Banten

Siapa Berani Korupsi Dana Makan Gratis? Mentan Amran: Tidak Ada Ampun, Langsung Masuk Penjara!

Abdurahman | 14 Mei 2026, 12:07 WIB
Siapa Berani Korupsi Dana Makan Gratis? Mentan Amran: Tidak Ada Ampun, Langsung Masuk Penjara!
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberi keterangan kepada awak media mengenai perberasan nasional di Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Serpong, di Tengerang, Banten, Senin (3/11/2025). ANTARA/Harianto

AKURAT BANTEN– Atmosfer di Gudang Bulog Surabaya seketika memanas saat Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan pernyataan persnya.

Bukan soal teknis tanam semata, kali ini Amran memasang badan untuk program primadona pemerintahan Prabowo-Gibran: Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dengan nada bicara yang tegas dan tak kenal kompromi, Mentan Amran mengirimkan pesan "horor" bagi siapa saja yang berniat mencuri hak anak-anak sekolah dan rakyat kecil.

Baca Juga: Babak Baru! Seret Nama Pasar Pramuka, Rizal Fadillah Cs Desak Polri Periksa Pratikno Terkait Ijazah Jokowi

Garis Merah: Jangan Main-Main dengan Gizi Rakyat!

Program MBG yang menyasar 60 juta penerima manfaat adalah proyek raksasa dengan anggaran yang tak sedikit.

Celah ini seringkali dilirik oleh para oknum "tikus" berdasi.

Namun, Amran memastikan bahwa kali ini sistem pengawasannya akan jauh lebih galak.

Jadi MBG ini jangan diganggu. Ini adalah motor penggerak ekonomi di desa. Ada salah, iya itu yang kita perbaiki. Tapi kalau ada korupsi, kita tangkap! Kita masukkan penjara. Dan itu komitmen Bapak Presiden!
— Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian RI.

Baca Juga: 'Saya Tidak Peduli!', Trump Pilih Perang Nuklir Lawan Iran Meski Ekonomi AS Berdarah-darah

Pernyataan ini bukan sekadar gertakan sambal.

Amran menegaskan bahwa pemerintah lebih memilih memperbaiki sistem yang keliru daripada membiarkan satu rupiah pun ditilep oleh koruptor.

MBG: Penyelamat Harga di Tingkat Petani
Tak hanya soal memerangi korupsi, Mentan Amran membedah mengapa program ini sangat krusial bagi ekonomi akar rumput.

Selama ini, petani dan peternak seringkali menjerit karena harga jatuh saat panen raya akibat melimpahnya stok yang tak terserap pasar.

Baca Juga: Hubungan Memanas! Kadin China Kirim Surat 'Peringatan' ke Prabowo: Keluhkan Pungli Hingga Aturan Mencekik!

Data Bicara:

Stok Melimpah: Produksi telur nasional mencapai angka fantastis 160 juta ton.

Masalah Klasik: Tanpa serapan yang pasti, harga telur di tingkat peternak sering anjlok di bawah modal.

Solusi MBG: Dengan mewajibkan konsumsi telur dua kali seminggu bagi 60 juta penerima, pemerintah menciptakan pasar raksasa yang stabil.

"InsyaAllah mungkin satu minggu ke depan atau bahkan dua-tiga hari langsung naik (harganya). Karena 60 juta orang mengonsumsi secara rutin," jelas Amran dengan nada optimis.

Baca Juga: Bikin Juri Terpaku! Siswa Ini Berani Protes Keras di LCC 4 Pilar, Kini Malah Banjir Tawaran Kuliah ke China!

Efek Domino bagi Ekonomi Desa

Amran mengingatkan bahwa MBG bukan sekadar bagi-bagi nasi kotak. Ini adalah ekosistem ekonomi.

Dapur Umum di Desa: Membuka lapangan kerja bagi ibu-ibu di pedesaan.

Serapan Lokal: Bahan baku harus diambil dari petani dan peternak sekitar.

Keadilan Ekonomi: Uang negara berputar di desa, bukan kembali ke kota.

Baca Juga: dr. Tifa Siapkan 157 Saksi 'Tempur', Polisi Segera Rilis Status Hukum Kasus Ijazah Jokowi!

Komitmen Tanpa Syarat

Menteri Pertanian telah menetapkan standar tinggi: Transparansi atau Penjara.

Bagi masyarakat, ini adalah angin segar bahwa program kesejahteraan tidak akan lagi menjadi "ladang basah" bagi para oknum.

Bagi para petani, ini adalah fajar baru menuju harga yang lebih adil.

Dan bagi para koruptor? Sebaiknya pikir dua kali sebelum berurusan dengan program ini.(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman