ISRAEL Membabi-buta, Kronologi 3 Hari Paling Mengerikan: Israel Serang 6 Negara, Ribuan Korban Berjatuhan

AKURAT BANTEN-Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih. Dalam rentang waktu tiga hari yang mengejutkan, Israel melancarkan serangan terhadap enam negara Arab, memicu gelombang kekhawatiran dan kecaman internasional.
Serangan yang diklaim Israel sebagai upaya melumpuhkan kelompok Hamas di Gaza, justru memicu kekerasan yang meluas, menjerumuskan kawasan itu ke dalam pusaran konflik yang lebih dalam.
Berikut adalah rincian serangan-serangan yang telah mengubah lanskap politik dan keamanan di Timur Tengah.
Baca Juga: 23 Mata Elang Ditangkap di Tangerang: Polisi Beberkan Aturan yang Bikin Mata Elang Tak Berkutik
1. Pembantaian Berdarah di Gaza, Palestina
Serangan Israel terhadap Gaza tak menunjukkan tanda-tanda mereda. Dalam beberapa hari terakhir, sedikitnya 150 orang tewas dan lebih dari 540 lainnya terluka.
Data dari berbagai sumber, termasuk Al Jazeera, mengindikasikan bahwa serangan ini telah menewaskan warga sipil, termasuk anak-anak dan mereka yang sedang mencari bantuan.
Situasi di Gaza semakin mengerikan. Lebih dari 1,3 juta penduduk terkepung di Kota Gaza, menghadapi pemboman tanpa henti.
Sejak dimulainya operasi ini, lebih dari 64.000 warga Palestina telah menjadi korban, di mana 20.000 di antaranya adalah anak-anak.
Kekerasan brutal ini telah memicu tuduhan genosida dari banyak akademisi dan aktivis.
Mahkamah Pidana Internasional (ICC) bahkan telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, atas dugaan kejahatan perang.
Baca Juga: ASDP Ubah Pelabuhan Merak & Bakauheni Jadi 'Green Port,' Apa Saja Inovasinya?
2. Pelanggaran Gencatan Senjata di Lebanon
Israel mengklaim telah menyerang depot senjata dan fasilitas militer Hizbullah di Lebanon.
Meskipun klaim ini belum dapat diverifikasi secara independen, serangan ini menandai pelanggaran serius terhadap perjanjian gencatan senjata yang ditandatangani November lalu.
Eskalasi ini memperburuk konflik yang telah lama membara antara Israel dan Hizbullah, yang merupakan musuh bebuyutan.
Serangan di Lebanon menunjukkan bahwa cakupan operasi militer Israel kini meluas hingga ke luar perbatasan langsungnya, menciptakan kekhawatiran akan stabilitas regional.
3. Serangan Udara terhadap Kedaulatan Suriah
Pesawat tempur Israel melancarkan serangan terhadap pangkalan angkatan udara di Homs dan barak militer di dekat Latakia, Suriah.
Kementerian Luar Negeri Suriah mengecam serangan ini sebagai "pelanggaran terang-terangan" terhadap kedaulatan negara mereka.
Ironisnya, serangan ini terjadi di tengah-tengah pembicaraan damai antara Israel dan Suriah.
Serangan terbaru ini membuktikan bahwa upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan belum berhasil, dan Israel terus melanjutkan tindakan agresifnya di wilayah tersebut.
Baca Juga: Bukan Sulit, Ini 5 Trik Menanam Bonsai agar Indah dan Sehat
4. Serangan Drone Terhadap Misi Kemanusiaan di Tunisia
Di Tunisia, Israel dituduh melancarkan dua serangan pesawat tak berawak terhadap Global Sumud Flotilla, sebuah misi damai yang bertujuan menembus blokade Gaza.
Serangan terhadap armada sipil ini menimbulkan pertanyaan serius tentang keamanan misi kemanusiaan.
Tindakan ini menunjukkan taktik baru dalam upaya Israel untuk mempertahankan blokade Gaza, bahkan dengan menyerang armada sipil di negara lain.
Peristiwa ini memicu kecaman keras dari berbagai pihak yang peduli terhadap keselamatan warga sipil dan para relawan kemanusiaan.
5. Menargetkan Negosiator di Qatar, Ribuan Kilometer dari Israel
Serangan terhadap Qatar adalah yang pertama kalinya Israel menyerang negara Teluk kecil itu.
Serangan yang menargetkan tim negosiasi Hamas ini terjadi ketika para pemimpin senior Hamas sedang mendiskusikan proposal gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat.
Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, mengecam serangan tersebut sebagai "terorisme negara" dan menuduh Netanyahu memimpin kawasan itu ke dalam "kekacauan."
Serangan ini telah mengguncang negara-negara Teluk lainnya, memaksa mereka bersatu mendukung Qatar dan mempertanyakan kelanjutan proses normalisasi dengan Israel.
6. Menghancurkan Yaman, Merenggut Nyawa Warga Sipil
Israel juga melancarkan serangan udara di ibu kota Yaman, Sanaa, dan provinsi al-Jawf, menewaskan sedikitnya 35 orang dan melukai 131 lainnya.
Menurut Kementerian Kesehatan Yaman, serangan ini menghantam area sipil dan fasilitas vital, termasuk rumah sakit dan kompleks pemerintahan.
Serangan ini bukan yang pertama kalinya. Israel telah berulang kali mengebom Yaman, menewaskan warga sipil dan merusak infrastruktur.
Serangan ini menunjukkan bahwa konflik Israel-Hamas telah meluas jauh melampaui perbatasan geografisnya.
Serangan Israel terhadap enam negara dalam tiga hari ini telah menciptakan situasi yang sangat berbahaya di Timur Tengah.
Dengan menargetkan misi kemanusiaan, menyerang mediator perdamaian, dan melanggar kedaulatan negara lain, Israel telah memicu kekerasan yang berpotensi memicu konflik yang lebih besar.
Dunia kini menahan napas, menunggu apakah eskalasi ini akan menjadi pemicu perang besar-besaran di Timur Tengah, atau apakah diplomasi akan mampu menghentikan gelombang kekerasan yang semakin tak terkendali (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










