Banten

Profil Haji Manaf Zubaidi Bukan Orang Sembarangan, Pantas Mantan Jaksa Ini Berani Tampar Keras Dedi Mulyadi

Andi Syafriadi | 17 November 2025, 08:01 WIB
Profil Haji Manaf Zubaidi Bukan Orang Sembarangan, Pantas Mantan Jaksa Ini Berani Tampar Keras Dedi Mulyadi

AKURAT BANTEN - Di tengah sorotan publik atas kejadian ketika Haji Manaf Zubaidi “mendamprat” Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, di Karawang muncul fakta menarik mengenai jejak karier Manaf.

Ia ternyata bukan sosok sembarangan: di masa lalu, ia pernah menjabat sebagai jaksa dan menanganinya sejumlah kasus penting.

Manaf Zubaidi, yang sekarang banyak dikenal karena keberaniannya menegur pejabat publik secara terbuka, memiliki latar belakang profesi hukum.

Ia pernah menjabat sebagai jaksa dan memiliki pengalaman menangani perkara‐perkara yang menuntut kredibilitas tinggi.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Pede Ekonomi Jabar Ngebut, Sebut Jalan Mulus dan Transparansi Jadi Kuncinya

Di kalangan internal kejaksaan, nama Manaf pernah muncul terkait penanganan kasus yang melibatkan tokoh besar dan institusi strategis.

Kariernya di kejaksaan memberi ia pemahaman mendalam soal mekanisme hukum dan posisi orang‐orang yang berada dalam sorotan publik.

Hal ini pula yang kemudian memberikan pijakan bagi keberaniannya bertindak secara terbuka terhadap pejabat publik seperti Gubernur Dedi Mulyadi.

Kejadian yang membuat Manaf jadi viral terjadi saat ia menghadiri suatu forum di Kabupaten Karawang dan secara tiba‐tiba menegur keras Gubernur Dedi Mulyadi terkait persoalan ruko dan tanah yang diduga tersangkut konflik pelayanan publik.

Baca Juga: DUKA CIKEMBAR! Dedi Mulyadi Turun Tangan, Perintah Usut Tuntas Kasus yang Gemparkan Publik, Siswi MTs Sukabumi Tewas Diduga Bunuh Diri Korban Bullying

Intinya Manaf menyampaikan keberatan secara lugas dan keras, menunjukkan bahwa ia tak lagi dalam posisi pasif.

Momen tersebut menarik perhatian media dan publik karena simbolik.

Seorang mantan jaksa yang tak lagi menjabat tiba‐tiba “turun” ke ruang publik dan menegur pejabat sebesar Gubernur.

Keberanian ini tak lepas dari rekam jejak profesinya yang dibawa ke level sosial dan politik.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Sidak Aqua Air Minum Bukan dari Pegunungan Asli, Danone Langsung Balas Ucapan Nyelekit KDM

Ada beberapa faktor yang membuat Manaf merasa memiliki “hak moral” untuk berbicara secara terbuka:

Sebagai mantan jaksa yang pernah menangani kasus‐kasus besar, ia menguasai seluk‐beluk hukum dan memahami posisi pejabat publik dalam kerangka pengawasan.

 

Manaf tampak memiliki kepedulian terhadap persoalan masyarakat, terutama yang menyangkut transparansi layanan publik dan kepemilikan lahan/rumah toko (ruko).

Pengalaman masa lalu membentuk mindset bahwa pejabat harus akuntabel.

Baca Juga: Harta Purbaya Yudhi Sadewa Pukul Telak Dedi Mulyadi Usai Sang Gubernur Jabar Berani Main Data dengan Sang Menteri Keuangan

 

Kehadirannya di acara pemerintah dan komunitas di Karawang menunjukkan bahwa ia punya jaringan dan keberanian untuk bersikap tegas tanpa merasa terpinggirkan.

Sikap terbuka seperti yang ditunjukkan Manaf bisa menuai respons positif tapi juga tantangan:

Haji Manaf Zubaidi adalah sosok di luar kebanyakan: mantan jaksa yang memilih untuk aktif bersuara dalam ranah publik.

Momen “pendampratan” terhadap Gubernur Dedi Mulyadi di Karawang bukan sekadar insiden tunggal, melainkan manifestasi dari pengalaman masa lalu, kesadaran sosial, dan keberanian untuk menegakkan prinsip akuntabilitas.

Baca Juga: Surat Cinta Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi Ditolak! Alasan Kokom Bikin Ngakak ...

Bagi publik di Banten, kisah Manaf memberikan inspirasi bahwa peran masyarakat dalam mengawasi pejabat bisa datang dari siapa saja termasuk mereka yang berlatar belakang hukum dan kini memilih bersuara.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.