Asal Muasal Nama GEDUNG SATE Di Bandung, Oh Ini Sejarahnya!

AKURAT BANTEN - Gedung Sate terletak di Kota Bandung, didirikan sejak jaman Pemerintahan kolonial Belanda, sekitar tahun 1920 an. Bangunan yang diatasnya ada tiang menyerupai tusuk sate, terdiri dari 4 lantai, dipadukan dengan adanya basement, dan adanya ruang khusus pada puncak gedung. Hingga saat ini, keberadaannya masih sangat kuat dan kokoh. Dipergunakan sebagai sarana administrasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat,
Pembangunan Gedung Sate merupakan bagian dari program pemindahan pusat militer pemerintah Hindia Belanda dari Meester Cornelis ke wilayah Bandung. Gedung ini dirancang dalam satu komplek perkantoran untuk instansi pemerintah (Gouvernements Bedrijven/GB).
Gedung ini mempunyai gaya arsitektur hybrid. Perpaduan antara beberapa gaya arsitektur di beberapa bagian. Dan menggunakan model Rennaisance Italia, desain jendela mengusung konsep Moor Spanyol, dan bagian atap yang mengadopsi arsitektur Asia seperti pura di Bali.
Baca Juga: GEMPA 5,0 sampai 5,4 Magnitudo di JEMBER dan SUKABUMI 1 Oktober 2023
Gedung ini juga dipengaruhi ornamen Hindu dan Islam. Penataan bangunan ini berpola simetris, elemen lengkungan yang berulang-ulang, menciptakan ritme yang indah dan unik.
Seiring berjalannya waktu, Gedung Sate telah menjadi simbol penting dalam sejarah dan budaya Jawa Barat. Bangunan ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat administrasi pemerintahan Provinsi Jawa Barat, tetapi juga sebagai tempat wisata yang populer. Di dalamnya terdapat museum yang menampilkan artefak dan informasi tentang sejarah dan budaya Jawa Barat, menawarkan wawasan mendalam kepada pengunjung tentang perkembangan wilayah ini dari masa ke masa.
Keindahan arsitektur Gedung Sate juga menjadikannya tempat yang sangat diminati untuk berswafoto. Pemandangan menara dengan puncak-puncak melengkungnya, dikelilingi oleh taman yang asri, menciptakan suasana yang menawan dan memikat.
Baca Juga: Mengenal Khasiat JAMU GENDONG, Sederhana Tetapi Besar Manfaatnya UNTUK KESEHATAN!
Pembangunan Awal dan Arsitektur Ikonik
Gedung Sate adalah sebuah ikon bersejarah yang menjulang gagah di tengah kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Dengan arsitektur yang memukau dan mempunyai nilai sejarah yang mendalam, juga telah menjadi landmark yang tak tergantikan, mencerminkan perjalanan panjang Indonesia dari masa kolonial Belanda hingga masa kini.
Pembangunan Gedung Sate dimulai pada tahun 1920 oleh pemerintahan Hindia Belanda dan selesai pada tahun 1924. Bangunan ini didesain oleh arsitek Belanda, J. Gerber, yang menggabungkan elemen-elemen gaya arsitektur Neoklasik dengan sentuhan Art Deco yang terasa modern pada saat itu.
Salah satu ciri paling mencolok dari Gedung Sate adalah pada puncak menaranya yang khas, dikenal dengan sebutan “turret.” Menara ini memiliki enam puncak melengkung yang menyerupai tusuk sate, menginspirasi nama ikonik Gedung Sate. Ornamen-ornamen artistik, pilaster-pilaster, dan lengkungan-lengkungan yang menghiasi bangunan ini menunjukkan perpaduan harmonis antara keanggunan klasik dan inovasi desain masa modern,
Baca Juga: Cara MENGOLAH JUS yang Benar, Agar Nutrisinya Tidak Berkurang Untuk Kesehatan
Asal Mula Disebut Gedung Sate
Gedung ini terdapat ornamen 6 tusuk sate. 6 tusuk sate ini melambangkan 6 juta Gulden yang digunakan biaya untuk membangun gedung ini. Hal tersebut yang menjadikan masyarakat sampai saat ini menyebut bangunan ini sebagai “Gedung Sate”.(rm).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 3Sengketa Honor LKM Ciomas: Penagihan Kredit Tembus Rp856 Juta, Upah Tim Likuidasi Malah Menggantung
- 4Adik Eks Kepala BNPB Diduga Gunakan Dana Bencana untuk Beli Saham, KPK Bongkar Kasusnya
- 5UMKM Wajib Tahu! Cara Daftar Sertifikat Halal Online, Ada 1,35 Juta Kuota Gratis pada 2026
- 6Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!
- 7Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 8Haaland Langgar Aturan Aneh Maresca di Liga Champions, Tapi Justru Jadi Pahlawan Man City di Tengah Kekalahan
- 9Yarmolyuk Menanduk Jacquet di Kotak Penalti, Kok Liverpool Malah Tak Dapat Penalti? Ini Aturannya!
- 10Chelsea Ketar-ketir Tanpa Reece James, 3 Gelandang Ini Masuk Radar Xabi Alonso untuk Januari 2027









