Presiden Peru Ajak Pengusaha RI Garap Proyek Besar dari Pelabuhan hingga Kota Bandara

AKURAT BANTEN - Presiden Peru Dina Boluarte membuka lebar pintu kerja sama dengan Indonesia di sektor investasi. Dalam kunjungan kenegaraannya ke Jakarta, Senin (11/8), Boluarte secara khusus mengajak para pelaku usaha Tanah Air untuk menanam modal di sejumlah proyek strategis yang tengah digarap pemerintahannya.
“Secara khusus, saya mengundang pengusaha Indonesia menjadi investor di masa depan di semua pusat logistik, industri, dan teknologi di wilayah pesisir tengah Peru,” ujar Boluarte di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam konferensi pers di Istana Merdeka.
Baca Juga: KPK Siap Telaah Laporan Nikita Mirzani soal Dugaan Suap Aparat Penegak Hukum
Sejumlah proyek yang ditawarkan mencakup pembangunan Pelabuhan Chancay yang digadang menjadi pintu perdagangan internasional baru, modernisasi Pelabuhan Callao, hingga pengembangan Kota Bandara Internasional Jorge Chávez yang akan terintegrasi dengan kawasan komersial dan perhotelan.
Tak hanya itu, pemerintah Peru juga membuka peluang di pembangunan taman industri Ancón serta zona ekonomi khusus yang ditujukan untuk mendorong investasi sektor swasta.
Proyek-proyek ini, menurut Boluarte, merupakan bagian dari strategi besar negaranya untuk menjadi pusat logistik utama di wilayah Pasifik Amerika Selatan.
Baca Juga: Warisan Langka Badak Jawa dari Ujung Kulon Kini Jadi Koleksi Museum Negeri Banten
“Kami memposisikan Peru sebagai simpul integrasi perdagangan Asia-Pasifik. Letak geografis kami strategis, dan ini menjadi peluang besar untuk memperkuat konektivitas dengan Asia, termasuk Indonesia,” tegasnya.
Sementara itu, Presiden Prabowo menanggapi positif ajakan tersebut. Ia menilai hubungan dagang Indonesia–Peru kini memasuki babak baru setelah kedua negara resmi menandatangani Indonesia–Peru Comprehensive Economic Partnership Agreement (IP-CEPA).
Baca Juga: Kopda Bazarsah Divonis Hukuman Mati, Penembak 3 Polisi Lampung di Arena Judi Sabung Ayam
“Saya sambut dengan sangat hangat penandatanganan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia–Peru. Perjanjian ini akan memperluas akses pasar, meningkatkan perdagangan, dan membuka peluang investasi di kedua negara,” ujar Prabowo.
Prabowo juga menggarisbawahi bahwa proses negosiasi IP-CEPA yang hanya memakan waktu 14 bulan merupakan capaian luar biasa. Ia membandingkannya dengan perjanjian serupa di tingkat internasional yang biasanya memakan waktu bertahun-tahun untuk disepakati.
Baca Juga: Moment Hangat Pertemuan Prabowo dan Dina Boluarte, Awali Babak Baru Hubungan Indonesia–Peru
Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia di kawasan Amerika Selatan, sekaligus memberikan peluang besar bagi pelaku usaha Indonesia untuk masuk ke pasar baru yang potensial. Sebaliknya, Peru pun bisa memperluas jangkauan ekspornya ke Asia Tenggara.
Dengan komitmen politik yang kuat di tingkat kepala negara, kedua pihak optimistis proyek-proyek strategis ini akan segera berjalan. Jika terealisasi, bukan hanya ekonomi kedua negara yang akan terdorong, tetapi juga konektivitas perdagangan lintas benua yang semakin erat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










