Banten

Prabowo Blak-blakan: Aparat Diteror Gara-gara Bongkar Korupsi, Rumah Diikuti hingga Difoto

Andi Syafrani | 18 Mei 2025, 15:25 WIB
Prabowo Blak-blakan: Aparat Diteror Gara-gara Bongkar Korupsi, Rumah Diikuti hingga Difoto

AKURAT BANTEN - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan sisi gelap dari perang melawan korupsi yang sedang gencar dilakukan pemerintah. Meski langkah-langkah tegas itu berhasil menyelamatkan ratusan triliun rupiah uang negara, ada harga mahal yang harus dibayar oleh para aparat penegak hukum. Mereka disebut mulai menjadi sasaran ancaman dari pihak-pihak yang merasa kepentingannya terganggu.

Baca Juga: Tawuran Brutal di Ibu Kota: 24 Pelaku Diciduk, 7 Ditahan karena Bawa Senjata Tajam

“Dalam enam bulan masa pemerintahan saya, kita sudah berhasil menyelamatkan ratusan triliun uang rakyat,” kata Prabowo dalam sambutannya di Kongres IV PP Tidar yang digelar akhir pekan ini.

Baca Juga: Gempa Lombok Tengah Magnitudo 5,2 Guncang NTB dan Bali: Warga Rasakan Goyangan hingga Lantai Empat Rumah Sakit

Namun di balik keberhasilan itu, Prabowo menyebut ada laporan-laporan yang menunjukkan meningkatnya tekanan terhadap para penegak hukum. Bentuk ancamannya pun tidak main-main.

Mulai dari teror psikologis, pengintaian, hingga intimidasi langsung ke rumah para aparat. Bahkan, ada laporan yang menyebutkan bahwa rumah mereka difoto dan mobil mereka dibuntuti oleh orang tak dikenal.

Baca Juga: Teror Premanisme Berkedok Ormas di Depok: Jatanras Polda Metro Jaya Tangkap Komplotan Pemeras Pedagang

“Saya tahu ada penegak hukum yang diancam. Saya dapat laporan. Ada rumah yang didatangi, mobil diikuti, rumah difoto,” ujar Prabowo dengan nada serius.

Ancaman ini muncul bersamaan dengan makin intensifnya operasi pemberantasan korupsi yang dilakukan aparat negara. Menurut Presiden, hampir setiap hari ada kasus korupsi besar yang diungkap. Hal itu tentu saja membuat banyak pihak yang selama ini menikmati keuntungan haram merasa terdesak dan mulai menggunakan segala cara untuk menghalangi proses hukum.

Baca Juga: Dikira Boneka, Ternyata Mayat! Warga Geger Temuan Jasad Pria di Kali Gading Kirana

Presiden menilai bahwa bentuk intimidasi semacam ini sangat mengganggu, bukan hanya dari sisi keamanan, tetapi juga secara psikologis.

Ketika tekanan menyasar kehidupan pribadi aparat, seperti keluarga dan lingkungan tempat tinggal, hal itu bisa berdampak langsung pada keberanian mereka dalam menjalankan tugas.

Baca Juga: BPPKB Banten Minta Maaf atas Insiden di Pasar Kramat Jati: Komitmen Taat Hukum dan Jaga Sinergi

Meski begitu, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mundur sejengkal pun. Ia menyampaikan komitmennya secara terbuka untuk terus melawan korupsi sampai ke akar.

“Saya tidak takut. Usia saya 73 tahun, saya hanya ingin meninggalkan nama baik. Saya akan tuntaskan tugas ini. Saya akan lawan segala bentuk korupsi tanpa pandang bulu,” tegasnya.

Baca Juga: Operasi Berantas Jaya 2025: Polisi Tangkap 11 'Pak Ogah' dan Juru Parkir Liar di Cengkareng

Presiden juga menyerukan agar perlindungan terhadap para penegak hukum ditingkatkan. Bukan hanya pengamanan fisik, tapi juga sistem hukum dan psikologis harus disiapkan agar aparat merasa aman dan didukung dalam menjalankan tugasnya. Menurutnya, keberanian mereka harus dibalas dengan komitmen penuh dari negara.

Baca Juga: DPR Kecam Kemenkes Soal Perizinan Dokter Umum yang Boleh Lakukan Operasi Caesar di Daerah 3T

Langkah konkret seperti pengamanan rumah, perlindungan hukum, serta saluran pelaporan ancaman yang responsif perlu dihadirkan. Tidak cukup hanya dengan pernyataan moral, tetapi harus ada sistem pendukung yang memungkinkan aparat bisa bekerja tanpa bayang-bayang rasa takut.

Dalam situasi seperti ini, menurut Prabowo, dukungan masyarakat juga sangat penting. “Kita harus berdiri bersama mereka yang berani. Ini bukan hanya tugas aparat, tapi perjuangan bersama untuk membersihkan negeri ini dari korupsi,” pungkasnya.

Baca Juga: TikTok Rilis Fitur Meditasi, Ajak Pengguna Istirahat Lebih Awal dan Jaga Kesehatan Mental

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC