Banten

Subki Warga Lebak Terpaksa di Pasung, Karena Alami Gangguan Jiwa dan Sering Ngamuk

Ratu Tiarasari | 16 Januari 2024, 21:10 WIB
Subki Warga Lebak Terpaksa di Pasung, Karena Alami Gangguan Jiwa dan Sering Ngamuk

AKURAT BANTEN - Memilukan, anak pertama dari pasangan suami istri Yakub (55) dan Subekah (48), warga Kampung Bojong Girang, Desa Tambakbaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten, Subki (25) mengalami gangguan jiwa.

Kaki Subki terpaksa harus dirantai lantaran sering kali menggunakan dan melempari rumah tetangganya, menggunakan batu hingga mengalami kerusakan. Subekah, sang ibu Subki mengaku, dirinya terpaksa harus merantai kaki anak pertamanya tersebut.

“Kalau Subki mengamuk perabotan yang ada di dalam rumah semunya dihancurkan,” kata Subekah, Selasa (16/1/2024).

Ia mengungkapkan, selain Subki anak pertamanya yang bernama, anak keduanya yang bernama Adeng juga mengalami gangguan jiwa. Untuk Adeng kata Dibelah, tidak dirantai karena kondisinya tidak separah kakaknya.

“Dulu kondisi Subki dan Adeng normal-normal saja, bahkan Adeng dan Subki sempat bersekolah hingga SMA. Namun 4 tahun belakangan ini kondisi Subki sudah tidak stabil, sehingga terpaksa harus dirantai,” ungkapnya

Ia mengakui, bahwa dirinya tidak tega melihat anak pertamanya tersebut dirantai, tapi daripada nanti kambuh dan merusak barang-barang lebih baik di ikat saja kakinya.

“Sebenarnya saya tidak tega melihat anak saya dirantai, tapi mau gimana lagi, kalau lagi kambuh dan ngamuk semua barang dihancurkannya,” ujarnya.

Subekah berharap, anaknya bisa kembali sehat seperti semula. Seperti kebanyakan orang. Karenanya ia juga berharap ada upaya yang dilakukan oleh pemerintah.

“Semoga saja kedua anak saya bisa kembali sehat dan bisa normal seperti biasanya,” pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.