Banten

Aktivis Indonesia Ditangkap Israel Tanpa Kejelasan, Jeritan Sang Ibu Kini Sampai ke Telinga Prabowo

Abdurahman | 19 Mei 2026, 23:57 WIB
Aktivis Indonesia Ditangkap Israel Tanpa Kejelasan, Jeritan Sang Ibu Kini Sampai ke Telinga Prabowo
Sutrawati Kaharuddin, ibunda dari aktivis kemanusiaan asal Belopa, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, bernama Andi Angga Parasadewa, yang disandera oleh pasukan Israel. (Foto: Dok. Istimewa)

AKURAT BANTEN– Sebuah drama kemanusiaan yang diselimuti ketidakpastian hukum kini tengah menyita perhatian publik tanah air.

Seorang aktivis kemanusiaan asal Indonesia dilaporkan telah ditangkap dan ditahan oleh otoritas Israel tanpa kejelasan nasib dan status hukum yang pasti.

Di tengah rasa frustrasi dan kesunyian informasi dari zona konflik, jeritan pilu sang ibunda akhirnya pecah.

Sadar bahwa jalur biasa sulit menembus tembok tebal pertahanan Israel, sang ibu kini melayangkan permohonan darurat yang langsung ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Baca Juga: Kondisi Mencekam! Kapal Bantuan Dicegat Israel, Awak dan Jurnalis Internasional Dilaporkan Hilang Kontak

Hilang Kontak dan Ditahan Tanpa Alasan yang Jelas

Niat tulus membawa misi kemanusiaan ke wilayah konflik berujung petaka.

Aktivis tersebut dilaporkan hilang kontak sejak beberapa waktu lalu, sebelum akhirnya muncul kabar mengejutkan bahwa ia disekap oleh pihak keamanan Israel.

Hingga saat ini, pihak keluarga belum mendapatkan dokumen resmi atau kejelasan mengenai tuduhan apa yang dialamatkan kepada putranya.

Kondisi tanpa kepastian inilah yang membuat sang ibunda terpukul hebat. Di hadapan media, dengan suara yang bergetar menahan tangis, ia menyampaikan pesan yang menyayat hati:

Saya tidak tahu anak saya makan apa di sana, bagaimana kondisinya, atau apakah dia masih sehat. Dia ke sana untuk menolong sesama manusia, bukan untuk berperang. Saya mohon dengan sangat kepada Bapak Presiden Prabowo, tolong dengar jeritan hati saya. Selamatkan anak saya, bawa dia pulang...

Baca Juga: Perang Dunia Ketiga Siap Mulai? Siaran TV Iran Laporkan Latihan Perang untuk Pertahankan Timur Tengah dan Selat Hormuz

Menanti Langkah Taktis Prabowo?

Mencuatnya nama Presiden Prabowo Subianto dalam pusaran kasus ini dinilai publik sebagai langkah paling realistis.

Netizen di berbagai platform media sosial mulai menggemakan kutipan sang ibu, mendesak agar pemerintah segera mengambil tindakan nyata.

Ada alasan kuat mengapa publik dan pihak keluarga menaruh harapan besar pada pundak Prabowo:

  • Posisi Tawar Internasional yang Kuat: Sebagai kepala negara yang disegani dalam kancah geopolitik, Prabowo dikenal memiliki komitmen baja terhadap kemerdekaan Palestina dan perlindungan hak asasi manusia di Timur Tengah.

  • Jalur Diplomasi Non-Konvensional: Mengingat Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel, ketegasan dan jaringan intelijen serta diplomasi pihak ketiga yang dimiliki pemerintahan Prabowo diharapkan mampu menjadi "kunci pembuka" ruang negosiasi.

Baca Juga: PSI Ngamuk! Sebut PDIP 'Kekanak-kanakan' Usai Ungkit Lagi Isu Ijazah Palsu Jokowi

Menembus Kebuntuan Diplomasi Timur Tengah

Menyelamatkan seorang warga negara di wilayah yang sedang membara jelas bukan urusan mudah.

Ini akan menjadi ujian mahaberat bagi diplomasi luar negeri Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo.

Namun, sejarah mencatat bahwa dalam situasi krisis, Indonesia kerap berhasil melakukan evakuasi dan penyelamatan rahasia menggunakan pengaruh internasionalnya melalui negara-negara perantara seperti Qatar, Mesir, atau yurisdiksi PBB.

Kini, ribuan mata pembaca dan jutaan rakyat Indonesia sedang menunggu tanggapan resmi dari pihak Istana.

Akankah jeritan hati seorang ibu ini mampu menggerakkan roda diplomasi tertinggi Indonesia untuk menjemput sang aktivis pulang? (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman