Banten

Heboh! Akibat Kanker Kelamin 4000 Meninggal, Setiap Hari 2 Orang Pria Kehilangan Alat Vitalnya di Amputasi

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 27 Juni 2024, 20:20 WIB
Heboh! Akibat Kanker Kelamin 4000 Meninggal, Setiap Hari 2 Orang Pria Kehilangan Alat Vitalnya di Amputasi

AKURAT BANTEN - Maraknya kasus kanker kelamin di berbagai belahan dunia, menurut temuan para ahli kesehatan dunia dan sejumlah data yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Brasil mencatat 21.000 kasus kanker kelamin dan angka kematian akibat penyakit tersebut mencapai 4.000 orang, 6.500 lebih harus diamputasi, dengan rata-rata satu hari dua orang yang di amputasi terjadi pada periode 2012-2022

Menurut laporan tersebut, Kanker alat kelamin lebih banyak disebabkan oleh faktor kelalaian dalam menjaga kebersihan penis pada pria. Dan paling banyak ditemukan kasus ini di negara Brasil.

Baca Juga: 5 Penyakit yang Disebabkan karena Kekurangan Vitamin D, Bisa Terkena Kanker Prostat!

Kanker penis dan gejalanya
Kanker penis adalah kondisi medis berupa tumbuhnya sel secara abnormal pada organ reproduksi penis. Sel kanker tersebut bisa tumbuh pada jaringan kulit maupun struktur di dalam penis.

Ketua Kolegium Urologi Indonesia dan Dokter Spesialis Urologi, Prof dr Chaidir A Mochtar, SpU(K), PhD, mengatakan gejala kanker penis biasanya berupa benjolan yang tumbuh di daerah corona glans penis atau di bawah kepala penis.

"Korona penis itu kepala hajinya itu, di bawah kepala hajinya itu kan ada lehernya. Di pertemuan antara si kulit sama kepala hajinya. Gejalanya bisa kelihatan secara fisik," katanya, Rabu (19/6/2024).

Baca Juga: 10 Manfaat Mengonsumsi Rebusan Air Kunyit Bagi Kesehatan, Bisa Mengurangi Risiko Penyakit Kanker!

Karenanya, kondisi seseorang tak disunat juga memiliki kontribusi terhadap faktor risiko kanker penis, bukan berarti yang disunat tidak kena kanker, tapi mayoritas terjangkit mereka yang tidak sunat makanya kebersihan atau higiene penis sangat penting dilakukan.

"Kondisi sunat atau tidak, itu juga ada pengaruh. Sebenarnya di dunia dikatakan yang sunat yang berpengaruh terhadap penurunan jumlah kasus kanker penis sebenarnya sunat waktu neonatus. Jadi di bawah satu bulan setelah lahir," tegasnya.

Kasus kanker kelamin ini tidak hanya terjadi di Brasil, namun sudah merambah di berbagai belahan dunia, menurut penelitian tentang kanker penis. Pada 2022, jurnal JMIR Public Health and Surveillance mempublikasikan hasil analisis besar-besaran yang melibatkan data terbaru dari 43 negara.

Baca Juga: 5 Gejala Umum Terkena Kanker, Kenali Sejak Dini Jangan Sampai Terlambat!

Dari 43 tersebut terdapat 3 negara dengan jumlah kasus kanker penis tertinggi pada periode 2008-2012, seperti:
1. Uganda (2,2 kasus per 100.000 pria)
2. Brasil (2,1 kasus per 100.000 pria)
3. Thailand (0,1 per 100.000 pria).

Diperkirakan kasus kanker penis global akan meningkat lebih dari 77 persen hingga tahun 2050.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.