Banten

Dedi Mulyadi Adakan Rapat Kepala Daerah Terpilih Se-Jabar, Ungkap Masjid Agung Aljabbar Dibangun Pakai Hutang

Saeful Anwar | 31 Januari 2025, 11:29 WIB
Dedi Mulyadi Adakan Rapat  Kepala Daerah Terpilih Se-Jabar, Ungkap Masjid Agung Aljabbar Dibangun Pakai Hutang

  

AKURAT BANTEN - Gubernur Jawa Barat terpilih Dedi Mulyadi, adakan rapat Kepala Daerah terpilih yakni seluruh bupati, wakil bupati, wali kota, dan wakil wali kota terpilih se-Jawa Barat, di Lembur Pakuan, Subang, Jawa Barat Rabu (29/1/2025).

Dedi Mulyadi ketika mengadakan rapat sempat tercengang, mengetahui memiliki kewajiban membayar cicilan hutang hasil pinjaman ke Pemerintah Pusat sebesar Rp 3,4 triliun.

Dedi Mulyadi juga seolah baru mengetahui bahwa uang pinjaman tersebut juga dipakai untuk membangun Masjid Al Jabbar. Kini selama menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, Dedi berkewajiban membayar cicilan hutang peninggalan Ridwan Kamil.

Baca Juga: Detik-detik Penemuan Mayat Perempuan di Kontrakan Pondok Aren Tangsel, Korban Dievakuasi TNI AL

Fakta ini terungkap dalam rapat Dedi Mulyadi bersama stafnya. Ia menggali informasi pengeluaran yang wajib dibayar Pemerintah Provinsi Jawa Barat dari APBD. Satu di antaranya yakni pemeliharaan Masjid Al Jabbar.

"Masjid Al Jabbar biaya pemeliharaan per tahun berapa ?" tanya Dedi Mulyadi.

Terungkap biaya yang mesti dikeluarkan Pemprov Jabar per tahunnya sebesar Rp 42 miliar untuk pemeliharaan Masjid Al Jabbar.

Baca Juga: Mayat Wanita Ditemukan Membusuk di Rumah Kontrakan Pondok Aren Tangsel

Dalam rapat tersebut, Dedi Mulyadi dan para kepala daerah terpilih membahas tentang efisiensi anggaran. Mantan Bupati Purwakarta itu mengungkapkan, semua kepala daerah terpilih di Jabar menyepakati anggaran akan diprioritaskan untuk kebutuhan penting masyarakat.

Mulai dari pembangunan jalan, irigasi, pemenuhan kebutuhan listrik dan lainnya.

Selain efisiensi, Ia kembali melanjutkan manakala anggaran lain yang mesti dikeluarkan pemerintah.

"Ada hutang gak yang dibayar ?" tanya Dedi Mulyadi.

Baca Juga: Uut Permatasari Dihujat Netizen, Buntut Suaminya Dianggap Tidak Tampan

Rupanya Pemerintah Provinsi Jawa Barat memiliki hutang dalam bentuk dana Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di tahun 2021.

Pinjaman terbagi dalam 2 termin, pertama sebesar sekitar Rp 2 triliun dan kedua Rp 1,1 triliun. Dengan total pokok hutang sebesar Rp 3,4 triliun.

Selain itu, lanjut Dedi, semua kepala daerah terpilih sepakat untuk tidak membeli mobil dinas baru.

"Kecuali yang sudah kadung membeli. Karena itu enggak bisa dibatalkan," kata Dedi. Selain itu, Masjid Al Jabbar juga termasuk pembangunan yang memakai dana hutang tersebut.

Baca Juga: Kampung Petualangan Buluh: Wisata Seru dengan Keindahan Alam dan Sensasi Petualangan yang Menantang

"Masjid Al Jabbar dari dana PEN ? jadi Al Jabbar itu dibangun dari dana pinjaman sebagian ? berapa yang dibangunkan ke situ dulu ?" tanya Dedi Mulyadi.

Sayangnya staf tak bisa menjelaskan rincian jumlah anggaran hutang yang dipakai untuk membangun Masjid Al Jabbar.

Sebatas informasi, mantan Gubernur Jabar Ridwan Kamil pernah menerangkan Masjid Al Jabbar dibangun menggunakan APBD sebesar Rp 1 triliun. Pembangunan masjid tersebut sudah dimulai sejak tahun 2017 dan rampung 2022.

Baca Juga: Wali Kota Helldy Agustian Tutup Masa Jabatan dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Cilegon

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa hutang tersebut wajib dibayarkan.

"Bukan saya yang nyicil, pemerintah, saya punya duit dari mana," katanya.

Ia mengatakan tak menjadi soal atas hutang yang dipinjam saat era Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tersebut.

"Ya gak ada masalah kan karena itu untuk kegiatan pembangunan," katanya

Walau demikian, Dedi Mulyadi berharap agar hutang tersebut bisa dihapuskan(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman