Hubungan Memanas! Kadin China Kirim Surat 'Peringatan' ke Prabowo: Keluhkan Pungli Hingga Aturan Mencekik!

AKURAT BANTEN– Sebuah "bom" diplomatik ekonomi baru saja mendarat di meja Presiden Prabowo Subianto.
Kamar Dagang China (CCC) secara resmi melayangkan surat peringatan keras yang membongkar sisi gelap iklim investasi di Indonesia.
Tak tanggung-tanggung, mereka blak-blakan mengeluhkan praktik pungutan liar (pungli), pemerasan, hingga regulasi yang dianggap "mencekik" kelangsungan bisnis mereka.
Langkah ini tergolong langka dan berani, mengingat China adalah salah satu investor terbesar dalam proyek strategis nasional, terutama di sektor hilirisasi nikel.
Surat yang Mengguncang Istana
Dalam dokumen yang bocor ke publik, Kadin China mengungkapkan bahwa para pengusaha dari Negeri Panda merasa sedang berada di titik nadir.
Mereka merasa tidak lagi mendapatkan kepastian hukum, melainkan justru menjadi sasaran empuk oknum-oknum otoritas.
Berikut adalah poin-poin "pedas" yang menjadi inti kegelisahan mereka:
Praktik Pemerasan & Pungli: Investor mengaku sering dihantui oleh pemeriksaan pajak yang agresif dan ancaman denda fantastis yang ujung-ujungnya bermuara pada permintaan "uang pelicin".
Regulasi yang "Bongkar Pasang": Kebijakan pajak dan royalti mineral yang naik berkali-kali dalam waktu singkat dianggap merusak kalkulasi bisnis jangka panjang.
Jeratan Devisa (DHE): Aturan wajib parkir dolar di dalam negeri dianggap mengganggu arus kas perusahaan yang memiliki kewajiban utang luar negeri.
Pajak dan biaya-biaya terus dinaikkan berulang kali. Penegakan hukum yang agresif terhadap perusahaan-perusahaan China telah menciptakan kepanikan massal dan merusak kepercayaan kami untuk berinvestasi jangka panjang di Indonesia.
— Kutipan Surat Kamar Dagang China (CCC)
Sentilan Keras untuk Hilirisasi
Sektor nikel yang selama ini menjadi kebanggaan Indonesia kini berada di ujung tanduk.
Kadin China menyoroti masalah kuota RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya) yang carut-marut.
Akibatnya, banyak smelter yang kekurangan bahan baku dan terpaksa beroperasi di bawah kapasitas.
Lebih jauh lagi, tindakan Satgas Penertiban Kawasan Hutan dianggap terlalu represif.
Alih-alih melakukan pembinaan, satgas dianggap lebih sering memberikan sanksi administratif yang berat tanpa solusi transisi yang jelas bagi pengusaha.
Respons Pemerintah: Tegas atau Melunak?
Merespons surat panas tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tampak tetap tenang namun tegas.
Ia menekankan bahwa kedaulatan hukum Indonesia tidak bisa ditawar demi alasan investasi semata.
"Kalau bisnisnya legal, tidak perlu takut. Kalau ada yang ilegal, ya harus bayar supaya jadi legal. Indonesia butuh investasi, tapi kita juga butuh kepatuhan aturan," ujar Purbaya menanggapi isu tersebut (13/5).
Baca Juga: Bertentangan dengan Aturan, Reklame Bando di Kota Serang Tetap Membentang
Akankah Investor China "Angkat Kaki"?
Surat ini adalah sinyal bahaya bagi pemerintahan Prabowo Subianto.
Jika tidak ditangani dengan diplomasi yang apik, Indonesia berisiko kehilangan momentum pertumbuhan ekonomi.
Namun, ini juga menjadi momentum bagi Presiden Prabowo untuk menyapu bersih oknum-oknum "tikus" birokrasi yang gemar memeras investor.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Jerman Peringatkan Rusia Bisa Ancam NATO pada 2029, Eropa Mulai Siaga Perang
- 10Tiga Kartu Merah dan Dua Gol, Meksiko Buka Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan






