Banten

BALARAJA, Tempat Persinggahan Seribu Raja sampai Seribu PABRIK

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 30 September 2023, 18:29 WIB
BALARAJA, Tempat Persinggahan Seribu Raja sampai Seribu PABRIK

AKURAT BANTEN - Nama Balaraja berasal dari dua kata yaitu Bala atau Bale dan Raja. Bale berarti balai: tempat persinggahan dan pertemuan.
Raja adalah pemimpin tertinggi, Jadi Balaraja adalah tempat yang disediakan untuk peristirahatan sementara bagi para pemimpin untuk mengatur strategi perang atau persiapan untuk menuju medan perang.

Sejarah mencatat, bahwa raja yang pernah beristirahat di wilayah ini adalah Raja Brawijaya dari Majapahit dan Sultan Agung dari Mataram yang tercatat pernah melakukan penyerangan ke Batavia sekarang bernama Jakarta.

"Hal ini juga dibuktikan bahwa tempat ditemukan banyak makam keramat yang merupakan makam dari para tokoh penting yang pernah hidup di era Kesultanan Banten"

Baca Juga: KOPI LESEHAN 008: Seniman Malaysia Kembali Berulah, Sebut ART Indonesia MONYET

Alasan BALARAJA di pilih menjadi tempat yang paling strategis untuk persinggahan karena:
1. Berada di tengah antara Banten dan Batavia, memungkinkan sebagai tempat terdekat untuk melakukan perjalanan sehingga dapat menjaga stamina pasukan perang agar tidak terlalu lelah.
2. Memiliki tempat cadangan air bersih yang melimpah di Talagasari atau situ yang luas untuk kebutuhan seluruh pasukan selama singgah, Talagasari adalah nama yang terdiri dari kata TALAGA yang berarti bendungan atau tampungan, SARI adalah gunung yang mengeluarkan mata air, saat ini Talagasari diabadikan menjadi nama sebuah desa di Balaraja.

Letak tempat pemandian tersebut berada di depan balai yang dulu menjadi gedung Kewedanaan Balaraja dan sekarang dijadikan gedung Kecamatan Balaraja, tepatnya di belakang Mesjid Al-Jihad.

Nah, bagaimana keberadaan Balaraja sekarang?
Tempat ini tetap bernama Balaraja dan Talagasari tetaplah bernama Talagasari tidak ada yang berubah, Namun kehidupan masyarakat dan gaya hidup mereka yang merubah karena harus memburu status sosial sebagai manusia modern.

Baca Juga: Pengunjung MELUBER pada MUKTAMAR Muhammadiyah ke 48 Menghadirkan Ustaz ADI HIDAYAT

Mereka akan bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, tidak seperti dulu semuanya tersedia karena kebaikan alam. namun karena keserakahan Manusia alam dan hutan belantara di rusak, hingga gundul tinggal onggokan bebatuan yang menjadi saksi sejarah, Alam pun "MURKA" kering kerontang dan panas adalah hukuman bagi prilaku buruk manusia yang tidak lagi bersahabat dengan Alam

Untuk bertahan hidup, maka hadirlah banyak sistim teknologi di berbagai negara termasuk Indonesia khususnya di Balaraja ditandai dengan menjamurnya Pabrik-pabrik yang memproduksi berbagai jenis barang, tekstil, makanan, otomotif hingga jenis produk lainnya, hal inilah yang menjadi alasan Balaraja berubah dari tempat persinggahan para Raja menjadi kota tempat persinggahan pabrik atau kota seribu pabrik.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.