Hampir Rp1000 Triliun Untuk Perang di Gaza, Ekonomi Israel di Ambang Kehancuran

AKURAT BANTEN - Gubernur Bank Sentral Israel (Bank of Israel) Amir Yaron mengatakan anggaran untuk perang itu akan jadi beban negara. Jeratan utang berkepanjangan di depan mata.
Karena itu, pemerintah perlu mengambil langkah darurat seperti mengurangi belanja di sektor yang tidak penting hingga menaikkan pajak agar pendapatan negara meningkat.
Diketahui pemerintah Israel sudah menghabiskan anggaran USD 58 miliar atau 210 miliar shekel untuk biayai perang di Gaza, Palestina. Nilai itu setara Rp 897 triliun jika dirupiahkan dengan asumsi kurs Rp 15.470 per dolar AS.
“Jika pasar melihat bahwa Israel sedang bergerak menuju peningkatan utang yang berkepanjangan, hal ini kemungkinan akan menyebabkan peningkatan imbal hasil, depresiasi dan inflasi, sehingga diperlukan suku bunga bank sentral yang lebih tinggi,” katanya dikutip dari Reuters, Selasa (2/1).
- Baca Juga: Tokoh Bali Ni Luh Djelantik: Kami Susah Payah Menjaga Toleransi, Arya Wedakarna Harus Minta Maaf!
- Baca Juga: Sadis! Istri di Bunuh Dan di Mutilasi Menjadi 10 Bagian Oleh Suami di Malang
- Baca Juga: Tabrakan Pesawat A350-900 dan Coastal Guard di Jepang, 6 Tewas Terbakar
Pada Senin (1/1), Bank of Israel menurunkan suku bunga pinjaman jangka pendek untuk pertama kalinya dalam hampir empat tahun terakhir. Pelonggaran ini dilakukan karena negara habis-habisan mengeluarkan dana untuk gempur Gaza.
Karena itu, Amir meminta anggota parlemen Israel untuk mengendalikan pengeluaran yang melonjak selama perang Israel dengan Hamas.
Saat menurunkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak April 2020, bank sentral menyebut pasar keuangan jadi tidak stabil sejak serangan 7 Oktober 2023. Inflasi turun dan pertumbuhan ekonomi melemah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026







