Sprindik Baru Kejagung Ubah Status Febrie Adriansyah? Kini Masih Saksi Meski Polri Pernah Tetapkan Tersangka

AKURAT BANTEN – Kejaksaan Agung (Kejagung) menegaskan bahwa Febrie Adriansyah saat ini masih berstatus sebagai saksi dalam penyidikan tiga perkara dugaan korupsi yang penanganannya telah dilimpahkan dari Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri.
Tiga perkara yang tengah diproses tersebut meliputi dugaan korupsi di PT Krakatau Steel, proyek batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) PLN, serta kasus dugaan korupsi di PT Asabri.
Pernyataan terbaru dari Kejagung ini memunculkan perhatian karena berbeda dengan sikap Polri yang sebelumnya telah mengumumkan penetapan Febrie Adriansyah sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, menjelaskan bahwa status Febrie sebagai saksi didasarkan pada proses penyidikan yang kini berada di bawah kewenangan Kejagung setelah diterbitkannya surat perintah penyidikan (sprindik) baru.
Baca Juga: Kapolri Bungkam soal Kritik Mahfud MD, Hanya Beri Jawaban Singkat soal Kasus Febrie Adriansyah
Menurutnya, penyidik masih melakukan pendalaman terhadap seluruh dokumen yang diterima dari Polri, mulai dari berkas perkara, alat bukti, hingga berita acara pemeriksaan (BAP).
Dalam salah satu perkara, nama Febrie disebut sebagai "oknum", sehingga seluruh fakta hukum masih terus dikaji sebelum penyidik mengambil kesimpulan.
Sebagai tindak lanjut pelimpahan perkara, Kejagung telah menerbitkan tiga sprindik baru.
Sprindik Nomor 43 berkaitan dengan dugaan korupsi dan TPPU di PT Krakatau Steel.
Sprindik Nomor 44 diterbitkan untuk penyidikan dugaan korupsi proyek batu bara PLTU PLN yang disebut berdampak pada gangguan pasokan listrik.
Sementara Sprindik Nomor 45 digunakan untuk melanjutkan penyidikan dugaan korupsi di PT Asabri.
Anang menegaskan, sejak sprindik diterbitkan, seluruh proses penyidikan yang bersifat pro justitia sepenuhnya menjadi kewenangan penyidik Kejagung.
Meski demikian, ia menepis anggapan bahwa penerbitan sprindik baru otomatis menghapus status hukum yang pernah ditetapkan oleh Polri.
Baca Juga: KPK Tak Berani? Mahfud MD Tantang Presiden Prabowo Turun Tangan di Kasus Febrie Adriansyah
Menurutnya, penyidik Kejagung tetap harus menelaah seluruh alat bukti sebelum menentukan apakah status hukum seseorang akan dipertahankan atau berubah.
Hingga kini, Kejagung belum menjadwalkan pemeriksaan terhadap Febrie Adriansyah maupun pihak lain karena fokus utama masih pada penelitian dokumen yang telah dilimpahkan.
Dalam proses lanjutan, Kejagung memastikan tetap berkoordinasi dengan penyidik Kortastipidkor Polri.
Selain itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga akan dilibatkan untuk melakukan supervisi terhadap jalannya penyidikan.
Sebelumnya, Kepala Kortastipidkor Polri Irjen Pol. Totok Suharyanto menyatakan bahwa penetapan Febrie sebagai tersangka dilakukan setelah penyidik mengumpulkan alat bukti melalui pemeriksaan saksi, keterangan ahli, serta gelar perkara.
Perbedaan penjelasan antara Kejagung dan Polri mengenai status hukum Febrie Adriansyah pun menjadi sorotan.
Hingga saat ini, Kejagung menegaskan proses penyidikan masih berlangsung sehingga keputusan mengenai status hukum para pihak akan ditentukan berdasarkan hasil pendalaman seluruh alat bukti yang tersedia.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 5Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 6Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 7Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 8Man City Dihantam Kasus Finansial, Steven Gerrard Angkat Suara: Bukan Degradasi, Hukuman Ini yang Harus Diterima!
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!









