20 Juta Kendaraan Pribadi di Jakarta Akan Segera Dibatasi Berdasarkan Usia Dan Jumlah Kepemilikan

AKURAT BANTEN - Sebagaimana diketahui, menjelang berakhirnya status Jakarta sebagai Ibu Kota, pemerintah berencana membatasi kendaraan bermotor milik pribadi di Jakarta. Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mendukung upaya pembatasan transportasi pribadi tersebut.
Ketua Umum MTI Tory Damantoro mengatakan, pembatasan kendaraan pribadi memang sudah seharusnya dilakukan di kota-kota besar, termasuk Jakarta. Aturan itu seakan tidak bisa dihindari untuk mencapai sistem transportasi yang efisien.
"Kalau kita tetap memaksakan kebebasan menggunakan kendaraan pribadi maka yang kewalahan adalah semuanya. Karena semuanya akan mengalami macet, jadi itu sudah waktunya [pembatasan]," ujar Tory saat ditemui di sela-sela Rapat Kerja Nasional (Rakornas) MTI, Rabu (6/12/2023).
"Rencana itu tertuang dalam Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta, pasal 24 ayat 2 huruf (h) yang berbunyi adanya pembatasan usia dan jumlah kepemilikan kendaraan bermotor perseorangan."
Penerapan sistim transportasi yang efisien perlu dibangun di Jakarta dan kota besar lainnya untuk menciptakan kesempatan berusaha dan kegiatan ekonomi yang lebih memadai. Transportasi publik atau angkutan massal menjadi solusi untuk menciptakan efisiensi tersebut.
- Baca Juga: Jelang Nataru, Satlantas Polres Pandeglang Gencar Cek Kendaraan Dinas Guna Mempersiapkan Operasi Lilin
- Baca Juga: Dibeli KREDIT Atau CASH Kendaraan Anda, Ternyata Dapat di Lihat dari Plat Nomornya? Begini Penjelasannya!
- Baca Juga: Ini Sanksi Tegas dari Petugas Razia Jika Kendaraan Menunggak Pajak, Harus Siap Bayar di Tempat
Upaya pembatasan kendaraan pribadi Jakarta menurut Tory nantinya bisa menjadi contoh bagi kota-kota besar lainnya. Terutama untuk mengalihkan penggunaan kendaraan pribadi ke angkutan massal.
"Sebagai contoh di mana mengatasi kemacetan dilakukan dengan push and pull jadi ada upaya untuk menarik masyarakat keluar dari kendaraan pribadi tapi juga ada kebijakan ntuk menekan penggunaan kendaraan pribadi," paparnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal MTI, Haris Muhammadun menilai bahwa untuk implementasi pembatasan kendaraan pribadi di Jakarta bisa dilakukan melalui sistem tilang elektronik atau ETLE yang selama ini sudah diterapkan.
"Intelligence transportation system saya pikir itu juga menjadi satu solusi, karena tadi pengawasan yang optimal itu kan oleh alat, kalau oleh manusia ini terkadang ngantuk juga sudah bisa terlewatkan gitu. Saya pikir kita sudah harus bermain evidence based, jadi apa-apa harus ada buktinya, oleh karena itu, ETLE dan lainnya kita dukung," ujar Haris dalam kesempatan yang sama.
Adapun dalam RUU DKJ, dijelaskan bahwa pembatasan kendaraan pribadi di Jakarta perlu dilakukan untuk mengataai kemacetan lalu lintas. Pengurangan jumlah kendaraan di Jakarta dilakukan melalui penyediaan transportasi umum buat warga Jakarta dan pembatasan kendaraan pribadi ke Jakarta.
Pada faktanya, jumlah kendaraan pribadi di Jakarta mencapai 20 juta unit yang bersumber dari berbagai kota di sekitar Provinsi Daerah Khusus Jakarta, bukan hanya berasal dari Provinsi Daerah Khusus Jakarta saja.
Kebijakan pembatasan kendaraan pribadi selama ini diterapkan melalui kebijakan ganjil genap, kebijakan 3 in 1, atau pengoptimalan angkutan umum pada kenyataanya memerlukan kolaborasi dan dukungan dari pemerintah daerah di sekitar Jakarta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026







