Banten

Bahaya atau Tidak? Komet Antarbintang 3I/ATLAS Melintas Dekat Bumi, Fakta Mengejutkan Terungkap

Andi Syafriadi | 30 November 2025, 06:13 WIB
Bahaya atau Tidak? Komet Antarbintang 3I/ATLAS Melintas Dekat Bumi, Fakta Mengejutkan Terungkap

AKURAT BANTEN - Pada Juli 2025, dunia astronomi kembali dikejutkan oleh penemuan sebuah objek antarbintang yang memasuki tata surya kita: 3I/ATLAS.

Objek ini dinyatakan sebagai komet bukan bagian dari tata surya kita melainkan pelancong dari luar galaksi.

3I/ATLAS ditemukan pada 1 Juli 2025 oleh sistem survei ATLAS (Asteroid Terrestrial‑impact Last Alert System) di Chile. 

Karena lintasannya sangat hiperbolik (bukan orbit elips seperti planet atau komet biasa), benda ini dikategorikan sebagai objek “antarbintang” (interstellar), pertamakali memasuki tata surya kita. 

Baca Juga: Suar Matahari Terbesar 2025 Waspada Bisa Jadi Ancaman Gangguan Di Bumi, Indonesia Terdampak?

Kecepatannya sangat tinggi saat dekat Matahari, 3I/ATLAS dilaporkan melaju dengan kecepatan sekitar 221.000 km/jam (sekitar 61 km/detik). 

Observasi dari berbagai teleskop, termasuk satelit dan wahana antariksa seperti yang dilakukan agensi antariksa Eropa ESA membantu memetakan lintasannya dengan akurat. 

Berdasarkan pengamatan dan analisis para astronom serta badan antariksa:

Trajektori 3I/ATLAS tidak membawa komet ini melewati jalur dekat Bumi.

Baca Juga: 2 Agustus Gerhana Matahari Total, Benua Asia Kena Dampaknya, Indonesia Juga?

Titik terdekatnya ke Bumi diprediksi pada 19 Desember 2025 diperkirakan berada pada jarak sekitar 1,8 AU (sekitar 270 juta kilometer) dari Bumi.

Karena itu, tidak ada risiko tumbukan dengan Bumi.

Agensi‑agensi antariksa, termasuk ESA, menegaskan bahwa 3I/ATLAS tidak menimbulkan ancaman bagi planet kita.

Dengan demikian, dari aspek orbit dan jarak, 3I/ATLAS tergolong aman tidak “mengarahkan” jalannya ke Bumi.

Baca Juga: Ibu Hamil Tidak Boleh Lihat Gerhana Matahari 29 Maret 2025, Waspada Cacat Lahir?

Meskipun tidak membahayakan Bumi secara langsung, kehadiran 3I/ATLAS tetap sangat penting dan menarik bagi komunitas ilmuwan karena beberapa alasan:

Objek ini memberi kita kesempatan langka untuk mempelajari materi dari luar tata surya baik struktur, komposisi kimia, maupun sejarah asal-usulnya. 

Studi terbaru menunjukkan komet ini memiliki karakteristik unik, berbeda dengan komet yang terbentuk di sekitar Matahari kita misalnya kandungan gas, debu, dan jejak kimia yang bisa berbeda. 

 Karena berasal dari luar tata surya dan memiliki orbit hiperbolik, 3I/ATLAS bisa menjadi “pintu” untuk memahami bagaimana sistem planet lain terbentuk, serta keberagaman benda langit di galaksi kita.

Baca Juga: Gerhana Matahari 8 April 2024 : Ini Waktu, Durasi, dan Lokasi untuk Melihatnya

Meskipun sempat menimbulkan keresahan bagi sebagian publik karena istilah “antarbintang” dan popularitas teori luar angkasa, fakta ilmiah menunjukkan bahwa 3I/ATLAS tidak menimbulkan ancaman bagi Bumi.

Orbitnya telah dihitung secara matang, dan jarak terdekat ke Bumi tetap jauh.

Namun demikian, 3I/ATLAS merupakan harta ilmiah. Ia membuka peluang bagi manusia untuk mempelajari materi dan kondisi dari luar tata surya sesuatu yang sangat langka terjadi.

Bagi kita di Bumi termasuk di Indonesia berita seperti ini mengingatkan bahwa alam semesta luas dan penuh misteri, dan setiap penemuan memberi kita jendela baru untuk memahami asal-usul dan posisi kita di galaksi.

Baca Juga: Gerhana Matahari 8 April 2024 : Ini Waktu, Durasi, dan Lokasi untuk Melihatnya

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.