Inilah Bukti Nyata Ijazah Jokowi Asli, Sosok Penting Ini Pernah Memegangnya, 'Orang Nyata'

AKURAT BANTEN - Isu keaslian ijazah Presiden Joko Widodo kembali menjadi topik hangat di ruang publik.
Kali ini, sorotan datang dari dalam partai pendukung Jokowi sendiri, yakni PDI Perjuangan.
Dalam sebuah wawancara yang diunggah akun TikTok @argum980, mantan Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-JK 2014, Andi Widjajanto, menyampaikan bahwa dirinya pernah melihat dan memegang langsung ijazah milik Jokowi saat proses pencalonan presiden.
“Saya melihat dan memegang langsung ijazah dari Pak Jokowi dan Pak JK,” ujar Andi.
Menurutnya, semua dokumen tersebut, termasuk ijazah dari jenjang sekolah hingga universitas, telah diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan dinyatakan sah sebagai syarat pencalonan.
Pernyataan ini menjadi penting karena selama beberapa tahun terakhir, isu mengenai dugaan ijazah palsu Jokowi terus disuarakan oleh sejumlah pihak, termasuk dari kalangan PDI Perjuangan sendiri.
Beathor Suryadi, salah satu politisi senior PDIP, menjadi tokoh yang aktif menuduh ijazah Jokowi tidak asli.
Bahkan, ia pernah menyebut bahwa dokumen tersebut dibuat di Pasar Pramuka sebuah lokasi yang kerap diasosiasikan dengan praktik pemalsuan dokumen.
Dalam sebuah diskusi YouTube bersama mantan Ketua KPK, Abraham Samad, Beathor mengklaim memperoleh informasi dari sumber terpercaya.
Ia juga mengutip pernyataan kontroversial dari Bambang Tri Mulyono dan mantan Rektor UGM, Sofyan Effendi, yang menyebut tidak menemukan nama Jokowi di daftar mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM.
Baca Juga: Bareskrim Persilakan Roy Suryo Laporkan Penyidik, Sebut Proses Ijazah Jokowi Sudah Transparan
Meski demikian, UGM sendiri telah merilis pernyataan resmi bahwa ijazah Jokowi adalah asli.
Bambang Tri sendiri telah dijatuhi hukuman atas tuduhan pencemaran nama baik Presiden.
Namun, kelompok yang meragukan keaslian ijazah tersebut tidak berhenti.
Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan aktivis Tifa Desita turut menggulirkan narasi yang mempertanyakan integritas dokumen akademik Jokowi.
Baca Juga: TPUA Tolak Hasil Uji Ijazah Jokowi, Desak Gelar Perkara Ulang Secara Transparan
Rismon bahkan menyebut ada tiga nama penting yang menyerahkan dokumen pencalonan Jokowi kepada Andi Widjajanto saat itu, yakni David, Anggit, dan Widodo.
Menurutnya, ketiganya adalah tokoh kunci dalam proses administrasi pencalonan Jokowi yang patut dikonfirmasi.
Isu ini menimbulkan kegaduhan politik di tengah masa akhir jabatan Presiden Jokowi.
Di satu sisi, pihak yang mendukung Presiden menganggap tuduhan ini sebagai bentuk kampanye negatif dan upaya delegitimasi tokoh nasional.
Di sisi lain, kelompok yang meragukan keabsahan dokumen tersebut menganggap pengusutan keaslian ijazah adalah bagian dari transparansi publik.
Hingga kini, belum ada bukti kuat yang dapat menyangkal keabsahan ijazah Jokowi secara hukum.
Lembaga-lembaga resmi seperti KPU dan UGM telah menyatakan bahwa dokumen tersebut sah.
Namun, selama masih ada celah keraguan, tampaknya isu ini akan terus dimanfaatkan dalam dinamika politik nasional.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










