Banten

Usai Dilantik, Para Insinyur Diharapkan Bisa Tuntaskan Persoalan Ketahanan Pangan di Banten.

Irsyad Mohammad | 1 Oktober 2023, 17:40 WIB
Usai Dilantik, Para Insinyur Diharapkan Bisa Tuntaskan Persoalan Ketahanan Pangan di Banten.

AKURAT BANTEN - Wakil ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Yandri Susanto mengatakan kehadiran Persatuan Insinyur Indonesia (PII) harus dapat dirasakan oleh masyarakat. Minggu (1/10/23)

Dia berharap PII dapat ambil bagian untuk bisa mengurai persolan yang ada di Indonesia terutama Banten.

"Kita minta ada semangat baru, hadirnya pii itu sejatinya harus dirasakan oleh masyarakat, tadi saya bilang indonesia itu tantangannya sangat banyak diantaranya kebutuhan dan kemiskinan nah itu bisa terurai kalau pii bisa ambil bagian," ucapnya usai placara pelantikan, Sabtu (30/9/23)

Baca Juga: Menyedihkan! Tingkat Pengangguran di Provinsi Banten Telah Mencapai 486,35 Ribu Orang

Kata Yandri, ada tiga syarat untuk menuntaskan persoalan di Indonesia yang tidak mudah untuk dilakukan.

"Indonesia emas tahun 2045, itu ada tiga syarat saja, gampang itu tapi sulit untuk dilakukan, kenyang, pintar dan sehat, di tiga bidang ini pii bisa ikut andil, maka saya minta terutama banten, coba rumuskan, banten ini kan pangannya juga mulai banyak import sekarang, kekeringan sudah dimana mana, kemiskinan dimana mana, kemudian kebodohan masih banyak itu bisa kita atasi," cetusnya.

Ia menyebut, PII dapat menyelesaikan persoalan tersebut, karena jika tidak bisa diuray persoalan itu akan menjadikan Indonesia sebagai Negara yang gagal.

Ia meminta PII serius menghadapi persoalan ketahanan pangan di Indoseia yang saat ini masih menerima pasokan dari luar negara.

Baca Juga: Ketua PII Banten Sebut, Indonesia Butuh Banyak Insinyur

Padahal kata Yandri, tanah Indonesia tidak kalah subur dari negra lain jika bisa dimanfaatkan dengan baik.

"Itu perlu di uray di rancang oleh pii, mau diapakan ini, artinya hampir 250 juta penduduk indonesia usia produktif itu besar sekali, kalau ini tidak digunakan dengan benar maka mungkin indonesia akan menjadi negara gagal, maka kita minta pii benar benar serius untuk merancang bangun bagaimana persoalan itu bisa diurai dari tantangan menjadi peluang," jelasnya.

Menurut Yandri, sungai di Indonesia itu sepertinya sekedar hanya lewat saja dari hulu sampai ke laut yang seharusnya itu bisa dimanfaatkan dengan maksimal. Hal itu menjadi salah satu bagian PII untuk dapat memaksimalkan potensi yang ada di Negara kita.

Baca Juga: BALARAJA, Tempat Persinggahan Seribu Raja sampai Persinggahan Seribu PABRIK

"Ya udah tidak ada manfaatnya sementara kan dinegara lain itu bisa di maksimalkan bisa jadi PLTA bisa jadi pertanian, bisa jadi wisata dan sebagainya, artinya sumber daya alam kita tidak kurang dari negara lain, tapi faktanya hari ini kita import dari Cina, Tailan, Filifin, kan sama dengan negara lain, bahkan lebih besar negara kita, tapi kenapa mereka bisa ekpor beras, buah, daging luar biasa artinya kalau ada kemauan disitu ada jalan," tegas Yandri

Yandri menilai, saat ini kita terlalu santai dan leha-leha sehingga banyak hal yang bisa dilakukan oleh warga Indonesia namun kita masih mengandalkan dari negara lain.

"Kita mungkin terlalu santai dianggap tongkat kayu bisa jadi tanaman sehingga kita lengah tidak menyiapkan sedini mungkin," tandasnya.

Ketua PII Provinsi Banten Ediyanto Arief, mengatakan saat ini Indonesia masih membutuhkan tambahan insinyur. Sebab untuk membangun negara yang maju harus memiliki jumlah insinyur yang banyak.

Baca Juga: 64 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan untuk Masyarakat Terdampak Kekeringan di Serang dan Pandeglang

"Karena saat ini jumlah Insinyur di Indonesia masih sangat Kurang, karena kita tahu negara yang maju itu karena jumlah Insinyurnya banyak," kata Ediyanto Arif usai kegiatan pelantikan pengurus PII Banten.

Saat ini, Kata Ediyanto Arif, belum ada suport yang maksimal untuk PII di Banten dari Pemrpov, padahal banyak Insinyur lokal yang berkontribusi untuk pembangunan di Banten.

"Pemprov itu suportingnya belum maksimal ke kita, sama sekali belum bagus padahal kita ini menjalankan amanat undng-undng," ucapnya.

Seharusnya Kata Ediyanto, Pemerintah Provinsi Banten bisa berkolaborasi dan bersama-sama untuk membangun Banten. "Kita tunggu suportingnya, padahal banyak hasil kerja dari insinyur lokal," tandasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.