Gelar FSM 2024, Pemkab Lebak Berharap Menjadi Event Kelas Dunia

AKURAT BANTEN,LEBAK - Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), tahun ini kembali menyelenggarakan Festival Seni Multatuli atau FSM.
Tema yang diangkat pada event yang di pusatkan di Alun-alun Rangkasbitung mulai 13-18 September 2024 adalah Jelajah Budaya Bumi Multatuli.
Selama kegiatan berlangsung, Disbudpar Lebak menargetkan sebanyak 25.000 orang kunjungan wisatawan. Kegiatan itu juga merupakan bagian dari kegiatan Karisma Event Nusantara (KEN) sebagai kumpulan event-event berkualitas dari 38 provinsi di Indonesia.
Kharisma Event Nusantara ini menjadi strategi kolaborasi antara Kemenparekraf dengan pemerintah daerah melalui penyelenggaraan kegiatan yang berkualitas.
KEN 2024 merupakan upaya Kemenparekraf dalam membangkitkan geliat event daerah dengan mempromosikan destinasi wisata, meningkatkan kunjungan wisata, dan memberdayakan potensi lokal.
FSM salah satu festival terbesar di Provinsi Banten, yang telah berlangsung sejak tahun 2018 di kota Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.
Baca Juga: Provinsi Banten Raih Posisi 9 Pada MTQ Nasional ke 30, Al Muktabar Bersyukur Atas Prestasi Terbaik
Dalam setiap penyelenggaraan nya, FSM mengusung narasi kemanusiaan sebagaimana nilai dan semangat yang terkandung dalam novel Max Havelaar karya Multatuli.
Sebagaimana yang ditulis Max Havelaar dengan nama pena Multatuli Tugas manusia itu menjadi manusia. Selain itu, FSM juga mengetengahkan nilai-nilai luhur dari khasanah kebudayaan lokal yang representasi dalam berbagai bentuk ekspresi dan estetika, seperti kesenian tradisional dan pengetahuan lokal.
Sebuah narasi bukan hanya dapat dibaca secara struktural, melainkan juga mesti didekati secara kultural. Maka, FSM memposisikan khasanah kebudayaan daerah sebagai titik pijak dalam merancang dan menggelar berbagai programnya, baik dalam bentuk pertunjukan, penciptaan, maupun pengkajian.
Event FSM tahun ini didukung juga oleh beberapa acara, antara lain Telusur jejak Multatuli, Karnaval Kerbau, Parade Kostum Etnik, Talk show Budaya, Pagelaran Musik, Pameran Ekonomi Kreatif dan masih banyak lagi kegiatan pendukung lainnya.
Berdasarkan laporan Kadisbudpar Lebak Imam Rismahayadin, Festival Seni Multatuli merupakan ajang daerah yang datang dari kelompok budaya hingga komunitas.
Ajang yang sempat tertunda selama dua bulan dikarenakan adanya pertimbangan teknis ini berharap berpotensi menjadi event kelas dunia dan tetap menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara.
Baca Juga: Akhirnya Terkuak Motif dan Tampang Pembunuh Gadis Penjual Gorengan Nia Kurnia Sari
Ajang yang sudah terselenggara kata Imam, telah masuk dalam 110 kalender Kharisma Event Nusantara (KEN). Event pariwisata yang masuk dalam KEN 2024 adalah event terbaik yang terkuras oleh tim kemenparekraf dengan penuh kehati-hatian.
“Hitung-hitungan kami 35 tahun ke depan jika dikelola dengan baik diharapkan ini akan menjadi event internasional, nanti kita akan undang seniman dan juga pemusik internasional ”kata Imam Rismahayadin, Selasa (17/9/2024)
PJ Bupati Lebak Gunawan Rusminto mengatakan, pesona FSM 2024 tidak pernah pudar untuk menjaring antusiasme pelancong dari berbagai penjuru daerah di Indonesia untuk datang ke Kabupaten Lebak, Provinsi Banten serta menjadi upaya pelestarian seni, budaya dan adat istiadat khususnya dalam bidang sejarah tentunya harus terus ditingkatkan.
Baca Juga: Provinsi Banten Lumbungnya Para Janda, Selain Pemilik Pengangguran Tertinggi di Indonesia
Menurut Gunawan, Kabupaten Lebak memiliki cerita yang mendunia yaitu sosok Multatuli yang diangkat sebagai cara untuk mengedepankan sejarah yang berpihak pada asas kesetaraan dan kemanusiaan.
Sementara, Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kemenparekraf Dadang Rizki Ratman, mengapresiasi kegiatan FSM 2024 serta berharap dapat mencapai target kunjungan wisatawan ke Kabupaten Lebak dan menumbuhkan perekonomian yang ada di Kabupaten Lebak.
"Saya berharap akan ada event nusantara lain yang diselenggarakan di berbagai wilayah di Kabupaten Lebak," katanya. (adv)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 7Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 8Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”










