Banten

Tanggul Muara Baru Terlihat Retak dan Rusak, Air Laut Merembes Sebabkan Genangan Air di Jalan

Aldi Gultom | 6 Februari 2025, 12:45 WIB
Tanggul Muara Baru Terlihat Retak dan Rusak, Air Laut Merembes Sebabkan Genangan Air di Jalan

AKURAT BANTEN - Kondisi tanggul laut di Muara Baru, Jakarta Utara, saat ini sangat memprihatinkan.

Banyak bagian tanggul laut yang mengalami kerusakan serius, mulai dari retakan hingga keropos.

Tembok tanggul laut terlihat retak dan keropos, bahkan beberapa bagian batu bata dan besi penguatnya sudah terlihat.

Baca Juga: Jumlah Stok Gas Elpiji 3 Kg di Tangsel Dipastikan Aman, Pertamina Beri Kuota 1,7 Juta Per Bulan

Besi-besi yang menjadi rangka tanggul laut mengalami korosi sehingga mengurangi kekuatan struktur.

Barisan batu yang berfungsi sebagai penahan gelombang air luta juga banyak yang miring dan retak.

Kerusakan ini mengakibatkan air laut dengan mudah merembes ke jalan dan mengancam aktivitas di pelabuhan serta pemukiman warga sekitar.

Baca Juga: Proyek Pengelolaan dan Pengangkutan Sampah DLH Tangsel Diduga Korupsi, Rugikan Negara Hingga Rp25 Miliar

Tanggul laut Muara Baru dibangun oleh pemerintah dengan tujuan mengatasi persoalan banjir rob dan abrasi. 

Namun saat ini kondisinya membuat akses jalan sepanjang dua kilo meter di area timur Pelabuhan Muara Baru tergenang air dan tidak bisa dilalui.

Genangan air di sepanjang jalan ini memiliki kedalaman yang beragam, mulai dari 5-10 centimeter. 

Baca Juga: Dwi Citra Weni, Kini dipecat PT Timah Buntut Unggah Video TikTok Hina Honorer Pakai BPJS

 

Seorang pengurus kapal ikan di Pelabuhan Muara Baru juga mengungkapkan kekhawatirannya.

Ia mengatakan bahwa saat air laut pasang, genangan air bisa mencapai ketinggian 80 sentimeter.

Hal ini tentu sangat mengganggu aktivitas di pelabuhan dan mengancam keselamatan warga sekitar.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.