Banten

Netanyahu Kepanasan Negara Barat Akui Palestina, Ucap Kata-kata Mengerikan untuk Dunia

Andi Syafriadi | 22 September 2025, 12:19 WIB
Netanyahu Kepanasan Negara Barat Akui Palestina, Ucap Kata-kata Mengerikan untuk Dunia

AKURAT BANTEN - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, melontarkan kecaman keras terhadap langkah empat negara Barat termasuk Inggris, Australia, Kanada, dan satu negara lain yang secara resmi telah mengakui eksistensi negara Palestina.

Ia menyebut pengakuan tersebut sebagai “propaganda palsu” dan menyatakan bahwa Israel akan melawannya di arena Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Netanyahu tidak hanya menolak pengakuan ini secara diplomatik, tetapi juga menegaskan bahwa negara Palestina tidak akan pernah didirikan di sebelah barat Sungai Yordan.

 Ia menyatakan bahwa pengakuan yang diberikan oleh Inggris, Kanada, Australia, dan negara Barat lainnya kepada Palestina adalah sebuah hadiah bagi apa yang ia sebut sebagai “teror”. 

Baca Juga: Dikepung Massa, Netanyahu Pilih Tinggalkan Rumah Saat Gelombang Protes Membara di Yerusalem

Selain itu, Netanyahu mengumumkan bahwa Israel akan memperluas operasi di wilayah Tepi Barat dan memperkuat pemukiman Yahudi di wilayah Yudea dan Samaria (istilah Israel untuk Tepi Barat) sebagai reaksi atas langkah internasional tersebut. 

Negara-negara tersebut mengemukakan bahwa pengakuan negara Palestina adalah bagian dari upaya untuk mendukung solusi dua negara suatu pendekatan yang lama dibicarakan dalam konteks konflik Israel-Palestina.

Inggris, misalnya, menyebut bahwa pengakuan tersebut dimaksudkan untuk menghidupkan kembali harapan perdamaian.

 Australia juga menyatakan pengakuan mereka sebagai dukungan terhadap aspirasi rakyat Palestina untuk memiliki negara yang merdeka dan berdaulat.

Baca Juga: Trump Membela Netanyahu: Perburuan Penyihir Politik yang Menghina Keadilan

 Kanada turut bergabung, menyuarakan bahwa pengakuan Palestina adalah bagian dari usaha internasional untuk membangun masa depan damai bagi kedua negara: Israel dan Palestina.

Diplomasi Internasional: Pengakuan negara Palestina oleh beberapa negara Barat bisa memperkuat posisi diplomatik Palestina di forum-forum internasional seperti PBB.

Namun, respons seperti yang dilontarkan Netanyahu bisa juga memperuncing konflik diplomatik. 

 

Perluasan Pemukiman: Netanyahu mengindikasikan bahwa pemukiman-pemukiman Yahudi di Tepi Barat akan diperluas, yang selama ini menjadi salah satu sumber kontroversi di arena internasional dan konflik Israel–Palestina. 

 

Retorika dan Ketegangan: Menolak pengakuan secara tegas dan menyebutnya sebagai “teror” atau propaganda bisa semakin memperdalam konflik retorika, yang berpotensi berdampak ke keamanan di lapangan. 

Netanyahu menolak keras pengakuan Palestina oleh beberapa negara Barat, menyebutnya propaganda dan menjanjikan perlawanan diplomatik di PBB.

Di sisi lain, Inggris, Kanada, Australia dan negara lain yang ikut menyambut pengakuan tersebut melihatnya sebagai langkah menuju solusi dua negara.

Baca Juga: HEBOH! Video Netanyahu Ancam Hancurkan Indonesia Setelah Iran Bikin Geger, Ini FAKTA SEBENARNYA yang Wajib Kamu Tahu!

Bagi warga Banten dan Indonesia, ini bukan hanya persoalan internasional yang jauh, tetapi juga refleksi sikap moral, diplomasi, dan peran media dalam membentuk opini publik tentang konflik yang dampaknya melintasi batas-batas geografis.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.