Banten

WAISAK PARA BINTANG: Dari Roy Kiyoshi hingga Reza Arap, Ini Kisah Spiritual Mereka!

Saeful Anwar | 10 Mei 2025, 14:55 WIB
WAISAK PARA BINTANG: Dari Roy Kiyoshi hingga Reza Arap, Ini Kisah Spiritual Mereka!

 

AKURAT BANTEN-Waisak, momen sakral bagi umat Buddha di seluruh dunia, tak hanya dirayakan dengan khidmat di kuil-kuil megah seperti Candi Borobudur.

Hari yang memperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Buddha Gautama – kelahiran, pencerahan, dan parinibbana – ini juga menyentuh hati banyak tokoh publik di Indonesia.

Bagi sebagian besar masyarakat, perayaan Waisak identik dengan kemegahan prosesi dan pelepasan lampion di Borobudur, Jawa Tengah.

Baca Juga: Mengapa Pedihnya Mata Mengiris Bawang? Ini Rahasia Dibalik Kisah Yang Bikin Kamu Bercucuran Air Mata

Namun, tahukah Anda bahwa semangat Waisak juga terpancar dalam kehidupan sehari-hari para selebritas Tanah Air yang menganut agama Buddha?

Mari kita intip bagaimana beberapa figur publik ini menghayati dan merayakan Hari Tri Suci Waisak:

Dee Lestari: Keheningan dan Refleksi dalam Makna Waisak

Dikenal dengan karya-karya sastra dan alunan suaranya yang memukau, Dee Lestari ternyata selalu menyambut Waisak dengan penuh khidmat.

Baca Juga: Pandeglang 'KETIBAN DURIAN RUNTUH' Rp 1,695 Triliun: Peluru Emas untuk Kebangkitan Ekonomi Desa atau Jebakan Baru?

Meski jarang membagikan secara terbuka, keyakinan dan nilai-nilai Buddha diyakini menjadi salah satu sumber inspirasi dalam karya-karyanya.

Waisak baginya mungkin menjadi momen untuk merefleksikan diri, merenungi ajaran Dharma, dan memperbarui komitmen spiritual.

Baca Juga: Profil dan Biodata Cinta Brian, Aktor yang Dikabarkan Berpacaran dengan Gisella Anastasia, Umur, Karir dan Asal

Roy KiyoshiKedamaian di Balik Dunia Spiritual

Sosok Roy Kiyoshi lekat dengan imej dunia spiritual dan kemampuan "melihat" hal-hal gaib.

Sebagai seorang penganut Buddha yang taat, Roy bahkan memiliki ruang ibadah khusus di kediamannya.

Hal ini menunjukkan betapa mendalamnya keyakinan Roy terhadap ajaran Buddha.

Baca Juga: Kemenag Wajibkan PIHK Sediakan Dokter, Rumah Sakit Rujukan, dan Asuransi Aktif

Waisak menjadi waktu yang tepat baginya untuk memperdalam spiritualitas dan mencari kedamaian batin.

Natalia eks JKT48 dan Jejak Rekan Seiman:

Mantan anggota JKT48 generasi kedua, Natalia, secara terbuka menunjukkan identitasnya sebagai seorang Buddhis.

Menariknya, beberapa mantan member JKT48 lainnya seperti Novinta Dhini dan Elaine Hartanto juga merayakan Waisak.

Baca Juga: Gebrakan Polda Banten: Ratusan Preman Diciduk, Jaminan Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat Tercipta!

Hal ini menunjukkan adanya ikatan persaudaraan dan kebersamaan dalam keyakinan di antara mereka, bahkan setelah tidak lagi aktif di grup idola tersebut.

Momen Waisak tentu menjadi kesempatan untuk mempererat tali silaturahmi dan berbagi kebahagiaan dalam Dharma.

Reza Arap: Perjalanan Spiritual dan Keyakinan Baru

Kisah Reza Arap menjadi salah satu yang menarik perhatian publik.

Baca Juga: DAHSYAT! Raup Rp 46 Miliar dalam Sebulan! Ribuan Warga Sudah Buktikan Pemutihan Pajak di UPT Samsat Cikokol Tangerang

Awalnya dikenal sebagai seorang atheis, Reza kini mantap memeluk agama Buddha setelah menikah dengan Wendy Walters.

Keputusannya ini menunjukkan adanya keterbukaan pikiran dan kesediaan untuk mempelajari keyakinan baru.

Waisak pertamanya sebagai seorang Buddhis tentu menjadi momen yang sangat spesial dan penuh makna baginya dan sang istri.

Baca Juga: Turun Tangan, Wakil Wali Kota Tangsel Dorong Penuntasan Kasus Pelecehan di SMK

Lebih dari Sekadar Perayaan:

Perayaan Waisak di kalangan selebritas ini memberikan perspektif yang menarik.

Bahwa Waisak bukan hanya tentang ritual megah, tetapi juga tentang penghayatan nilai-nilai luhur Buddha dalam kehidupan sehari-hari.

Ini adalah tentang kedamaian, kasih sayang, kebijaksanaan, dan perjalanan spiritual individu.

Baca Juga: Pilar Turun Tangan, Kunjungi Siswi Korban Pelecehan Seksual SMK Waskito

Keberagaman latar belakang dan profesi para selebritas yang merayakan Waisak juga menunjukkan bahwa ajaran Buddha bersifat universal dan dapat diterima oleh siapa saja.

Semangat Waisak yang penuh kedamaian dan toleransi diharapkan dapat terus menginspirasi kita semua, terlepas dari latar belakang agama dan kepercayaanyang dianut (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman