Banten

Bahas Ketua BEM KM UGM Tiyo Ardianto, Refly Harun Singgung Ijazah Jokowi, 'Ini BEM UGM yang Beneran'

Aullia Rachma Puteri | 16 Juni 2026, 00:37 WIB
Bahas Ketua BEM KM UGM Tiyo Ardianto, Refly Harun Singgung Ijazah Jokowi, 'Ini BEM UGM yang Beneran'
tiyo ardianto disandingkan dengan ijazah jokowi

AKURAT BANTEN – Perbincangan mengenai polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo kembali menarik perhatian publik.

Dalam sebuah diskusi yang turut menghadirkan pakar hukum tata negara Refly Harun dan pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie, nama Ketua BEM KM UGM, Tiyo Ardianto, ikut menjadi sorotan.

Pada kesempatan tersebut, Refly Harun menyinggung sikap kritis dan keberanian Tiyo dalam menyampaikan pandangan terkait berbagai isu nasional.

Menurut Refly, keberanian mahasiswa untuk menyuarakan kritik merupakan bagian penting dari tradisi akademik yang selama ini melekat pada dunia kampus.

Baca Juga: Amien Rais Bongkar Fakta Baru Soal Ijazah Jokowi, Sebut Publik Akan Terkejut dengan Temuan Ini

Menanggapi hal itu, Connie Bakrie memberikan komentar yang langsung mengundang perhatian.

Ia menyebut Tiyo sebagai representasi mahasiswa yang masih menunjukkan karakter kritis khas Universitas Gadjah Mada.

“Nah, kalau ini UGM yang beneran,” ujar Connie dalam perbincangan tersebut.

Pernyataan itu kemudian memicu beragam respons di media sosial.

Baca Juga: GADUH! Kasus Ijazah Jokowi: Mengapa P-21 Roy Suryo dan dr. Tifa Malah Jadi 'Drama' Ketidakpastian Hukum?

Sebagian warganet menilai komentar tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap sikap independen mahasiswa, sementara lainnya menganggapnya sebagai sindiran terhadap fenomena melemahnya gerakan kritis di kalangan kampus.

Nama Tiyo sendiri belakangan menjadi perbincangan setelah sejumlah pernyataan dan sikapnya yang cukup vokal terhadap berbagai kebijakan pemerintah.

Ia dikenal aktif menyampaikan kritik yang dianggap mewakili keresahan sebagian kalangan mahasiswa.

Refly Harun menilai keberadaan mahasiswa yang tetap berani bersuara di tengah berbagai tekanan menjadi hal yang patut diapresiasi.

Baca Juga: Roy Suryo Buka Suara: Sebut Polisi 'Terpaksa' Umumkan P21 Kasus Ijazah Jokowi, Ada Apa?

Menurutnya, kampus sejak lama memiliki peran sebagai ruang lahirnya gagasan-gagasan kritis yang berfungsi sebagai kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan.

Diskusi yang awalnya membahas berbagai isu nasional, termasuk polemik ijazah Jokowi yang masih menjadi bahan perdebatan publik, kemudian berkembang ke pembahasan mengenai posisi mahasiswa dalam kehidupan demokrasi Indonesia.

Dalam pandangan para pembicara, keberanian menyampaikan pendapat secara terbuka menjadi salah satu indikator hidupnya tradisi intelektual di lingkungan perguruan tinggi.

Karena itu, munculnya figur mahasiswa yang konsisten menyuarakan kritik dinilai sebagai bagian dari dinamika demokrasi yang sehat.

Baca Juga: Kasus Ijazah Jokowi Menuju Akhir, Relawan Sebut Roy Suryo dan Dokter Tifa Tinggal Selangkah ke Pengadilan

Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, perbincangan antara Refly Harun dan Connie Bakrie kembali menegaskan bahwa suara mahasiswa masih memiliki tempat dalam diskursus publik nasional.

Sosok Tiyo pun menjadi salah satu figur yang saat ini banyak diperbincangkan karena keberaniannya menyampaikan kritik terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Di tengah ramainya polemik ijazah Jokowi dan berbagai isu politik lainnya, peran mahasiswa sebagai kelompok penekan sosial kembali menjadi perhatian.

Tidak sedikit pihak yang berharap tradisi kritis yang selama ini identik dengan kampus-kampus besar tetap terjaga dan mampu memberikan kontribusi positif bagi demokrasi Indonesia.

Baca Juga: Diduga Prabowo Marah Besar ke Kapolri Gara-gara Kasus Ijazah Jokowi

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.