Sungai Ciujung Mengalami Kekeringan Ekstrim Warga Parung Kesulitan Air Bersih

AKURAT BANTEN – Akibat kemarau panjang, Warga Kampung Parung, Desa Sangiang Tanjung, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, Banten butuh suplay air bersih.
Pasalnya, dampak dari kemarau yang berkepanjangan ini, satu - satunya sumber air (sungai Ciujung-red) mengalami kekeringan yang cukup ektrim.
Akibatnya, mereka kini kesulitan air bersih untuk memenuhi kebutuhan memasak, cuci dan yang lainnya.
Baca Juga: Bandara Soetta Tangerang Antisipasi Masuknya Virus Nipah
” Air sungai Ciujung yang biasanya jadi konsumsi kebutuhan masyarakat sehari hari disini, baik untuk mencuci ataupun mandi saat ini kondisinya kering. Kalaupun ada, airnya keruh dan berwarna kecokelatan,” ujar Sunarya (38) warga Kp Parung pada Akurat Banten, tepian bantaran sungai,sambil menunjukan keadaan kondisi air, Sabtu (29/9/2023).
Karena itu, kata Sunarya pihaknya berharap BPBD segera bisa menyuplay air bersih untuk warga Kp Parung tersebut.
” Kami sangat membutuhkan air bersih, sebab satu – satunya sumber air warga disini yaitu air sungai Ciujung, saat ini kondisinya mengalami kekeringan yang cukup ektrim,” katanya.
Baca Juga: BALARAJA, Tempat Persinggahan Seribu Raja sampai Persinggahan Seribu PABRIK
Pemerintah daerah Kabupaten Lebak melalui BPBD setempat , sambung Sunarya, semestinya cepet tanggap dan tidak harus menunggu laporan dari masyarakat saja.
” Turun dong ketiap-tiap Kampung atau Desa,karena masyarakat di kampung kami keadaanya tidak seperti di perkotaan, dikota ada PDAM ada yang memiliki Jet Pump atau Satelit, disini tidak demikian,” terang Sunarya.
Untuk itu kata Sunarya, pihaknya juga berharap petugas PDAM dan BPBD agar turun langsung meninjau sungai yang melintasi kampung Parung ini.
” Coba lihat seperti apa warna airnya, apakah layak untuk di konsumsi. Jangankan untuk minum, untuk kebutuhan mandi dan nyuci saja tidak layak,” ungkapnya.
Baca Juga: Anies Akan Hadir di Bandung, Menyambut Gagasan Alumni ITB untuk Perubahan
Senada dikatakan Kemong Warga Parung lainnya. Menurutnya, air sungai yang biasanya besar dan dalam,semenjak musim kemarau yang berpanjangan mengalami kekeringan.
” Kami berharap ada bantuan dari mana saja untuk konsumsi air minum atau bantuan sarana air bersih dari pemerintah daerah dengan membuatkan pompanisasi ,” kilah Kemong. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 3Sengketa Honor LKM Ciomas: Penagihan Kredit Tembus Rp856 Juta, Upah Tim Likuidasi Malah Menggantung
- 4Adik Eks Kepala BNPB Diduga Gunakan Dana Bencana untuk Beli Saham, KPK Bongkar Kasusnya
- 5UMKM Wajib Tahu! Cara Daftar Sertifikat Halal Online, Ada 1,35 Juta Kuota Gratis pada 2026
- 6Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!
- 7Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 8Haaland Langgar Aturan Aneh Maresca di Liga Champions, Tapi Justru Jadi Pahlawan Man City di Tengah Kekalahan
- 9Yarmolyuk Menanduk Jacquet di Kotak Penalti, Kok Liverpool Malah Tak Dapat Penalti? Ini Aturannya!
- 10Chelsea Ketar-ketir Tanpa Reece James, 3 Gelandang Ini Masuk Radar Xabi Alonso untuk Januari 2027









