BOBOL DATA BANK, Wanita Semarang Kaget Dapat Tagihan 3 Miliar!

AKURAT BANTEN - Seorang perempuan asal Semarang berinisial WW terkejut saat dirinya mendapatkan tagihan pajak sebsar Rp 3 miliar.
Diketahui, perempuan tersebut hidup seperti biasa, namun tiba-tiba ia mendapatkan tagihan pajak dengan angka sangat fantastis.
Wanita berinisial WW meresa kaget dengan tagihan pajaknya mencapai Rp 3 miliar, bagaimana tidak, dia hidup biasa-biasa saja dan tidak memiliki usaha atau harta yang bernilai fantastis, Melihat kejadian aneh tersebut, maka dia segera melaporkannya kepada pihak kepolisian agar segera ditindaklanjuti.
Baca Juga: Baznas Pandeglang Santuni Keluarga Korban Tewas Bencana Puting Beliung
Berdasarkan hasil temuan dilapangan, ternyata data pribadi perempuan berupa E-KTP miliknya dicatut oleh pegawai bank pelat merah, kasus ini terbongkar setelah Ditreskrimsus Polda Jateng melakukan penyelidikan dengan menangkap empat orang tersangka berinisial SAN, DY, YS, dan SL.
Ternyata SAN dan DY adalah mantan pegawai bank pelat merah dan bekertja sebagai seorang ahli IT, Keduanya berperan mencuri data korban sekaligus membuat mesin EDC (Electronic Data Capture) atau alat gesek kartu ATM.
Sementara dua tersangka lainya, YS dan SL adalah pengusaha, Tugas dua tersangka ini melakukan transaksi kartu kredit dan debit.
Baca Juga: Polri akan Tindak Bengkel Pembuat Nomor Pelat Palsu
Imbas dari penggunaan data pribadi itu, korban harus menanggung kerugian sebesar Rp 3 miliar akibat beban pajak dari aktivitas empat tersangka yang sudah dilakukan sejak tahun 2020.
"Saya kerja di bagian IT selama tujuh tahun, saya melihat ada kelemahan sistem di bank itu, uang yang saya peroleh Rp250 per mesin EDC yang berhasil di setujui pihak bank dan keuntungan 0,1 persen setiap transaksi melalui mesin EDC," kata tersangka berinisial SAN (31) saat konferensi pers di Mako Ditreskrimsus Polda Jateng, Senin (30/10/2023).
"Tiga tersangka berinisial YS, DY dan SL sudah kami serahkan ke Kejaksaan pada 16 Oktober 2023. SAN rencana minggu ini, dia sempat DPO kabur ke beberapa daerah di Jawa Tengah," Dwi Subagio melanjutkan
Baca Juga: e-Parking Pasar Kota Rangkasbitung Diberlakukan, Mulai Hari Ini, Segini Tarifnya
Para tersangka menggunakan data identitas orang lain tanpa izin pemilik data tersebut digunakan untuk melakukan penipuan dengan membuat dokumen palsu seolah-olah ada pengajuan rekening tabungan dan pembukaan merchant mesin EDC.
Sedangkan tersangka lainnya memakai mesin EDC untuk keperluan usahanya tetapi tidak membayar pajak dari EDC itu, Ke empat pelaku tersebut antara lain akan dikenakan pasal perbankan dan UU ITE dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Krisis Selat Hormuz Bisa Ubah Ekonomi Global Selamanya, Dunia Mulai Tinggalkan Minyak Teluk
- 10Perang Berbalik Arah? Ukraina Mulai Rebut Wilayah Rusia Berkat Serangan Drone Mematikan








