7 NEGARA ASIA Yang Membiarkan Kekejaman Israel Membunuh Belasan Ribu Anak-anak Dan Perempuan Palestina

AKURAT BANTEN - Seperti dilansir Al Jazeera, Rabu (15/11/2023), Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza, Dr Munir al-Bursh, melaporkan bahwa pasukan Israel juga memasuki gedung yang menjadi lokasi ruang bedah dan ruang gawat darurat yang ada di dalam kompleks rumah sakit terbesar di Jalur Gaza tersebut.
- Baca Juga: Pemerintah Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Warga Palestina di Gaza
- Baca Juga: Situasi Gaza Memburuk, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi Mendadak Terbang ke Jeddah
- Baca Juga: Melawan HAMAS Amerika Menjanjikan Angaran Rp 225 Triliun Kepada Israel, Setiap Tahunnya Rp 60 Triliun Untuk Menghapus Palestina Dari Peta Dunia
Menurut laporan Dr al-Bursh, beberapa orang yang ada di dalam rumah sakit itu ditembaki, saat hendak keluar dari koridor rumah sakit yang sebelumnya dinyatakan aman untuk keluar. Tidak dijelaskan lebih lanjut apakah orang-orang yang ditembaki itu merupakan pasien atau staf rumah sakit.
Pemerintah Hamas mengungkap bahwa jumlah korban tewas akibat pertempuran antara pasukan Israel di wilayah Gaza telah mencapai 12.000 orang. Angka ini terhitung sejak perang dimulai pada 7 Oktober.
Dilansir AFP, Sabtu (18/11/2023), pemerintah Hamas mengatakan dari angka yang mencapai 12.000 orang itu, sebanyak 5.000 di antaranya merupakan anak-anak. Sementara 3.300 jiwa merupakan perempuan.
Berbanding terbalik dengan beberapa negara Asia yang cenderung mendukung aksi Zionis Israel, Mereka seperti buta mata dan buta hati atas prilaku Israel yang kian hari telah banyak membunuh rakyat sipil, di antaranya korban paling banyak adalah anak-anak dan perempuan. Adapun Negara-negara tersebut adalah:
1. SINGAPURA: Lebih dari setengah abad menjalin hubungan diplomatik yang baik dengan Israel. Kedekatan mereka dipengaruhi oleh situasi geopolitik yang serupa karena keduanya merupakan negara yang relatif kecil dan dikelilingi negara tetangga yang jauh lebih besar. Menteri Luar Negeri Singapura, Dr Vivian Balakrishnan, menegaskan bahwa apa yang dilakukan oleh Hamas pada 7 Oktober lalu adalah tindakan terorisme dan kebrutalan yang ekstrem. Ia menilai bahwa serangan tersebut adalah tindakan yang tak dibenarkan.
2. INDIA: Beberapa jam setelah Hamas melancarkan serangan terhadap Israel, PM India adalah salah satu pemimpin dunia yang memberikan tanggapan. Dalam pernyataannya, Narendra Modi mengutuk serangan teroris dan India berdiri dalam solidaritas bersama Israel. Israel sendiri tampaknya menilai bahwa pernyataan dari Modi adalah dukungan yang sangat kuat. Dalam percakapannya dengan wartawan Deli, Dubes Israel, Naor Gilon, mengucapkan terima kasih kepada India atas dukungan penuh kepada mereka.
3. THAILAND: Mungkin sedikit terdengar mengejutkan jika negara dengan mayoritas agama Buddha dengan citra negara yang damai dan harmonis mendukung negara yang diduga telah melanggar hukum kemanusiaan internasional. Tapi, rupanya ada alasan utama Thailand mendukung Israel, Menurut informasi yang beredar, ada pekerja migran Thailand yang menjadi korban dalam serangan mendadak Hamas di kota-kota dan pertanian dekat Gaza. Menurut pemerintah Thailand, 33 pekerja tewas, 18 luka-luka, dan 22 orang ditawan di Gaza.
4. VIETNAM: Hubungan diplomatik Vietnam dan Israel mulai terjalin sejak 12 Juli 1993 dan mereka kemudian membuka kedutaan besar di Hanoi pada Desember 1993. Vietnam juga telah membuka kedutaan di Tel Aviv. Duta Besar Vietnam untuk Israel adalah Ly Duc Trung. Sementara Dubes Israel untuk Vietnam adalah Yaron Mayer. Hubungan antara kedua negara ini bersifat akrab dan stabil. Vietnam sudah menyatakan minatnya untuk meningkatkan hubungan kerja sama dalam sektor pertahanan dengan Israel.
5. NEPAL: Nepal dan Israel menjalin hubungan diplomatik sejak tahun 1960 dan Israel telah membuka kedutaan di Kathmandu pada Maret 1961. Begitu pula dengan Nepal yang membuka kedutaan besar di Tel Aviv pada 1993. Nepal menjadi negara yang mengakui keberadaan Israel, Hubungan diplomatik keduanya juga berkelanjutan dan masih terjalin sampai saat ini. Dalam dokumen resmi Kemenlu Nepal, tercatat bahwa mereka secara konsisten mendukung hak-hak Israel untuk hidup dalam batas yang aman dan diakui internasional.
6. PHILIPINA: Hubungan diplomatik Filipina dan Israel telah resmi usai ditandatanganinya Perjanjian Persahabatan pada 26 Februari 1958. Pada 1962, kedutaan besar Israel di Manila dan kedubes Filipina di Tel Aviv telah diresmikan. Filipina menjadi salah satu negara di Asia yang mendukung untuk pendirian negara Israel.
7. MYANMAR: Hubungan diplomatik antara kedua negara ini pertama kali terjalin pada 1953. Israel memiliki kedutaan besar di Yangon dan Myanmar memiliki kedutaan besar di Tel Aviv. Kedua negara ini menjalin hubungan persahabatan yang kuat dan menjadi salah satu yang paling awal di Asia dalam mengakui kemerdekaan Israel.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










