh kilometer.

Berdasarkan hasil analisis, gempa ini termasuk jenis gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas Sesar Lembang, salah satu patahan aktif yang melintasi wilayah Jawa Barat.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Lembang,” kata Teguh dalam keterangan resmi, Rabu siang.

Sejumlah warga melaporkan merasakan getaran meski relatif lemah. BMKG mencatat intensitas gempa berada pada skala II MMI.

Artinya, getaran dirasakan oleh beberapa orang, terutama yang berada di dalam ruangan, dan benda-benda ringan yang digantung ikut bergoyang.

Meski sempat menimbulkan kepanikan kecil, hingga berita ini diturunkan belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa.

“Hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut,” jelas Teguh.

Baca Juga: BMKG Gempa Terkini Umumkan Bandung Terguncang 4,6 SR, Warga Panik Takut Gempa Susulan

BMKG juga menegaskan bahwa hingga pukul 13.33 WIB, atau sekitar satu jam setelah gempa utama, tidak terdeteksi adanya gempa bumi susulan.

Kendati demikian, masyarakat tetap diminta waspada mengingat Sesar Lembang dikenal sebagai patahan aktif yang berpotensi memicu gempa dengan magnitudo lebih besar.

“Masyarakat diimbau tetap tenang dan meningkatkan mitigasi serta kewaspadaan, serta tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” tambah Teguh.

Sesar Lembang sudah lama menjadi perhatian para peneliti kebencanaan.

Baca Juga: Ancaman Tsunami dari Gempa Rusia, BNPB Imbau Warga Kosongkan Kawasan Pantai

Patahan yang membentang sekitar 29 kilometer dari Padalarang hingga Lembang ini dianggap salah satu sumber gempa paling berbahaya di Jawa Barat.

Aktivitasnya bahkan pernah dikaitkan dengan potensi gempa besar yang bisa berdampak hingga wilayah Bandung dan sekitarnya.

BMKG menekankan bahwa gempa kecil seperti yang terjadi hari ini perlu dijadikan pengingat bahwa aktivitas sesar masih berlangsung.

Meski magnitudonya hanya 1,7 dan tidak menimbulkan kerusakan, masyarakat diharapkan terus memperhatikan kesiapsiagaan bencana, khususnya dengan mengenali jalur evakuasi, menyiapkan tas darurat, dan memahami prosedur penyelamatan diri.

Pengalaman berbagai gempa di Indonesia menunjukkan bahwa mitigasi dan kesiapsiagaan dapat meminimalisir korban.

Oleh karena itu, BMKG kembali mengingatkan masyarakat Bandung Barat dan Jawa Barat secara umum untuk lebih peduli terhadap ancaman gempa bumi.

“Setiap gempa, sekecil apa pun, harus dijadikan pelajaran bahwa kita tinggal di wilayah rawan bencana. Masyarakat perlu tahu apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah gempa,” tutur Teguh.

Dengan adanya guncangan pada Rabu siang ini, publik kembali diingatkan akan pentingnya kewaspadaan terhadap Sesar Lembang.

Baca Juga: Pengumuman dari BMKG Gempa Bumi di Bekasi, Warga Panik! Berpotensi Tsunami?

Meski dampaknya relatif kecil, aktivitas patahan aktif ini tetap menjadi ancaman nyata yang harus diantisipasi bersama.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.