Patung Penyu yang Habiskan Dana Bernilai Fantastis di Sukabumi Rusak, Diduga Hanya Berbahan Kardus

AKURAT BANTEN - Masyarakat kembali dihebohkan dengan beredarnya video patung penyu di Pelabuhanratu Sukabumi rusak parah.
Dalam video yang beredar, nampak patung penyu tersebut jebol di beberapa bagian dan terlihat bahan rangkanya dari kardus dan juga bambu.
Padahal proyek alun-alun Gadobangkong ini telah menghabiskan dana sekitar Rp15,6 Miliar, sehingga oleh masyarakat dianggap sebagai pembangunan yang tidak sesuai dengan anggaranya.
Baca Juga: BPBD Catat 11 Titik Banjir di Tangsel, Ketinggian Air Capai 1 Meter
Tak hanya patung penyu saja, kerusakan juga terlihat pada trotoar yang berdampingan dengan tangga dan tembok penahan ombak yang nampak retak.
Menanggapi fenomena tersebut, pihak Kontraktor, Imran Firdaus mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan kewajiban sesuai aturan dalam pengadaan barang dan jasa ataupun saat pelaksanaan kerja.
Dirinya juga mengatakan bahwa saat masa pemeliharaan pertama dan kedua di bulan Agustus 2024, pihaknya sudah melakukan kewajiban seperti pengecekan kantin, perbaikan batu, bahkan perbaikan akibat banjir rob.
Baca Juga: Kelompok Tani di Lebak Banten Laporkan Ormas ke Polisi, Diduga Serobot Lahan Pertanian
Kemudian pihak pemerintah Jabar melakukan serah terima kepada pemerintah Kabupaten Sukabumi pada September 2024.
Menyikapi persoalan yang sedang ramai diperbincangkan, menurut Imran kerusakan yang terjadi juga diakibatkan oleh banjir rob air laut.
Imran juga menyampaikan metode pelaksanaan pembangunan patung penyu tersebut bahwa kardus yang terlihat itu hanya sebatas media.
Baca Juga: Kabar Baik! Pemerintah Pastikan Pegawai Sritex yang Terdampak PHK akan Kembali Bekerja
Kardus tersebut digunakan untuk pembentukan patung penyu, kemudian akan diberikan resin dan fiberglass yang merupakan bahan dasar ikon penyu yang sesuai RAB.
Pihaknya mengatakan bahwa memang patung penyu tersebut tidak dibuat menggunakan batu, tapi menggunakan resin dan fiberglass. Apabila tidak ada kardus maka resin dan fiberglass tidak bisa terbentuk.
Imran juga berharap agar masyarakat Sukabumi bisa turut menjaga patung penyu beserta fasilitas di sekitarnya agar tidak terjadi kerusakan yang lebih parah.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Perang Berbalik Arah? Ukraina Mulai Rebut Wilayah Rusia Berkat Serangan Drone Mematikan
- 10Jerman Peringatkan Rusia Bisa Ancam NATO pada 2029, Eropa Mulai Siaga Perang







