Banten

Pengamat Sebut Jokowi Effect Kunci Kemenangan Prabowo-Gibran

Sopian | 15 Februari 2024, 21:07 WIB
Pengamat Sebut Jokowi Effect Kunci Kemenangan Prabowo-Gibran

AKURAT BANTEN - Pengamat politik dari Institute for Digital Democracy (IDD) Yogyakarta, Bambang Arianto menilai kemenangan  Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024, tidak terlepas dari Jokowi effect.

"Dikarenakan banyak sekali pendukung Presiden Jokowi baik yang berstatus sebagai relawan politik maupun sebagai simpatisan kemudian perlahan memberikan dukungan kepada Gibran, karena lebih menghormati sosok Jokowi," kata Bambang, dalam keterangan di Jakarta, Kamis (15/2/2024).

Terlebih lagi, kata dia, banyaknya manuver politik jelang pencoblosan pada 14 Februari, seperti mundurnya Ahok sebagai Komisaris PT Pertamina, dan tingginya percakapan para buzzer politik di media sosial twitter yang menyudutkan Presiden Jokowi, justru kemudian berbalik membuat tambahan elektoral kepada Gibran.

Baca Juga: Sejumlah Pemimpin Negara Sahabat Ucapkan Selamat kepada Prabowo Subianto

"Ini kan era media sosial, jadi semakin menyudutkan Presiden Jokowi itu justru menjadi bumerang, karena pendukung setia Jokowi itu tidak ingin idolanya di bully dan dihina," ujarnya.

"Inilah yang kemudian membuat mayoritas pendukung Jokowi tahun 2019 berpikir ulang untuk memberikan dukungan kepada pasangan lain," sambungnya.

Ia melihat sendiri beberapa mantan relawan Jokowi yang kemudian menyatakan dengan tegas akan mendukung Gibran karena tegak lurus dengan Jokowi.

Bahkan ada yang menyatakan bahwa representasi dari figur Jokowi itu sosok Gibran.

Baca Juga: Petugas KPPS di Kabupaten Tangerang Meninggal Dunia karena Kelelahan Bekerja

"Tapi menariknya pendukung setia Presiden Jokowi ini tidak berani tampil di hadapan publik dengan berkomentar maupun unggah konten di media sosial," ucapnya.

Alasannya, menurut dia, mungkin mereka lebih menjaga perasaan temen-temennya yang selama ini telah memberikan dukungan penuh kepada pasangan Ganjar Mahfud.

Selain itu, lanjut dia, faktor kemenangan Pilpres juga dipengaruhi karena budaya politik Indonesia itu lebih berbasis figur bukan partai politik.

Apalagi partai di Indonesia di kenal cukup lemah, sehingga setiap pemilih bisa kapan saja untuk pindah dari satu partai ke partai lainnya.

"Intinya, kontestasi Pilpres 2024 semakin menegaskan bahwa figur politik akan sangat menentukan perilaku pemilih,"jelas Bambang Arianto.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Sopian
H