Warganet Olok-Olok Spanduk, Banner Dan Foto Budi Hartono Karena Merusak Keindahan Jakarta

AKURAT BANTEN - Heru Budi Hartono Penjabat Gubernur DKI Jakarta menjadi perbincangan dan olok-olok warganet lantaran sejumlah spanduk, banner, hingga gambar dirinya yang terpasang di berbagai fasilitas dan sarana umum.
Waganet menilai bahwa gambar tersebut sangat mengganggu mata, sehingga merusak keindahan kota Jakarta sebagai kota global atau kota Metropolitan.
Seperti sebuah gambar yang beredar, spanduk berukuran besar tampak terpasang di pagar Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan tulisan “Pilihan Cerdas, Pemilu Aman, Indonesia Kuat”.
Tidak hanya disitu saja, Gambar Heru Budi juga tampak terpasang di kaca-kaca Halte Transjakarta dengan tulisan yang sama.
- Baca Juga: Ganjar Pranowo Soal Ancaman Penembakan Anies: Ya, Laporkan Polisi Biar di Tindak!
- Baca Juga: Bawaslu: Ucapan Prabowo Goblok Dan Tolol Saat Kampanye di Pekanbaru, Bisa Dijerat UU Pemilu Pasal 280
- Baca Juga: Ramalan Mr. Puzzle: Saya Melihat Jabatan Presiden 2024 Hanya Sebentar Dan di Gantikan Wakilnya!
Ragam cuitan warganet:
Cuitan akun Twitter @Canicallubae
“Saya sangat kecewa dengan adanya polusi visual yang memperlihatkan kemunduran Jakarta yang awalnya terlihat Kelas Kota Global menjadi Kelas Kabupaten.“
Cuitan akun @BillYou
“Apa saking tidak dikenal masyarakat daerahnya sendiri, hingga beliau pasang baliho yg ada wajahnya di setiap fasum ya,”
Cuitan akun @renita_hartini
“Kapan sih Pilgub? Kesel gue lihat muka si Heru dipampang di Tj. Ganggu pemandangan,”
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan bahwa spanduk, banner, dan berbagai visual dengan wajah Heru adalah untuk menyambut pesta demokrasi 2024.
“Maka perlu dilakukan sosialisasi yang bertujuan mengajak masyarakat DKI Jakarta untuk menjaga agar pemilu dapat berjalan lancar, aman, dan damai,” ucap Syafrin, Jumat (12/1).
Menurut Syafrin, untuk kaca-kaca halte Transjakarta yang dipajang wajah Heru beserta imbauan adalah lokasi iklan yang memang belum terisi.
“Titik yang digunakan stiker tersebut adalah titik untuk iklan namun belum ada penyewa atau terisi,” jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










