Banten

Peran Media Barat Atas BOM Yang Jatuh di Rumah sakit Al-Ahli 500 Tewas, Israel: Itu Kejahatan Biasa!

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 19 Oktober 2023, 18:15 WIB
Peran Media Barat Atas BOM Yang Jatuh di Rumah sakit Al-Ahli 500 Tewas, Israel: Itu Kejahatan Biasa!

AKURAT BANTEN - Pada Selasa malam, 17 Oktober, serangan terhadap Rumah Sakit Arab al-Ahli di Gaza, menewaskan sedikitnya 500 orang, kebanyakan anak-anak dan Wanita, Pembantaian tersebut, sungguh mengerikan. Para pejabat Palestina mengatakan ledakan tersebut sebagai salah satu dari sekian banyak bom Israel yang dijatuhkan di Gaza sejak 7 Oktober.

Sementara itu, Israel mengklaim bahwa serangan terhadap rumah sakit merupakan balasan atas roket Palestina yang salah sasaran dan Tindakan ini adalah kejahatan perang biasa menurut hukum internasional.

Pertanyaannya adalah kenapa Israel selalu selalu lolos dari jeratan hukum internasional atas semua kejahatan kemanusiaan yang jelas mereka lakukan, jawabannya karena Amerika dan dukungan media barat yang sangat luarbiasa bertindak sebagai pembela dan membuat opini untuk menyalahkan Palestina sebagai penyebab atau pelakunya. Simak! Seperti beberapa contoh dibawah ini.

Baca Juga: Amerika, Eropa, Israel: HAMAS Menjadi Musuh Bersama. Kenapa? Ini Alasannya!

Sebelum pemboman rumah sakit, BBC News memuat banyak laporan tentang dugaan terowongan Hamas di bawah gedung-gedung publik, termasuk sekolah dan rumah sakit . Tidak perlu banyak penjelasan bagaimana pengulangan propaganda Israel yang tidak kritis oleh organisasi media Barat membantu Israel melakukan rutinitas yang membohongi pasca-kekejaman yang dilakukan secara efektif.

Nah, seperti biasanya Ketika keadaan sudah tenang, penyelidikan independen pasti akan menunjukkan bahwa Israel, yang telah melakukan pengeboman di gedung-gedung perumahan , masjid , bank , dan universitas di Gaza , dan telah membunuh ribuan warga Palestina di Gaza, termasuk 750 anak-anak, bertanggung jawab atas pemboman rumah sakit al-Ahli. Dan ketika masalah sudah mereda, media Barat kemungkinan besar tidak akan menyoroti lagi kesalahan Israel.

Sebelumnya berkaitan dengan tuduhan terhadap pelanggaran hak asasi manusia, Israel langsung menyangkal dan mengatakan bahwa mereka mempunyai bukti kuat bahwa orang-orang Palestina melakukan kejahatan tersebut, termasuk tuduhan membunuh jurnalis Palestina-Amerika dan veteran Al Jazeera Shireen Abu Akleh.

Baca Juga: Kabar Terkini! 313 WNI Telah Berhasil keluar dari wilayah konflik Palestina-Israel

Segera setelah pembunuhan pada Mei 2022, Perdana Menteri Israel saat itu Neftali Bennett menyalahkan tuduhan tersebut tanpa dasar. Pada saat itu, Bennett justru mengatakan, “menurut informasi yang di kumpulkan, nampaknya orang-orang Palestina yang bersenjata yang menembak. Dan harusnya bertanggung jawab atas kematian jurnalis tersebut.” Menteri Pertahanan Benny Gantz menyatakan bahwa “tidak ada tembakan [Israel] yang ditujukan kepada jurnalis tersebut,” dan bahwa tentara Israel telah “melihat rekaman penembakan yang dilakukan oleh teroris Palestina”.

Namun kemudian pada tahun 2022 hasil investigasi independen membuktikan tanpa keraguan bahwa Abu Akleh telah terbunuh oleh tembakan Israel, pemerintah Israel akhirnya mengakui bahwa “kemungkinan besar” adalah peluru Israel yang membunuh jurnalis yang mengenakan rompi pers dan helm yang diberi tanda khusus, lagi-lagi media Barat, menganggap bahwa peristiwa tersebut menimbulkan keraguan besar atas kesalahan Israel dalam pembunuhan tersebut.

Pada tahun 2003, ketika Israel membunuh mahasiswa Amerika berusia 23 tahun, Rachel Corrie. Corrie tertimpa buldoser Israel ketika dia berusaha mencegah pembongkaran ilegal rumah-rumah warga Palestina.

Segera setelah pembunuhan Corrie, tentara Israel mengatakan kecelakaan itu disebabkan oleh Corrie sendiri. Pada bulan September 2000, selama intifada Palestina kedua, dunia Arab tergerak oleh gambar seorang anak laki-laki Palestina berusia 12 tahun, Mohammed Al-Durrah, menangis dan bersembunyi di belakang ayahnya, Jamal Al-Durrah, sebelum akhirnya ditembak dan dibunuh. oleh penembak jitu Israel. para pejabat Israel menyatakan bahwa “lebih besar kemungkinannya bahwa orang-orang bersenjata Palestina adalah sumber dari (tembakan yang membunuh Al-Durrah)”

Selama bertahun-tahun, skenario yang sama terjadi berulang kali ketika Israel berulang kali melakukan kekejaman, menolak tanggung jawab dan membatalkan penyangkalan tak berdasarnya hanya ketika bukti-bukti yang bertentangan menjadi terlalu meyakinkan dan perhatian dunia beralih ke hal lain.

Baca Juga: Kenali Jenis SIRIH INDONESIA dan Kegunaannya Bagi Tradisi dan Ritual Budaya

Dalam hal ini, liputan dan narasi media Barat mengenai pengeboman Rumah Sakit al-Ahli sudah dapat diprediksi. Sudah ada banyak penelitian akademis yang menunjukkan bahwa media arus utama Barat bersimpati dengan Israel dan sebagian besar mengabaikan atau meremehkan pelanggaran hak asasi manusia terhadap warga Palestina.

Selama 10 hari pertama krisis yang terjadi saat ini, media Barat berperilaku seperti yang diharapkan. Media-media tersebut mengutamakan sudut pandang Israel, menekan suara-suara Palestina, dan berulang kali berbicara tentang “pertahanan diri Israel” dan “agresi Palestina”.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.