Banten

Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu Bikin Heboh, Dosen Malah Sarankan Mahasiswa Coba Pekerjaan Ini

Aullia Rachma Puteri | 17 Agustus 2026, 00:21 WIB
Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu Bikin Heboh, Dosen Malah Sarankan Mahasiswa Coba Pekerjaan Ini
DOSEN SARANKAN UNTUK KERJA KUPAS BAWANG

AKURAT BANTEN – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai bayaran buruh pengupas bawang terus menjadi bahan perbincangan.

Angka Rp700 ribu per kilogram yang disebut dalam pidatonya membuat publik mempertanyakan besaran penghasilan tersebut.

Dalam Sidang Tahunan MPR, Prabowo memperkenalkan seorang buruh harian bernama Susana asal Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Presiden menyebut perempuan tersebut bekerja mengupas bawang dengan upah Rp700 ribu untuk setiap kilogram. Informasi itu kemudian ramai diperbincangkan di media sosial.

Baca Juga: Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu Disebut Prabowo, Pedagang Langsung Bereaksi

Di tengah perdebatan tersebut, Dosen Lintas Budaya Ali Syarief memberikan tanggapan yang cukup mencuri perhatian.

Ia menyarankan mahasiswa yang mengalami kesulitan biaya hidup untuk menjadikan pekerjaan Susana sebagai inspirasi.

Menurut Ali, mahasiswa dapat mencoba pekerjaan serupa sebagai sumber pemasukan tambahan.

Dengan asumsi tarif yang disebutkan tersebut benar, pekerjaan mengupas bawang dinilai dapat menjadi salah satu pilihan bagi mahasiswa yang ingin lebih mandiri secara finansial.

Baca Juga: Upah Pengupas Bawang Rp700 Ribu Disebut Prabowo, Gus Hilmi Beri Respons Menohok

Ali bahkan menggambarkan perhitungan sederhana. Jika seorang mahasiswa mampu mengupas satu kilogram bawang setiap hari, maka dalam satu bulan jumlahnya bisa mencapai sekitar 30 kilogram.

Dengan tarif Rp700 ribu per kilogram, secara hitungan kasar angka tersebut tentu terlihat sangat besar.

Pernyataan itu kemudian memunculkan respons beragam.

Ada yang menganggapnya sebagai sindiran terhadap tingginya biaya hidup mahasiswa, sementara lainnya mempertanyakan apakah tarif Rp700 ribu tersebut benar-benar berlaku secara umum.

Baca Juga: Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?

Keraguan masyarakat bukan tanpa alasan.

Besarnya nominal tersebut dinilai tidak lazim jika dibandingkan dengan harga komoditas bawang di pasar.

Data yang dikutip dalam pemberitaan menunjukkan harga rata-rata nasional bawang merah berada di kisaran Rp34 ribu per kilogram, sementara bawang putih sekitar Rp35 ribu per kilogram.

Perbedaan angka antara harga komoditas dan biaya pengupasan tersebut membuat masyarakat mempertanyakan konteks pernyataan Presiden.

Baca Juga: Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?

Apakah Rp700 ribu merupakan tarif untuk pekerjaan tertentu, pembayaran berdasarkan sistem khusus, atau terdapat informasi lain yang belum diketahui publik?

Pemerintah sendiri menyadari bahwa pernyataan tersebut membutuhkan penelusuran.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah akan mengecek detail informasi mengenai nominal upah yang disebutkan dalam pidato Presiden.

Langkah klarifikasi menjadi penting agar masyarakat tidak langsung menjadikan angka tersebut sebagai standar penghasilan buruh pengupas bawang.

Baca Juga: Geger Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu, Ucapan Prabowo Bikin Blunder, Ada Kaitannya dengan Hukuman Mati, Kok Bisa?

Pasalnya, pendapatan pekerja dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk sistem pembayaran, jumlah pekerjaan yang tersedia, produktivitas, serta kesepakatan antara pekerja dan pemberi kerja.

Bagi mahasiswa, pekerjaan sambilan memang dapat menjadi alternatif untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Namun, pilihan pekerjaan tetap perlu mempertimbangkan waktu kuliah, kemampuan fisik, lokasi, dan besaran upah yang benar-benar ditawarkan oleh pemberi kerja.

Polemik ini juga memperlihatkan pentingnya membedakan antara tarif per kilogram dan penghasilan aktual.

Baca Juga: Butuh Obat Kuat tapi Malu ke Toko Jamu? Coba Ambil 1 Siung Bawang Putih di Dapur Istri Dijamin Kuat Tahan Lama di Ranjang

Meskipun suatu pekerjaan disebut memiliki bayaran tertentu per kilogram, pekerja belum tentu mampu menyelesaikan jumlah tersebut setiap hari.

Selain itu, pekerjaan yang tersedia juga belum tentu berlangsung sepanjang bulan.

Faktor permintaan, pasokan bahan, dan kebutuhan tenaga kerja dapat memengaruhi jumlah pekerjaan yang diperoleh seseorang.

Karena itu, mahasiswa yang tertarik mengikuti saran tersebut sebaiknya tidak hanya berpatokan pada angka Rp700 ribu.

Baca Juga: Harga Pangan Mulai Melandai, Cabai dan Bawang Jadi Kabar Baik di Awal Oktober

Mereka perlu memastikan terlebih dahulu tarif yang berlaku di lapangan serta menghitung waktu dan tenaga yang dibutuhkan.

Sementara itu, pernyataan Ali Syarief telah menambah panjang perdebatan mengenai ucapan Prabowo.

Dari persoalan upah seorang buruh, pembahasan kemudian berkembang menjadi isu biaya hidup mahasiswa dan kemandirian ekonomi generasi muda.

Pada akhirnya, polemik tersebut masih membutuhkan penjelasan lebih lanjut mengenai nominal sebenarnya.

Baca Juga: Cara Menghilangkan Jerawat Pakai Bawang Putih, Bye Perawatan Dokter Kecantikan

Pemerintah diharapkan dapat memberikan informasi yang jelas agar publik tidak salah memahami kondisi penghasilan buruh pengupas bawang.

Bagi mahasiswa, pekerjaan sambilan tetap dapat menjadi pilihan selama dilakukan secara realistis dan tidak mengganggu pendidikan.

Sedangkan bagi masyarakat luas, polemik ini menjadi pengingat bahwa sebuah angka perlu dilihat bersama konteks dan data pendukung sebelum dijadikan kesimpulan.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.