Banten

Pengamat Bongkar Strategi Febrie Adriansyah Hadapi Polemik, Pilih Diam atau Lawan?

Aullia Rachma Puteri | 31 Juli 2026, 09:06 WIB
Pengamat Bongkar Strategi Febrie Adriansyah Hadapi Polemik, Pilih Diam atau Lawan?
strategi Febrie Adriansyah menghadapi polemik

AKURAT Banten – Pengamat hukum Romli Atmasasmita menilai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah akan mengedepankan langkah yang terukur dalam merespons berbagai isu yang belakangan menyeret namanya ke ruang publik.

Menurutnya, kehati-hatian menjadi pilihan yang paling tepat agar setiap tindakan tetap berada dalam koridor hukum.

Romli berpandangan, posisi Febrie sebagai pejabat tinggi di Kejaksaan Agung membuat setiap keputusan yang diambil akan menjadi perhatian luas.

Karena itu, ia memperkirakan respons terhadap berbagai tudingan tidak akan dilakukan secara emosional ataupun tergesa-gesa.

Baca Juga: Kejagung Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus TPPU Febrie Adriansyah, Rekam Jejak Keduanya Disorot

Menurut Romli, strategi yang kemungkinan ditempuh adalah tetap memusatkan perhatian pada proses penegakan hukum.

Ia menilai pembuktian melalui mekanisme hukum jauh lebih penting dibanding meladeni perdebatan yang berkembang di media sosial maupun ruang publik.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap tuduhan terhadap seseorang semestinya dibuktikan melalui prosedur yang berlaku.

Dalam negara hukum, kata Romli, klaim atau dugaan tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan kesalahan seseorang tanpa adanya proses pembuktian yang sah.

Baca Juga: Heboh 74 Kg Emas dan Rp47,6 Miliar di Rumah Febrie, Kejagung Akhirnya Buka Fakta Sebenarnya

Di sisi lain, Romli menilai Kejaksaan Agung saat ini tengah menangani sejumlah perkara besar yang menyita perhatian masyarakat.

Kondisi tersebut dinilai menjadi alasan mengapa institusi penegak hukum perlu menjaga fokus dan tidak terpengaruh oleh dinamika opini publik.

Menurutnya, langkah yang mengutamakan profesionalisme akan memberikan ruang bagi aparat penegak hukum untuk menyelesaikan perkara secara objektif.

Ia menegaskan bahwa integritas lembaga akan lebih terjaga apabila seluruh proses dilakukan berdasarkan alat bukti dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Baca Juga: Hoaks! Polda Metro Jaya Bantah Kabar Ajudan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tewas Ditembak

Belakangan, nama Febrie Adriansyah memang menjadi bahan perbincangan setelah muncul berbagai informasi yang beredar di media sosial.

Namun hingga saat ini, belum ada putusan pengadilan yang menyatakan adanya pelanggaran hukum sebagaimana berbagai tuduhan yang berkembang. Karena itu, asas praduga tak bersalah tetap harus dihormati.

Romli berharap seluruh pihak memberikan kesempatan kepada aparat penegak hukum untuk menjalankan tugasnya sesuai kewenangan yang dimiliki.

Ia menilai setiap persoalan hukum sebaiknya diselesaikan melalui jalur resmi agar menghasilkan kepastian hukum yang objektif.

Baca Juga: Komisi Kejaksaan Bantah Ada Konflik Kepentingan di Kasus Febrie Adriansyah, Tim 9 Dipastikan Independen

Sementara itu, Kejaksaan Agung sebelumnya juga telah menyampaikan klarifikasi terhadap sejumlah isu yang beredar mengenai Febrie Adriansyah.

Institusi tersebut memastikan setiap langkah yang diambil tetap mengacu pada prosedur hukum dan mekanisme internal yang berlaku.

Perkembangan berbagai perkara yang ditangani Kejaksaan Agung diperkirakan masih akan menjadi perhatian masyarakat dalam beberapa waktu ke depan.

Di tengah situasi tersebut, pengamat menilai pendekatan yang tenang, terukur, dan berbasis pembuktian hukum menjadi strategi yang paling aman untuk menjaga kredibilitas institusi penegak hukum.

Baca Juga: Permintaan Maaf Febrie Adriansyah ke Presiden Prabowo dan Jaksa Agung, Klaim Jadi Korban Kriminalisasi

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.