Anggaran BMKG Dipotong, Akurasi Pendeteksi Tsunami dan Gempa Bumi Terancam

AKURAT BANTEN - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tengah menghadapi tantangan serius akibat pemotongan anggaran yang signifikan.
Pemangkasan sebesar Rp 1,423 triliun atau 50,35% dari total anggaran awal berpotensi mengganggu kinerja BMKG dalam memberikan informasi cuaca, iklim, gempa bumi, dan tsunami yang akurat dan tepat waktu.
Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama BMKG Muslihhuddin mengatakan bahwa pemotongan anggaran berdampak langsung pada kemampuan BMKG untuk melakukan pemeliharaan rutin terhadap alat-alat deteksi gempa bumi, tsunami, dan cuaca.
Baca Juga: Skandal Sampah Tangsel: Antara Inovasi dan Korupsi
Pemotongan anggaran juga berpotensi menyebabkan kerusakan alat dan penurunan akurasi data sehingga menyebabkan observasi dan kemampuan mendeteksi menjadi terganggu.
Akibat terbatasnya pemeliharaan, akurasi informasi cuaca, iklim, gempa bumi, dan tsunami diperkirakan akan menurun drastis dari 90% menjadi 60%.
Kecepatan dalam mengeluarkan peringatan dini tsunami diperkirakan akan melambat, dari semula 3 menit menjadi 5 menit atau lebih.
Baca Juga: Kasus Pagar Laut Tangerang Masuk Tahap Penyidikan, Bareskrim Polri Periksa Sejumlah Saksi
Jangkauan penyebarluasan informasi gempa dan tsunami juga akan berkurang, sehingga masyarakat di daerah terpencil mungkin tidak mendapatkan informasi yang cepat dan akurat.
Kegiatan penelitian terkait dinamika iklim dan tektonik jangka panjang akan terhambat, sehingga upaya mitigasi bencana menjadi kurang efektif.
Modernisasi sistem dan peralatan operasional BMKG yang sangat penting untuk keselamatan penerbangan dan pelayaran akan tertunda.
Menyadari dampak serius dari pemotongan anggaran, BMKG telah mengajukan permohonan dispensasi kepada pemerintah.
Hal ini dilakukan dengan pertimbangan pentingnya peran BMKG dalam menjaga keselamatan dan ketahanan negara, termasuk peran BMKG sebagai penyedia peringatan dini tsunami di Samudera Hindia dan ASEAN.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 7Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026






