Banten

Hampir Rp1000 Triliun Untuk Perang di Gaza, Ekonomi Israel di Ambang Kehancuran

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 2 Januari 2024, 20:28 WIB
Hampir Rp1000 Triliun Untuk Perang di Gaza, Ekonomi Israel di Ambang Kehancuran

AKURAT BANTEN - Gubernur Bank Sentral Israel (Bank of Israel) Amir Yaron mengatakan anggaran untuk perang itu akan jadi beban negara. Jeratan utang berkepanjangan di depan mata.

Karena itu, pemerintah perlu mengambil langkah darurat seperti mengurangi belanja di sektor yang tidak penting hingga menaikkan pajak agar pendapatan negara meningkat.

Diketahui pemerintah Israel sudah menghabiskan anggaran USD 58 miliar atau 210 miliar shekel untuk biayai perang di Gaza, Palestina. Nilai itu setara Rp 897 triliun jika dirupiahkan dengan asumsi kurs Rp 15.470 per dolar AS.

“Jika pasar melihat bahwa Israel sedang bergerak menuju peningkatan utang yang berkepanjangan, hal ini kemungkinan akan menyebabkan peningkatan imbal hasil, depresiasi dan inflasi, sehingga diperlukan suku bunga bank sentral yang lebih tinggi,” katanya dikutip dari Reuters, Selasa (2/1).

Pada Senin (1/1), Bank of Israel menurunkan suku bunga pinjaman jangka pendek untuk pertama kalinya dalam hampir empat tahun terakhir. Pelonggaran ini dilakukan karena negara habis-habisan mengeluarkan dana untuk gempur Gaza.

Karena itu, Amir meminta anggota parlemen Israel untuk mengendalikan pengeluaran yang melonjak selama perang Israel dengan Hamas.

Saat menurunkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak April 2020, bank sentral menyebut pasar keuangan jadi tidak stabil sejak serangan 7 Oktober 2023. Inflasi turun dan pertumbuhan ekonomi melemah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.