Viral Bocah SD Naik KRL Subuh dari Tangerang, Rano Karno Sampai Bilang, Ini Si Doel Asli

AKURAT BANTEN — Kisah mengharukan datang dari dunia pendidikan DKI Jakarta dan sekitarnya, yaitu perjuangan seorang bocah SD bernama Hafitar, yang viral karena setiap hari berangkat sekolah seorang diri naik KRL dari Tangerang menuju Klender, Jakarta Timur.
Usia masih SD, tetapi semangat dan kegigihannya menarik simpati publik hingga mengundang perhatian pejabat.
Hafitar tinggal di Tangerang setelah orang tuanya pindah, tetapi ia memutuskan tetap sekolah di SD di Klender, Jakarta Timur lingkungan sekolah lamanya.
Karena itu, setiap pagi sejak pukul 03.00 WIB, ia sudah berangkat dari rumah, melintasi jalur KRL Tangerang–Klender, bahkan harus transit dua kali.
Dari Cisauk ke Tanah Abang, lalu ke arah Bekasi, dan turun di Jatinegara sebelum akhirnya tiba di sekolah.
Perjalanan panjang itu dilakukan sendirian, rutin hari demi hari.
Video kepergiannya yang terekam dan beredar di media sosial sempat viral banyak yang terenyuh sekaligus takjub bahwa seorang bocah SD seberani dan setangguh itu hanya demi mengejar pendidikan.
Perjuangan Hafitar tak luput dari perhatian pejabat: Rano Karno, Wakil Gubernur DKI Jakarta, mengundang bocah itu ke Balai Kota Jakarta pada Jumat, 28 November 2025.
Dalam pertemuan itu, Rano menyambut Hafitar dengan hangat menyebutnya sebagai “Si Doel asli”, julukan tokoh populer yang diperankannya dulu.
Rano bahkan mengajak Hafitar duduk di kursi kerjanya, mengapresiasi semangatnya, dan berharap suatu hari bocah ini bisa menjadi pemimpin, bahkan “Wagub Jakarta masa depan.”
Tak hanya penghargaan moral: Rano mengajak Hafitar makan siang bersama pemain klub sepak bola ibu kota, dan memberinya hadiah jersey dan bola bertanda tangan sebagai bentuk dukungan dan apresiasi.
Menindaklanjuti viralnya kisah tersebut, pemerintah kota setempat, khususnya Pemkot Jakarta Timur, bergerak untuk mencarikan solusi bagi Hafitar.
Anak tersebut akan dipindahkan mengikuti orang tuanya ke Tangerang, sehingga ia tidak perlu lagi menempuh perjalanan ekstrem setiap hari.
Untuk sementara, ia dititipkan di rumah orang tua teman dekat (bestie) supaya bisa tetap sekolah dengan lebih aman.
Sambil menunggu perpindahan resmi, Pemkot juga membantu kebutuhan sekolahnya seperti perlengkapan belajar dan memastikan agar hak pendidikan dan keselamatannya tetap dijamin.
Kasus Hafitar menyentil banyak hal penting:
Baca Juga: Biaya Tarif KRL Solo-Jogja Lebaran Naik? Coba Bayar Pakai KMT Langsung Tap
- Semangat belajar dan pengorbanan: Bahwa ada anak sedemikian gigih demi mengejar pendidikan, bahkan melawan jarak dan waktu sejak subuh.
- Perhatian terhadap keselamatan anak: Perjalanan jauh sendirian oleh anak di bawah umur jelas membawa risiko, dan menjadi tanggung jawab bersama orang tua, sekolah, hingga pemerintah.
- Respons sosial dan kemanusiaan: Viral bukan sekadar pencitraan; perhatian publik dan pemerintah bisa menjadi jembatan bagi solusi nyata bagi anak dan keluarganya.
- Akses dan pemerataan pendidikan: Membuka diskusi tentang kemudahan akses pendidikan bagi warga yang berpindah domisili agar mereka tak harus memilih antara sekolah atau jarak rumah.
Baca Juga: Diduga Bunuh Diri, Seorang Pria Melompat saat KRL Melintas di Stasiun Depok
Semoga langkah pemindahan dan pendampingan untuk Hafitar segera tuntas, dan ia bisa belajar dengan nyaman tanpa harus menempuh perjalanan berisiko lagi.
Lebih jauh, kisah ini menjadi pengingat penting bagi kita semua bahwa hak terhadap pendidikan mesti diiringi ikhtiar, kepedulian, dan sistem yang mendukung agar tak ada anak yang terhalang karena jarak atau mobilitas keluarga.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 5Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 6Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 7Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 8Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!









