Banten

2 MINGGU TAK MAKAN DAGING! Pecah Tangis Korban Banjir Aceh Tamiang saat Nikmati Hidangan Mewah dari Influencer, King Abdi !

Saeful Anwar | 12 Desember 2025, 20:18 WIB
2 MINGGU TAK MAKAN DAGING! Pecah Tangis Korban Banjir Aceh Tamiang saat Nikmati Hidangan Mewah dari Influencer, King Abdi !

AKURAT BANTEN – Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Aceh Tamiang pada akhir November 2025 lalu meninggalkan duka mendalam. Selain kehilangan harta benda, para pengungsi harus menghadapi cobaan berat: kelaparan hebat.

Di tengah kepiluan itu, secercah harapan datang dari dunia maya. Seorang influencer kuliner ternama, Amrizal Nuril Abdi alias King Abdi, turun tangan langsung menyajikan hidangan super mewah dan melimpah.

Momen haru tak terhindarkan, bahkan membuat para korban tak kuasa menahan air mata saat menyantap hidangan yang sudah dua minggu tak mereka cicipi.

Baca Juga: HEBOH LUWU UTARA! Setelah 30 Tahun Dikubur, Jenazah Zainuddin Ditemukan UTUH Bak Baru Meninggal, Kain Kafan Masih Bersih!

King Abdi Masak 6.000 Porsi: Daging Sapi, Ayam, dan Udang untuk Korban

Melalui akun Instagram pribadinya, King Abdi (@kingabdi_jajanmercon) membagikan momen kemanusiaan ini.

Ia tak main-main, menyajikan makanan dalam porsi raksasa untuk ribuan pengungsi.

"Makan besar 6.000 porsi bersama King Abdi untuk korban banjir bandang di Aceh Tamiang," tulis King Abdi pada Jumat, 12 Desember 2025.

Bukan sekadar nasi bungkus biasa, jebolan MasterChef Indonesia (MCI) 10 yang kini menjadi pengusaha kuliner sukses ini menyajikan menu lengkap: daging sapi, ayam, udang, dan sayur—sebuah hidangan yang jauh dari kata 'bantuan darurat' biasa.

Para relawan yang juga merupakan korban banjir, turut bahu-membahu membantu memasak sejak sore hari.

Baca Juga: Kontroversi DA7 Top 4 Memanas! 'Sultan Madura' Kecewa Berat, Ancam Setop Kirim Virtual Gift untuk Valen Pamekasan

Cerita Pilu yang Bikin Trenyuh: "Dua Minggu Baru Makan Daging"

Momen paling menghunjam hati terekam saat King Abdi mendapati respons para korban.

Saat menikmati hidangan mewah itu, seorang ibu tak kuasa menahan tangisnya.

Ia terlihat menyantap sepotong daging sapi sambil sesenggukan. Ketika ditanya, jawabannya sungguh memilukan.

"Dua minggu baru makan daging," ungkap seorang ibu yang juga menjadi korban bencana banjir bandang di Aceh Tamiang itu.

Kisah ini menjadi cerminan nyata betapa sulitnya akses pangan bergizi bagi para pengungsi yang sudah berhari-hari hanya bergantung pada bantuan seadanya.

Air mata yang tumpah itu adalah campuran dari rasa syukur, lega, dan kepedihan yang terpendam.

Baca Juga: KALIBATA MEMBARA! Duel Maut Matel Lawan Massa Berujung Pembakaran Kios, 2 Nyawa Melayang

Lapar Hebat, Tapi Tidak Serakah: Mengambil Sedikit Agar Semua Kebagian

Hal lain yang menarik simpati King Abdi adalah sikap mulia yang ditunjukkan para pengungsi. Meski dilanda kelaparan hebat, mereka menunjukkan hati yang lapang dan tidak serakah.

"Mereka lapar tapi mereka mendahulukan yang lain... Mereka tidak serakah, banyak yang mengambil sedikit makanan dengan masakan kami yang super melimpah," cerita King Abdi.

Ketika ditanya mengapa hanya mengambil porsi kecil, jawaban mereka kian membuat haru.

"Ketika kami tanya, 'kenapa makannya sedikit?' mereka menjawab dengan senyum, biar semua kebagian," terang King Abdi.

Sikap empati dan gotong royong ini menunjukkan ketabahan luar biasa di tengah penderitaan. Mereka yang kehilangan segalanya, justru menunjukkan kekayaan hati.

Baca Juga: DRAMATIS! Aksi Heroik Gajah Sumatra Selamatkan Harimau di Tengah Banjir Bandang, Momen Langka yang Mengguncang Media Sosial!

Hanya Masjid dan Terpal: King Abdi Soroti Penderitaan Para Korban

Sebelum momen makan besar, King Abdi sempat membagikan curhatan pilu yang dialami para korban di Aceh Tamiang. Penderitaan mereka bukan hanya soal fisik, tapi juga mental.

"Ini jelas, mereka tidak butuh apa-apa, mereka hanya butuh kepastian besok apakah ada yang masih bisa dimakan?" tulis King Abdi pada Kamis, 11 Desember 2025.

Sang influencer juga menyoroti kondisi tempat berlindung para pengungsi.

"Hanya masjid dan terpal, mereka berteduh. Hanya baju dan tempelan lumpur sisa kepedihan dan luka yang masih sangat basah," ungkapnya.

King Abdi menutup ceritanya dengan sebuah pesan tegas: "(Derita korban) tidak akan hilang dalam waktu sekejap."

Upaya King Abdi ini menjadi pengingat penting bahwa dukungan pangan bergizi, terutama bagi kelompok rentan, adalah prioritas utama pascabencana.

Lebih dari sekadar bantuan, ini adalah bentuk empati yang mengembalikan martabat para korban (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman