Banten

Usai Rembuk, Janji Kritik dengan Visi Diksi yang Santun, Pembekuan BEM FISIP Unair di Cabut, Namun Baru Kabar Lisan!

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 28 Oktober 2024, 19:42 WIB
Usai Rembuk, Janji Kritik dengan Visi Diksi yang Santun, Pembekuan BEM FISIP Unair di Cabut, Namun Baru Kabar Lisan!

AKURAT BANTEN - Rektor Unair Prof. Dr. Mohammad Nasih menjelaskan alasan dibekukan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP Universitas Airlangga (Unair) karena mengkritik pelantikan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Kemudian pembekuan BEM FISIP Unair tersebut, menurut Nasih sudah dicabut kembali, namun baru secara lisan, dan belum menerima surat, terkait kabar tersebut.

"Laporan lisan dari Pak Dekan sudah dicabut. Cuma saya belum menerima surat dan lain-lainnya," tutur Nasih pada, Senin (28/10/2024) dikutip Akurat Banten.

Baca Juga: Sudah Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pelanggaran Pemilu, Ketua Apdesi Kabupaten Serang Tidak Ditahan

Selanjutnya, Nasih mengatakan, pembekuan BEM FISIP Unair berdasarkan hasil rembukan setelah dialog antara dekan dengan mahasiswa BEM FISIP Unair disepakati, dan berjanji menggunakan visi diksi yang santun dalam menyampaikan pendapat.

Nasih menyebut telepon dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek), Prof Satryo Soemantri Brodjonegoro, sebagai evaluasi. Pihaknya juga mengambil pelajaran atas hal tersebut.

"Sebenarnya gini, ada atau tidak ada telepon dari Pak Menteri tentu kita mengevaluasi dan belajar dari keputusan kita. Dialog yang tadi pagi, sebenarnya direncanakan dari Sabtu.

Baca Juga: Ketua Apdesi Kabupaten Serang Jadi Tersangka, Kejati Banten Tunggu Pelimpahan Kasus

Dimana dalam dialog tersebut, menghendaki masing-masing menyesuaikan dengan yang elok atau win win solution.

Menurut Nasih, "Sebenarnya, Mendikti Saintek, Prof Satryo Soemantri sudah berinisiatif menguatkan agar dialognya lebih kondusif lagi," ungkapnya.

Untuk kedepannya, Nasih meminta sebaiknya jangan membawa-bawa nama BEM FISIP Unair lagi.

Baca Juga: Gegara 5 Tahun Bikin 35 Perusahaan, Raffi Ahmad Disebut Mesin Cuci Terbesar di Dunia, Maksudnya Money laundering?

Kemudian Ia menambahkan, jika pihaknya tidak memiliki niat sama sekali membatasi mahasiswa untuk berpendapat.

"BEM dibekukan tidak mengurangi kawan-kawan FISIP untuk menyuarakan. Tidak Ada pembungkaman, mereka bebas. Kalau pakai saluran pribadi di IG (Instagram), boleh-boleh saja," ungkapnya.

"Saya menduga karena sudah menggunakan BEM FISIP, Pak Dekan merasa bertanggung jawab atas semuanya," kata Nasih.

Baca Juga: Terungkap Jika Biaya Retreat dari Pribadi Prabowo, Maruarar: Tidak ada Superman, yang ada Super Team pada Kabinet Merah Putih

Atas kejadian itu, Nasih juga meminta semua pihak bersimpati pada dekan Unair. "Kami akan coba tanya, kalau sampeyan menjadi dekan, apa yang mesti dilakukan? Harus juga disadari kawan-kawan medialah," tutur dia.

Diketahui, atas kejadian pembekuan tersebut, Nasih memastikan mahasiswa BEM FISIP Unair tidak ada yang diberi sanksi.

Pada kesempatan yang sama, secara tegas mengatakan, keputusan pembekuan BEM FISIP Unair bukan karena ada tekanan dari pihak ketiga.

Baca Juga: Klaim Netanyahu semua Tujuan Tercapai, Ditentang Teheran, Jika Pertahanan Udaranya Mampu Menangkal Serangan Tel Aviv

"Pak Dekan merasa ikut bertanggung jawab atas narasi seperti itu, karena menggunakan IG BEM FISIP Unair. Kalau tidak menggunakan jalur IG BEM Fisip Unair, Pak Dekan nggak akan melakukan tindakan apapun," ucap Nasih menambahkan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.