Banten

Ratusan Pelajar di Jakarta Konvoi Bagi Takjil, Bawa Petasan dan Positif Gunakan Sabu

Mitha Theana | 2 April 2024, 20:52 WIB
Ratusan Pelajar di Jakarta Konvoi Bagi Takjil, Bawa Petasan dan Positif Gunakan Sabu

AKURAT BANTEN - Konvoi pelajar berbagi takjil kian meresahkan. Lantaran, aksi sosial itu kerap diwarnai tawuran pelajar.

Seperti yang terjadi di Bunderan HI, Menteng, Jakarta Pusat sore ini. Ratusan pelajar SMA melakukan konvoi berbagi takjil. 

Polisi yang enggan kecolongan lalu mengamankan para pelajar. Tercatat, 91 pelajar berhasil diamankan.

Baca Juga: Daya Tarik Pulau Merak Kecil Cilegon : Destinasi Wisata Menarik yang Wajib Dikunjungi di Banten!

Saat dilakukan pemeriksaan, salah satunya bahkan positif narkoba. 

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo pun terjun ke lapangan mengamankan para pelajar itu.

"Terkait laporan masyarakat dalam 3 hari terakhir mulai marak konvoi pelajar menantikan berbuka puasa," katanya, Selasa (1/4/2024).

Sayang, dalam setiap konvoi berbagi takjil itu, mereka kerap membawa petasan dan menyalakannya di jalan.

Aksi pelajar ini tidak mendapat simpati masyarakat. Lantaran, mereka kerap arogan, bahkan tidak jarang malah berujung tawuran. 

Baca Juga: HUT Kabupaten Pandeglang ke-150, Puskesmas Carita Gelar Podcast Cantik

"Mereka membawa petasan yang diledakan di tengah jalan. Bahkan, jika mereka bertemu dengan kelompok lain tawuran," jelasnya.

Dijelaskan, ada 21 titik konvoi pelajar hari ini. Polisi pun tidak mau kecolongan. Mereka lalu melakukan pengamanan. 

"Sebanyak 91 pelajar dan 45 motor berhasil diamankan. Kami juga menyita 31 petasan dan juga bendera-bendera," terangnya.

Untuk motor yang diamankan, akan dilakukan sanksi penilangan.

"Saat kami tes urine di tempat, satu pelajar positif narkoba jenis sabu dan langsung kami amankan," tukasnya. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.