Banten

AS Ditipu 50 Tahun Tarif Dagang, Trump: Terkadang Kawan Lebih Buruk Daripada Lawan, China dan Uni Eropa Menipu Kami

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 3 April 2025, 18:29 WIB
AS Ditipu 50 Tahun Tarif Dagang, Trump: Terkadang Kawan Lebih Buruk Daripada Lawan, China dan Uni Eropa Menipu Kami

AKURAT BANTEN - Donald Trump melalui caption di Instagramnya, Ia ungkapkan kekesalannya merasa negaranya dirampok selama 50 tahun.

"Negara kita dan pembayar pajak kita telah dirampok selama 50 tahun, namun hal ini tidak akan terjadi lagi," tegas Presiden Trump.

Sehingga mulai mengambil kebijakan baru dengan menerapkan tarif ekspor bagi beberapa negara jika masuk kenegaranya, termasuk Indonesia.

Baru-baru ini, presiden AS, Donald Trump, mengumumkan tarif baru sebesar 10% pada hampir semua barang impor yang masuk ke AS. Di samping itu, Trump memberlakukan Tarif Timbal Balik terhadap sejumlah negara.

Baca Juga: Indonesia Kena Tarif 32% jika Ekspor ke AS, Politisi Partai Golkar Misbakhun Angkat Bicara Terkait Dampaknya bagi Indonesia

"Ini adalah deklarasi kemerdekaan ekonomi kami," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Ia mengatakan akan menggunakan uang yang dihasilkan dari tarif tersebut, untuk mengurangi pajak dan membayar utang nasional negaranya.

Selanjutnya, Trump menunjukkan bagan besar dengan judul Tarif Timbal Balik yang memiliki tiga kolom yang terdiri dari:
1. Daftar negara
2. Besaran tarif yang dikenakan suatu negara terhadap barang-barang dari AS.
3. Kolom ketiga berisi tarif balasan yang dikenai AS terhadap negara itu.

Baca Juga: Indonesia Stop Kirim Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa di Myanmar Usai Tahap Ketiga, Ini Penjelasannya!?

Dalam bagan tersebut menampilkan tarif 10% untuk impor dari Inggris dan 20% untuk impor Uni Eropa.

Sedangkan bagi Indonesia dalam kolom, dikenakan 32% karena Indonesia menerapkan tarif 64% untuk barang-barang dari AS.

"Mereka mengenakan biaya kepada kami, kami mengenakan biaya kepada mereka. Bagaimana mungkin ada orang yang marah?" katanya.

Trump secara spesifik menunjuk China dan Uni Eropa. "Mereka menipu kami. Sungguh menyedihkan melihatnya. Sungguh menyedihkan."

Baca Juga: Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Semakin Menguat Setelah Lebaran Idul Fitri 1446

Trump mengatakan negara-negara lain telah memperlakukan AS "dengan buruk" karena mengenakan tarif yang tidak proporsional pada impor AS yang ia sebut sebagai "kecurangan".

Sebagai balasannya, kata Trump, AS akan mengenakan tarif kepada negara-negara lain "kira-kira setengah" dari tarif yang mereka kenakan kepada AS.

"Jadi, tarif tersebut tidak akan berlaku secara timbal balik. Saya bisa saja melakukan itu, ya, tetapi akan sulit bagi banyak negara," kata Trump.

"Kami tidak ingin melakukan itu."

Trump mengatakan dalam hal perdagangan, terkadang "kawan (lebih) buruk daripada lawan". tambah dia.

Baca Juga: Ternyata! Pantai Kelapa Warna Lebak: Bak Surga Tersembunyi di Provinsi Banten, Destinasi Wisata Di Saat Libur Lebaran

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun angkat bicara terkait dampaknya bagi Indonesia

Ia mengatakan jika pemerintah harus berhati-hati dalam merespons kebijakan Trump melalui perhitungan yang matang agar tidak memberi dampak buruk bagi iklim usaha dan perekonomian Indonesia.

Politisi yang bernaung dibawah panji Partai Golkar itu mengatakan, dampak tarif 32% dari Trump sangat signifikan terhadap ekspor Indonesia ke AS.

"Kebijakan tarif perdagangan baru AS di era Trump ini akan sangat signifikan dampak tekanannya pada ekspor Indonesia ke US," kata dia.

Baca Juga: Rencana Bunuh Ratusan Muslim Melayu Singapura dan di Siarkan Secara Langsung, Ditangkap ISD

Menurut Misbakhun "Pemerintah harus melakukan konsolidasi menyeluruh para stake holder untuk menghadapinya karena pemerintah harus tetap berhati-hati menghitung untung rugi kebijakan tarif baru US tersebut pada kinerja perekonomian Indonesia secara keseluruhan," tuturnya dikutip Akurat Banten pada, Kamis (3/4/2025).

"Terkait kebijakan tarif AS sangat teknis dengan beragam komoditas sehingga masih memerlukan pembahasan secara komprehensif," pungkasnya.

Sementara itu, pihak Trump mengaku bahwa tarif 32% yang diterapkan pada Indonesia dihitung berdasarkan asumsi Gedung Putih.

Baca Juga: Hotman Paris Turun Tangan: Buntut Pengakuan Selebgram, Anak Hasil Hubungan dengan Ridwan Kamil.

Dimana Indonesia telah menerapkan pembatasan perdagangan dan manipulasi mata uang yang mengakibatkan tarif sebesar 64% pada barang AS.

Hal ini, juga berlaku bagi beberapa negara jiran seperti Vietnam, Malaysia, Thailand, Singapura, Filipina, Australia, hingga Brunei Darussalam.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.