Terbongkar Alasan Sebenarnya Khairun Nisa Menyamar Jadi Pramugari Batik Air, Bermula dari Uang Rp30 Juta

AKURAT BANTEN - Kasus penyamaran pramugari Batik Air yang sempat viral di media sosial akhirnya menemui titik terang.
Perempuan bernama Khairun Nisa diketahui bukan sekadar nekat atau iseng, melainkan korban penipuan lowongan kerja yang membuatnya kehilangan uang dalam jumlah besar.
Khairun Nisa sebelumnya bercita-cita menjadi pramugari.
Ia mengikuti proses seleksi resmi dan bahkan rela datang jauh ke Jakarta demi mengejar impiannya.
Namun, kegagalan dalam tahapan seleksi membuatnya berada di situasi sulit secara mental dan emosional.
Di tengah kondisi tersebut, Nisa justru bertemu dengan pihak yang mengaku bisa meloloskannya menjadi pramugari dengan syarat membayar sejumlah uang.
Tanpa menyadari bahwa itu adalah modus penipuan, Nisa akhirnya menyerahkan uang hingga Rp30 juta dengan harapan bisa diterima bekerja di maskapai penerbangan.
Sayangnya, janji tersebut tidak pernah terwujud.
Baca Juga: KNKT Temukan 2 Pilot Batik Air Tertidur saat Penerbangan ke Jakarta
Orang yang menjanjikan pekerjaan itu menghilang, sementara uang yang sudah diserahkan tidak kembali.
Nisa pun diliputi rasa kecewa, panik, dan malu kepada keluarga karena telah kehilangan uang dalam jumlah besar tanpa hasil.
Rasa malu itulah yang mendorongnya mengambil langkah keliru.
Ia memutuskan menyamar sebagai pramugari Batik Air dengan mengenakan seragam dan atribut palsu.
Baca Juga: Viral! Anggota DPRD Diduga Cekik Pramugari Wings Air Gara-Gara Koper, Maskapai Tempuh Jalur Hukum!
Niat awalnya bukan untuk melakukan tindak kriminal besar, melainkan sekadar menutupi kegagalan dan meyakinkan keluarga bahwa dirinya telah berhasil meraih pekerjaan impian.
Aksi penyamaran tersebut berlangsung hingga ia berada di lingkungan bandara dan penerbangan.
Namun, kejanggalan akhirnya terdeteksi dan kasus ini pun mencuat ke publik.
Foto-foto Nisa dengan seragam pramugari tersebar luas di media sosial dan menuai beragam reaksi dari warganet.
Pihak kepolisian kemudian mengungkap bahwa motif utama tindakan Nisa adalah tekanan psikologis akibat menjadi korban penipuan, bukan niat jahat untuk membahayakan penerbangan.
Meski demikian, perbuatannya tetap diproses sesuai hukum karena menyangkut penyalahgunaan atribut resmi maskapai.
Kasus ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat, khususnya para pencari kerja, agar tidak mudah percaya pada tawaran pekerjaan yang meminta sejumlah uang.
Proses rekrutmen resmi tidak pernah memungut biaya, terlebih dengan iming-iming kelulusan instan.
Baca Juga: Polisi Tangkap Germo Prostitusi Selebgram dan Eks Pramugari di Bogor
Bagi otoritas bandara dan maskapai, peristiwa ini juga menjadi bahan evaluasi penting untuk memperketat pengawasan dan verifikasi identitas demi menjaga keamanan penerbangan.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”










