Warga Tangerang Terpaksa Beli Telur Pecah Imbas Kenaikan Harga

AKURAT BANTEN - Harga telur ayam melambung tinggi di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Tangerang. Hal itu pun membuat warga lebih memilih telur pecah yang harganya lebih murah.
Seorang pedagang telur ayam di Pasar Tradisional Cikupa, Nurdin mengatakan harga telur yang sebelumnya Rp28.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp 31.000 per kilogram.
"Harga telur membuat warga mengeluh dan terpaksa beralih membeli telur pecah yang harganya lebih murah jika dibandingkan dengan telur utuh. Tak hanya konsumen. pedagang juga mengeluh karena sepi pembeli," ujarnya, Sabtu (11/5/2024).
Baca Juga: Harga Gabah Basah di Kabupaten Lebak Tembus Rp7000 per Kg, Petani raup Keuntungan Besar!
Salah satu pembeli, Retno menyebutkan telur pecah yang dijual pedagang Rp1.000 per butir, sedangkan untuk enam butir dibanderol Rp5.000.
"Telur pecah ini murah, yang bagus sekarang mahal Rp31.000 sekilo, kalau yang pecah hanya Rp 1.000 per butir. Lumayan buat makan, kalau beli yang utuh nggak cukup uangnya, karena keluarga banyak," ucapnya
Ungkapan yang sama dilontarkan Syifa, warga Tigaraksa Tangerang yang juga terpaksa membeli telur pecah. Ia mengaku membeli telur pecah untuk menghemat biaya rumah tangga.
Baca Juga: Tercatat Ada 430 Calon Jemaah Haji Tangerang Akan Diberangkatkan ke Tanah Suci
"Karena telur bagusnya mahal, yah terpaksa beli telur pecah. Anak sayakan banyak, jadi harus hemat agar kebagian semua. Saya harap harga telur turun lagi, biar kita bisa beli lagi telur yang bagus," kata Syifa.
Keluhan serupa juga dirasakan pedagang telur di Pasar Tigaraksa, Fino. Ia mengaku
tingginya harga telur membuat omzet penjualannya turun hingga 30 persen dari biasanya. Selain banyak warga beralih membeli telur pecah, mulai sepinya pembeli juga menjadi penyebab turunnya omzet.
Baca Juga: 3 Jalur Rute yang Akan Dilalui BRT Trans Banten, Gratis Selama Uji Coba!
"Ini kemungkinan penyebabnya harga pakan yang mahal ditambah sebentar lagi kan Iduladha jadi harga telur sama sembako pasti naik. Pasokan sih aman, tapi omzet sudah pasti turun dari biasanya," kata Fino.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










