BPJS Tidak Diterima! Penderita Leukimia Ngadu ke DPRD Banten

AKURAT BANTEN - Warga Kampung Pangeongan, Desa Penyirapan, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Siti Nurhasanah mengadu ke anggota DPRD Banten.
Warga kurang mampu ini mengadukan perawatan anaknya yang tidak tercover BPJS, karena menderita leukimia.
Saat ini, anaknya dirawat di Rumah Sakit Daerah Banten dengan menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).
Baca Juga: Ngeri! Podcast Deddy Corbuzier Sudah di Tonton 4.675.105, Jessica Psikopat?
Siti mengaku bingung, karena tidak memiliki biaya. Sambil menggendokng putri bungsunya, dia terpaksa mendatangi Gedung DPRD Banten dan menemui anggota dewan di sana.
Dia ingin mengadukan nasib anaknya yang disarankan doker untuk dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
"Saya bingung kalau harus dirawat di Cipto, gak ada biayanya," kata Siti, di Gedung DPRD Banten, Kamis (12/10/2023).
Saat ini, aktivitas Siti sehari-hari hanya sebagai ibu rumah tangga. Sementara sang suami bekerja di Ibu Kota sebagai sopir.
Untuk itu, dia tidak mampu untuk biaya pengobatan anaknya yang divonis leukimia tersebut.
Diceritakan Siti, sebelumnya anaknya mengeluhkan sakit gigi lantaran berlubang. Namun setelah sembuh, Rival mengeluh sakit di perutnya.
"Pas di SG perutnya, hati dan limpanya bengkak," ucap Siti sambil menangis.
Baca Juga: KOPI LESEHAN 017: Seorang GURU di Denda 50 Juta, Gara-gara Suruh Murid SHOLAT
Siti berharap, anggota DPRD Banten dapat menolongnya. Dari 85 anggota dewan yang ada, hanya satu yang menemui Siti dan memberikan ongkos untuknya berangkat ke Jakarta.
"Dia membantu katanya, buat tambahan ongkos saja," ungkapnya.
Siti juga mengaku, sudah beberapa kali membawa anaknya berobat ke klinik yang ada di Kecamatan Baros, hingga akhirnya dirujuk ke RSUD Banten dengan memakai Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).
Siti juga mengatakan, kondisi anaknya malah semakin parah. Padahal dia sudah berulang kali keluar masuk RSUD Banten untuk mengobati anaknya tersebut.
Namun, kondisi Rival sekarang malah semakin memprihatinkan dan semakin kurus.
"Saya gak minta apa-apa. Saya cuma pengen anak saya sembuh. Makanya saya bingung apa yang harus saya lakukan. Apa yang bisa saya perjuangkan demi kesembuhan anak saya," keluh Siti.
Sebelumnya, Siti juga pernah mengadu ke Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Serang, untuk memeriksa kepesertaan BPJS milik putranya. Tetapi, kata Siti, kartu tersebut sudah tidak bisa diaktifkan lantaran sudah tidak ditanggung lagi oleh pemerintah.
Baca Juga: Viral! SMAN 2 BANDUNG, Dua Siswanya Jatuh Dari Lantai 2 Gedung Sekolah
Padahal, harapannya kalau BPJS putranya itu aktif, dia berencana mambawa anaknya ke RSCM.
"Saya tahu dari Dinsos langsung ke sana. BPJS Gilangnya udah gak aktif dan gak ditanggung pemerintah lagi," ujarnya.
Siti menjelaskan, bahwa enam tahun lalu dia bekerja di Jakarta dan tidak lagi membuat BPJS dengan alamat barunya saat kembali ke kampung halaman.
Siti menerangkan, BPJS itu didapat saat dia tinggal di Jakarta dengan alamat di Grogol, Petamburan, Jakarta Barat.
"Saya sudah jalan eman tahun di sini, setelah orang tua saya meninggal semua, alamat KK KTP udah alamat sini, dia belum (punya BPJS lagi," jelasnya.
Dia menegaskan, demi kesembuhan anaknya tersebut dia akan mengadukan nasibnya ke Presiden Republik Indonesia. Namun saat ini masih terkendala ongkos untuk berangkat ke Jakarta.
"Saya orang bodoh, saya orang gak punya uang. Kalau saya punya ongkos, datang langsung ke Pak Presiden. Cuman saya gak punya ongkos ke sananya. Masa ia, saya harus ngemis di jalan raya, saya harus gimana lagi," keluhnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










